Seorang jamaah perempuan muda datang tergopoh-gopoh kepada Paijo dan berujar: “Kang saya baru dikirimi postingan di group WA  yang menyatakan bahwa  amalan-amalan yang selama ini dilakukan masyarakat di bulan rajab, sya’ban dan Ramadhan (seperti rojaban, sya’banan dan megengan)  tidak pernah dilakukan nabi. Karena itu amalan itu tidak akan diterima Allah dan bahkan menjadi amalan sesat yang membawa pengamalnya masuk neraka.” 

Paijo (tersenyum) berujar: “Wah hebat sekali penulis postingan sakti itu, sehingga bisa membuat orang yang menshare di media sosial merasa yakin bahwa itu benar. Padahal Allah banyak “menshare” di dalam Al-Qur’an tentang pentingnya memperbanyak amal sholeh setiap saat, tetapi jarang sekali mereka memposting ulang ayat-ayat Allah itu di media sosial.  Inilah salah satu tanda akhir zaman yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad bahwa ummatnya akan lebih percaya “postingan hoax” ketimbang ayat Al-Qur’an. Ketahuilah Ning, kita sama Allah disuruh beramal sholeh setiap ada kesempatan. Tidak musti menunggu bulan-bulan khusus itu. Tetapi jika kita diberi nikmat umur sehingga sampai ke bulan-bulan penuh berkah itu (Rajab, Sya’ban dan Ramadhan) sudah sepantasnya kita lebih banyak bersyukur dengan semakin memperbanyak beramal shalih.  Apakah Ning  sudah  tahu apa yang dilakukan para pengamal ibadah di  bulan-bulan itu?” 

Jamaah : “Ya tahu lah kang, mereka membaca qur’an, puasa sunnah, memperbanyak sholat sunah, sedekah dan do’a, serta bersilaturahmi untuk saling meminta maaf. Tapi menurut selebaran itu semua itu tidak diterima, karena nabi tidak memberi contoh mengkhususnya amal sholeh hanya pada tiga bulan itu saja.” 

Paijo (tertawa keras sebelum kemudian berujar): “Ning, saya yakin yang menulis postingan itu belum pernah ketemu nabi Muhmmad. Sebab Imam Syafi’i gurunya Imam Bukhori yang mengumpulkan hadist sahih yang terkenal itu saja pernah bilang. ” Sudah begitu masyhur dari kalangan orang terdahulu bahwa ada lima malam yang mustajabah (dimana amal dan do’a orang beriman akan diterima/dikabulkan), yakni malam Jum’at, malam idhul Adha, Malam Idhul Fitri, Malam pertama bulan Rojab, dan malam pertengahan bulan Sya’ban.” Imam Syafi’i itu  lahir kira-kira tahun 150 H, jadi masih sempat mengikuti minimal para tabi’in (pengikut para sahabat nabi) atau paling tidak pengikut para tabi’in. Nah yang bikin dan menyebarkan postingan itu kayaknya pengikut hawa nafsu dech, alih-alih beramal saleh malah bikin dan nyebarin postingan yang isinya merasa paling hebat dan benar sendiri .” #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *