Memasuki bulan Ramadan, tentunya dalam suasana bulan ini sangat berbeda dengan hari-hari bulan yang lainnya.  Adanya tadarus Qur’an dan salat jamaah terawih di berbagai mushola atau masjid misalnya. Ditambah lagi bocil-bocil yang pada asyik berjamaah menyalakan mercon long disetiap perempatan dan pertigaan perkampungan.

Berbicara mengenai jamaah salat terawih, bulan Ramadan tahun ini perlu kita syukuri karena sudah bisa melaksanakan salat terawih secara berjamaah di musala ataupun masjid, berbeda dengan tahun sebelumnya, yang memang dari pemerintah meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk salat terawih di rumah masing-masing karena angka kasus positif virus covid-19 masih tinggi.

Meskipun begitu, budaya-budaya atau kebiasaan masyarakat kita masih sama dalam praktik jamaah salat terawih sebelum munculnya virus tersebut. Bukan karena jumlah rakaatnya lhoh ya, melainkan semakin hari jamaah salat terawih semakin berkurang, hari pertama salat terawih shof di masjid penuh kemudian hari kedua berkurang satu shof, hari ketiga berkurang dua shof dan hari ketujuh tinggal 2 shof yang masih tersisa misalnya. Lantas apa penyebabnya ya ?

Sunah melaksanakan salat terawih

Penyebab pertama yang sangat mungkin adalah semua umat Islam tau bahwasanya hukum melaksnakan salat terawih hanyalah sebatas sunah yang berarti tidak akan berdosa apabila tidak dilaksanakan. Anggapan tersebutlah yang bisa menjadikan berkurangnya jamaah salat terawih diberbagai masjid setiap harinya.

 Pelu diingat, walaupun salat terawih hanyalah sebatas ibadah sunah. Akan tetapi, momen ini hanyalah ada sebulan dalam satu tahun, terlebih disetiap hari nya dalam melaksanakan salat terawih keutamaanya jelas berbeda-beda dan berbeda dengan ibadah sunah-sunah yang lain.

Adanya agenda buka bersama

Di bulan Ramadhan, tentunya banyak sekali undangan bukber bubar dan bu bu yang lainnya juga. Intinya sama yaitu berbuka secara bersama baik dengan teman SD SMP SMA, kuliah kerja, mantan dan lain sebagainya.

Dimana nantinya mereka akan lebih memilih pulang agak malam. Alesannya karena takut macet atau sekedar ingin melepas kerinduan dengan berkumpul dengan kawan-kawan lama. Jadi secara tidak langsung jadwal salat terawih di daerahnya masing-masing dilewatkan begitu saja.

Banyak aktivitas

Faktor lainnya yaitu terlalu banyaknya aktivitas. pekerjaan dan tugas praktikum kuliah yang semakin menumpuk. Atau bisa juga sibuk berkegiatan sosial karena berhubungan ini adalah bulan Ramadan. Dan pada akhirnya tenaga sudah terkuras dan mengakibatkan orang-orang lebih memilih istirahat karena capek dan lebih memilih salat di rumah saja.

Ada rasa malas dalam diri pribadi

Penyebab lain yang bisa menimbulkan berkurangnya jamaah salat terawih adalah dari dalam individu orang-orang masyarakat sendiri. Kira-kira apa hayo ? ya apalagi kalau bukan malas, mager, ah sudahlah yang sudah terlanjur meracuni pikiran dan hati, yang mengakibatkan melewatkan salat terawih secara berjamaah begitu saja. Hal tersebut terjadi karena penyebab diatas yang sudah dijelaskan yaitu anggapan salat terawih hanyalah ibadah sunah yang tidak berdosa apabila tidak dilaksanakan.

Sibuk berburu diskon

Hal ini sering terjadi disetiap bulan Ramadhan terlebih ketika sudah menjelang lebaran dimana berbagai mall, dan pusat perbelanjaan lainnya saling bersaing untuk memberikan diskon besar-besaran. Sehingga banyak dari masyarakat yang berburu kesempatan tersebut. Biasanya masyarakat lebih memilih berburu pada saat jam salat terawih karena sudah pulang kerja dan sudah berbuka puasa.

Nah kira-kira kalian golongan yang mana ya ?

Sebenarnya sangat disayangkan. Meskipun salat terawih hanyalah ibadah sunah sejatinya hanya ada sebulan dalam setahun. Semua amal perbuatan akan dilipat gandakan termasuk salat terawih, tidak hanya mendapatkan pahala dan keutamaan ibadahnya saja akan tetapi juga mendapatkan keutamaan sosial di masyarakat apabila dilaksanakan di musala ataupun masjid. yuk, mumpung Ramadan masih menyisakan banyak hari, perbanyaklah ibadah salah satunya dengan rajin melaksanakan salat terawih!

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *