Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir bin Tsa’labah Al Anshari Al-Badri radhiyallahu ‘anhu (wafat 660 M), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yg menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala, seperti pahala orang yg mengerjakannya”. (HR. Imam Muslim rahimahullah wafat 875 M, Naisabur, Iran).
Selain hadits diatas, ada pula hadits dari Abu Hurairah atau Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi Ad-Dausi Radhiyallahu Anhu, yg menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yg berbunyi :
مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan, lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran, semisal ganjaran orang yg mengikutinya, dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yg mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan, lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yg mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Imam Muslim)
AMAL JARIYAH
Hadits di atas mengajarkan kepada kita, untuk menjadi orang pertama dalam melakukan kebaikan. Seseorang yg mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, akan mendapatkan (pahala) kebaikan sebagaimana yg dilakukan oleh orang lain yg mengikutinya. Pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yg mengajak telah tiada. Itulah yg disebut dgn amal jariyah. Maka itu, berusahalah untuk menjadi pelopor dalam kebaikan.
DOSA JARIYAH
Sedangkan, seseorang yg mengajak orang lain kepada suatu kejahatan, akan mendapatkan dosa, sebagaimana yg dilakukan oleh orang lain yg mengikutinya. Dosa itu, akan terus mengalir, meskipun orang yg mengajak telah tiada. Itulah adalah dosa jariyah. Maka, berusahalah untuk tidak menjadi pelopor dalam keburukan.
Pesan Imam Ghazali
Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i atau Imam Ghozali rahimahullah (1058 – 1111 M, Tus, Iran) dalam kitab Ihya Ulumuddin mengatakan :
“Sungguh beruntung orang yg meninggal dunia, putuslah dosa-dosanya. Celaka, seseorang yg meninggal dunia, tetapi meninggalkan dosa yg ganjaran kejahatan terus berjalan tiada hentinya.”
Wallahu a’lam
Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet