Kita harus bangga pada Nabi kita, Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dari segi mukjizat, Kanjeng Nabi Muhammad punya kelebihan yang tidak dipunyai Nabi-Nabi lain. Ini bukan bermaksud untuk membandingkan antara mereka para Nabi, ya. Cuma agar kita bangga pada Nabi kita sendiri, yaitu Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Kebanyakan, para Nabi sebelum Kanjeng Nabi Muhammad, mukjizatnya sangat spektakuler, sangat menggemparkan, sifatnya teatrikal, namun anehnya tidak banyak membuat orang imannya hingga kayak ulamanya umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Nabi Musa kurang spektakuler apa saat membelah lautan. Nabi Isa kurang menggemparkan apa saat menghidupkan orang mati. Tapi umatnya malah berani merubah-rubah ajaran-ajaran para Nabi itu. Sedang ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW dari jaman beliau hidup hingga sekarang ya gak berubah, masih nyembah Gusti Allah dan mengakui kenabian semua Nabi yang diajarkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Aneh banget.

Menurut Imam Sya’rowi dalam Mu’jizatur Rasul, berpendapat, hal itu karena : 

Pertama karena Nabi dan Rasul sebelum Kanjeng Nabi Muhammad, sedahsyat apapun mukjizatnya, sifatnya mukjizat tingkat lokal, hanya untuk kaumnya di jamannya. 

Kedua, mukjizat mereka terpisah dengan manhaj (pokok ajaran tertulis) yang tertulis di kitab mereka, sehingga kitab mereka tidak mengandung mukjizat. 

Ketiga, karena dianggap tidak mengandung mukjizat, kitab dan manhaj ajaran mereka tidak dijaga oleh ulama2-nya.

Keempat, karena mukjizat mereka bersifat lokal, sehingga temporal untuk beberapa jaman aja. Bisa ditiru oleh umat kekinian.

Beda dengan mukjizat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Mukjizat dan manhaj beliau SAW berlaku untuk setiap jenis makhluk dan setiap jaman hingga kiamat. Mukjizat dan manhaj beliau berkumpul jadi satu dalam Al Qur’an. Karena mengandung mukjizat, Al Qur’an tidak bisa dirubah-rubah, dirubah dikit aja pasti kentara. Dan mukjizat Kanjeng Nabi Muhammad SAW semuanya tidak bisa ditiru.

Makanya benar dikatakan mukjizat Nabi kita, Kanjeng Nabi Muhammad SAW, yang paling besar hingga bisa kita rasakan di jaman sekarang ya mukjizat Al Qur’an. Kalo gak bisa merasakan mukjizat Al Qur’an, ya berarti kurang gaul sama Al Qur’an.

Contoh paling gampang dari mukjizat Al Qur’an ini, mendengar orang baca Qur’an, bisa buat menidurkan bayi dan relaksasi orang dewasa. Ini sering saya praktekkan pada anak saya. Itu karena susunan kalimat per kalimat, asal dibaca bener sesuai tajwidnya, terdengar empuk di telinga, terdengar mengalir begitu saja, easy listening lah kalo dibilang, nyaman di telinga. Ditambah ada rima, pengulangan ayat, menimbulkan nada yang khas kalo dibaca, bikin serasa mendengar nada relaksasi. Karena itulah orang cepat paham dan akrab dgn bacaan Al Qur’an. Coba aja cari di Yutub, relaksasi dgn bacaan Qur’an. Makanya gak salah kalo ada orang denger bacaan Al Qur’an kok malah tidur, itu artinya dia sedang merasakan mukjizat Al Qur’an.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *