Categories:

Oleh: Anggraini Fathiah Ningsih

Pernikahan sendiri adalah peristiwa yang sakral, karena bagi umat muslim pernikahan adalah ibadah yang paling panjang. Bagaikan dua manusia menaiki perahu yang sama untuk menuju kebaikan (surga). Sebagai muslim tentu saja kita harus mengikuti syariat islam, ada beberapa syarat wajib yang harus dilakukan sebelum menikah.

  1. Calon suami maupun calon istri beragama islam
  2. Bukan mahram, maka dari itu perlu menelusuri nasab pasangan yang akan dinikahi
  3. Wali bagi calon pengantin perempuan yang masih memiliki ayah kandung
  4. Selain dihadiri oleh wali nikah untuk calon mempelai perempuan, menikah juga harus dihadiri oleh 2 orang saksi. Kedua orang saksi ini satu berasal dari pihak calon mempelai laki-laki, satu dari calon mempelai perempuan.
  5. Para jumhur ulama melarang nikah saat haji atau umrah (saat ihram). Syarat ini pernah ditegaskan oleh seorang ulama dari mazhab Syafi’i yang menulis dalam kitab “Fathul Qarib al-Mujib”
  6. Tidak adanya paksaan dari salah satu pihak kepada pihak lain

Dengan memenuhi syarat di atas maka generasi Z dapat menikah dengan calon suami/istri. Namun, ada pula yang harus diperhatikan untuk melakukan pernikahan dini.

  1. Kesiapan Ilmu Fiqih

Untuk muslim/ah apabila ingin melakukan pernikahan dini, pastikan memiliki ilmu fiqih yang baik. Menurut Imam Taqiyuddin an-Nabhani dengan berlandaskan pada hadis Nabi yang artinya: “Wahai para pemuda, barang siapa yang telah mampu, hendaklah menikah, sebab dengan menikah ituakan lebih menundukkan pandangan dan akan lebih menjaga kehormatan. Kalau belum mampu, hendaklah berpuasa, sebab puasa akan menjadi perisai bagimu” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka

  1. Financial

Hal ini penting untuk gen-z yang ingin menempuh ke jenjang yang lebih serius, dimana kebutuhan hidup tiap tahunnya meningkat dan banyak gen-z yang berperan sebagai tulang punggung keluarga dan kemungkinan akan menjadi gen sandwich. Maka perhitungan  mengenai keuangan dengan realistis sangatlah penting, karena pernikahan tidak hanya “makan cinta”.

  1. Persiapan Mental

Pasangan gen-z harus mempersiapkan mental untuk berumah tangga, karena perilaku dalam menyikapi suatu kejadian akan berbeda ketika masih “sendiri”. Mempersiapkan parenting yang baik untuk anak dan keluarga agar generasi selanjutnya tidak merasakan broken home yang banyak terjadi pada gen-z.

  1. Keterampilan Hidup

Sekitar  15,33% responden yang mengimpikan pernikahan ideal pada usia 21-24 tahun, dimana pada usia tersebut seseorang berada pada fase produktif. Dibutuhkannya life skill yang harus di miliki calon mempelai pria/wanita (bukan salah satu pihak saja), karena pada masa produktif inilah keduanya harus pintar membagi waktu antara kesibukan pribadi dalam menempuh jenjang karir dan kehidupan pernikahan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *