Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh

مفتاح الصلاة الطهور

“Pintu masuk pertama kesempurnaan bangunan sholat adalah kesucian”

Menurut Imam Ghozali, bersuci itu memiliki empat tingkatan pemahaman :

1. Menyucikan lahiriyyah dari hadats dan najis (thoharoh).

2. Menyucikan anggota-anggota tubuh dari kesalahan dan dosa (istighfar).

3. Menyucikan hati dari akhlaq yang tercela (takholli).

4. Menyucikan sirr dari selain Gusti Allah, ini merupakan bersucinya para Nabi dan Shiddiqin.

Penjagaan kesucian lahiriyah, dengan cara menyempurnakan wudhu sebelum sholat. Yaitu melakukan segala rukun dan sunnahnya secara penuh perhatian sesuai panduan fiqih bersuci. Misal mengetahui anggota wudhu yang wajib dan sunnah, bagaimana urutannya, di mana letak niat, di mana batas-batas anggota tubuh wudhu, mana yang harus dibasuh dan yang cukup disiram saja, tentang menyengaja basuhan, dan lain-lain.

Juga memperhatikan secara penuh atas kesucian pakaian, kesucian seluruh tubuh, tempat sholat dan air yang dipakai untuk bersuci. Maka, perlu paham ilmu tentang najis, hadats, bagaimana mensucikannya dan mana air yang mutlaq, musta’mal dan mutanajis.

Semua itu harus benar-benar dipahami secara detail agar bisa hati-hati dan memastikan kesucian semua yang harus suci sebelum sholat. Hal ini untuk menutup pintu hati dari was-was yang berasal dari bisikan setan. 

Rasa was-was ini kalo dibiarkan masuk, akan membuang-buang waktu kita. Saat harusnya bisa menambah ibadah lain, gara-gara was-was, kita masih ruwet pada satu hal yang sama gak selesai-selesai. Akhirnya kehilangan waktu banyak, ibadah yg bisa dilakukan cuma sedikit, sementara usia kita singkat. Akan rugi banyak dunia akhirat seseorang gara-gara was-was.

Was-was itu karena kurang ilmu. Maka, obatnya was-was itu ngaji. Kalo udah ngaji, orang akan lebih yakin karena punya ilmu dan tidak akan ragu dalam bertindak.

Mugi manfaat.

#AyoNyarkub #ArbainFiUshuliddin #ImamGhozali

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *