Seperti tinju, orang sedekah ada kelasnya. Imam Ghozali membagi sedekah itu 3 kelas : Ada kelas berat, kelas medium dan kelas bulu. Ini penting diketahui untuk mengukur diri sendiri.
Nyali kelas bulu, bakal gegar otak klojotan disuruh jadi kelas berat. Begitu juga kelas berat, kok tandingnya di kelas bulu, itu kayak Mike Tyson baku hantam sama anak TK. Artinya, kalo kita tidak mengukur kekuatan diri, sedekah dan zakat yang kita keluarkan itu akan jadi kedzoliman bagi diri sendiri.
Penjelasan kelas-kelas itu adalah:
1. Kelas berat atau kelas bantam (aqwiya’), kelas ini diisi oleh golongan para mukhlisin yang sama sekali gak mikir mau sedekah berapa. Kalo dia ada ya dikasih semua. Mereka juga gak mikir nanti sedekah motifnya apa, berguna atau nggak, dipuji atau nggak, kelihatan atau nggak, sama sekali gak kepikiran. Yang mereka pikirkan pokoknya sedekah lillah. Sedekah dan zakat itu pengabdian pada Gusti Allah, itu saja.
Semua jenis sedekah dari yg wajib hingga yg sunnah dilaksanakan semua. Bahkan misal sedekahnya gak diterima atau gak dibalas oleh Gusti Allah pun gak masalah. Tetap senang menikmati aktivitas bersedekah. Sedekah bagaikan obat dan makanan. Kalo gak sedekah, badan rasanya pegel linu.
Kelas ini diisi misalnya orang seperti Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar dll yang rela seluruh jiwa, harta dan hidupnya disedekahkan.
2. Kelas medium (mutawasithun), mereka ini seperti kebanyakan orang, sedekah mikir dulu mau keluar berapa, ada hitung-hitungan nanti buat sedekah berapa yg buat saya berapa, disedekahkan buat siapa, dll. Mereka sadar zakat itu wajib dan mereka laksanakan, mereka jg sadar sedekah sunnah jg penting tapi masih ada hitung-hitungan seperti di atas.
3. Kelas bulu (dhu’afa’), kelas ini diisi oleh orang yg hanya mau dan mampu bayar zakat saja karena memang itu kewajiban. Sedangkan untuk sedekah sunnah, belum ada kesadaran, entah itu tidak mampu atau memang gak mau. Kelas ini gak ada salahnya, tapi sebaiknya punya niat untuk berusaha naik kelas.
Kelas-kelas semua orang itu tergantung kekuatan ekonomi dan cintanya kepada Gusti Allah. Kalau kita masih kelas bulu, diusahakan aja istiqomah sambil niat naik ke kelas medium. Kalo udah kelas medium, ya berusaha istiqomah dan punya niat jadi kelas bantam. Yang kelas bantam, berusaha istiqomah dan nyaman di kelasnya.
Semakin tinggi kelasnya, semakin tinggi cintanya kepada Gusti Allah dan mentalnya semakin kuat. Caranya, melatih diri lewat tirakat, hidup zuhud dan qonaah. Metodenya ya tiap orang beda2. Tergantung bagaimana mindset seseorang memandang Gusti Allah sebagai Tuhan dan dunia sebagai makhluk dan fasilitas dari-Nya.
Maka, kita jangan berhenti berproses. Juga jangan memaksa orang untuk berproses. Semua kelas itu baik semua. Yang gak baik itu orang yg sama sekali gak sedekah, baik wajib maupun sunnah.
Mugi manfaat.
#AyoNyarkub #ArbainFiUshuliddin #ImamGhozali

No responses yet