Ada seorang pelanggan Mawlikopi cerita, dulu demi dipandang mampu, dia berani utang gila-gilaan ke sebuah koperasi. Dia pede bisa nutupi utang karena punya dagangan yang rame waktu itu. Saking pedenya, dia bilang pada keluarga dan tetangganya kalo duit ini hasil dagangannya.
Waktu bergulir, datanglah covid meruntuhkan segalanya, termasuk usaha pelanggan ini. Dagangannya jadi sepi, akhirnya bingung gimana mbayar utangnya. Karena kadung sesumbar, akhirnya dia utang ke A buat nutupi utang koperasi. Karena belum punya duit buat mbayar utang ke A dan dia gak pingin kepercayaan A runtuh padanya, dia utang ke B. Lalu masih belum ada duit buat nutupi utang ke B, akhirnya dia utang lagi ke C. Akhirnya hidupnya berputar cuma mikir gimana nutup utang ke Koperasi, ke A, B dan C.
Nah, begitulah Gusti Allah, bisa membalik sesuatu dalam sekejap. Dia sangat mampu mengubah semua yang biasa jadi luar biasa dengan kehendak-Nya. Tidak ada yang bisa menolak kehendak-Nya untuk mewujudkan sesuatu atau meniadakannya.
Sifat Gusti Allah untuk mewujudkan sesuatu atau meniadakan sesuatu sekehendak-Nya disebut sifat Af’al Gusti Allah. Yaitu sifat kewenangan absolut (jaiz) Gusti Allah sebagai pemilik kehidupan dan kematian di jagat raya untuk merubah sesuatu seketika itu juga. Gusti Allah bisa saja dalam sekejap membalik yang miskin jadi kaya, yang kaya jadi miskin, meruntuhkan sesuatu yang dianggap mapan, memapankan sesuatu yang dianggap lemah dan lain-lain.
Sifat Af’al ini tidak dipengaruhi apapun, tidak diintervensi siapapun, tidak bergantung apapun. Semua murni kehendak Gusti Allah dan atas perspektif-Nya saja.
Imam Ghozali dawuh
“Sesungguhnya tidak ada eksistensi sesuatu selain-Nya kecuali sesuatu itu dikehendaki eksistensinya berkat sifat Af’al-Nya, terlingkupi sifat Adil-Nya dan atas dasar paling baiknya, paling mulianya dan paling adilnya perspektif menurut Gusti Allah”

No responses yet