Oleh : Uswatun Khasanah (mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)
Serat Yusuf (1729) merupakan naskah tertua yang tersimpan di Museum Radya Pustaka Surakarta, Serat ini juga tersimpan di Banyuwangi yang biasa disebut dengan nama Lontar Yusuf, serat yang serupa juga berada di Cirebon dengan nama Naskah Tembang Yusuf, Naskah Serat Yusuf memiliki perbedaan-perbedaan dari setiap daerah dari segi aksara, kosakata dan detail pengisahannya. Hal ini karena penerimaan karya sastra dari tempat dan waktu yang berbeda dan setiap orang memiliki kebebasan untuk menafsirkan Naskah Serat Yusuf dengan berbagai pemahamannya. Dalam penelitian skripsi oleh Zudiah Hasun (2009) IAIN Sunan Ampel Surabaya menelusuri bahwa Serat Yusuf berasal dari Desa Gloegoer,Medan,Sumatera Utara(1897) yang pada masa itu terkenal dengan kerajaan Deli-Serang.
Serat Yusuf adalah salinan cerita Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an, namun dalam serat Yusuf ceritanya lebih banyak dibadingkan dengan yang berada di Al-Qur’an. Serat Yusuf/Serat Joesoep Tersimpan di Museum Radya Pustaka Surakarta yang merupakan Museum tertua yang dibangun oleh bangsa sendiri(1890). Serat ini merupakan salah satu Naskah yang sudah didigitalisasikan untuk menghindari kerusakan dan mempermudah para peneliti untuk mengaksesnya. Bu Nia, salah satu pengelola manuskrip di Museum Radya mengatakan untuk melihat naskah digital tetap harus mempunyai izin dari elitbang Surakarta.
Serat Yusuf ditulis dikeras dluwang gendhong dengan aksara jawa dan menggunakan bahasa krama yang terlihat lebih santun. Serat ini berukuran 34X26 cm,tediri dari 206 halaman dan ditulis oleh abdi ndalem Kasepuhan pada tahun 1729 atas perintah Kanjeng Ratu Balitar, permaisuri Pakubuwana I (1703-1719) dengan maksud untuk menyelamatkan suksesi cucunya menjadi Pakubuwana II (1726-1749). Naskah ini terdapat Iluminasi yang sangat indah dibagian awal naskah(seperti Al-Qur’an), iluminasi tersebut menggunakan tinta hitam, emas dan merah yang bercorak hutan dan belalang. Tidak hanya keindahan penampilan, isi dari manuskrip ini juga mengisahkan cerita yang indah. Halaman mukadimah pada manuskrip ini tertulis Sekar Macapat Asmaradana, sebagai berikut:
“Wonten carita diluwih, Menggah ing deluncang Jawa, sangking tapsir pinangkane, Sampun binasakaken Jawa, dening janma utama, Apantes sinungan tembungan atembang Asmaradana.”
Yang artinya “Ada cerita yang termahsyur dan indah pada selembaran kertas jawa. Yang berasal dari tafsir, yang sudah digubah dalam bahasa jawa. Oleh pujangga yang lazim di sebut tembang Asmaradana.” .
Isi Serat Yusuf menceritakan kebijaksanaan dan ketabahan Nabi Yusuf, dengan puisi yang menggunakan bahasa Jawa. Nabi Yusuf merupakan salah satu putra dari Nabi Ya’kub, saudara kandung Nabi Yusuf sangat iri dengan kasih sayang berbeda yang diberikan ayah mereka kepada Nabi Yusuf, saudaranya berbuat jahat dengan membuang Nabi Yusuf ke dalam Sumur dan melaporkan kepada ayahnya bahwa Nabi Yusuf telah dimakan binatang buas dengan bukti baju Nabi Yusuf yang dilumuri darah. Kemudian Nabi Yusuf ditemukan oleh seorang Raja dari Mesir yang mempunyai istri bernama Zulaikha dan diangkatlah menjadi anak, namun karena ketampanan Nabi Yusuf, Zulaikha tertarik dan menggoda hingga memfitnah Nabi Yusuf yang ingin menggaulinya dan melaporkannya kepada suami Zulaikha,hingga akhirnya fitnah itu terungkap bahwa zulaikha lah yang berbohong dengan bukti sobek nya baju dibagian belakang. Kisah ini berakhir pada wafatnya ayah Nabi Yusuf.
Serat Yusuf ini, mengangkat sejarah/ kisah dalam penyebaran dakwah Agama Islam dengan contoh-contoh kebaikan yang digambarkan dari tokoh Nabi Yusuf seperti sifat berprasangka baik,sabar,taat,bijaksana dan kejujurannya. Hal ini bisa menjadi teladan bagi kita untuk terus taat kepada perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Bahkan dalam tradisi masyarakat Jawa, pada usia kehamilan yang memasuki 4 bulan atau biasa disebut tradisi tingkeban/ngupatan menggunakan bacaan Surat Yusuf yang diharapkan agar anak yang dikandung memiliki fisik dan sikap yang baik seperti cerita Nabi Yusuf dalam Serat Yusuf.
Ket gambar: Gambar Serat Yusuf yang didapat dari e-book catalog Nancy K. Florida, diedit dijadikan satu agar pembaca lebih mudah untuk melihatnya)(Gambar Serat Yusuf yang didapat dari e-book catalog Nancy K. Florida, diedit dijadikan satu agar pembaca lebih mudah untuk melihatnya

No responses yet