Esai yang baik bukan hanya ditunjukkan lewat cara penulis memahat kata-kata, tetapi juga kemampuannya menyuguhkan kejutan di saat-saat yang tepat dan mendatangkan cara pandang yang unik. Pekerjaan ini tak mudah sebab memerlukan renungan dan penguasaan atas masalah dan refleksi atas isu yang dibicarakan. Hasilnya lalu ditulis dengan cara yang tampak sederhana.

Saya sangat terpikat bagaimana M Faizi menulis dengan pilihan judul yang unik untuk menggambarkan Gus Dur: Presiden Oleng. Judul itu sebuah metafora kreatif yang menggambarkan penguasaannya atas dunia jalan raya. Judul tulisannya menjadi judul paling ringkas dibanding 16 judul lain di buku ini.

Gus Dur mirip sopir oleng yang mengemudikan truk-truk pengangkut cabai. “Ketika truk oleng, truk tersebut sedang atraksi, bukan begitu karena jalan rusak atau karena beban terlalu berjibun. Ia murni pertunjukan.”

Bedanya, manuver Gus Dur ketika menjadi presiden bukan karena tengah atraksi, melainkan betul-betul tengah menghindari jalan rusak, banyak cekungan dan lubang. Sedang ia sedang membawa beban dengan sarat muatan. 

Di lain kesempatan, ia membuat kejutan baru. Menyamakan apa yang dilakukan Gus Dur dalam waktu sebentar dengan kelakuan arsitek-arsitek Rusia membuat jalan Palangkaraya Sampai Tangkliling. 

M Faizi menghibur saya dengan diksi-diksi yang tak disangka-sangka. Ia bilang “memimpin republik hanya 21 bulan, 2 tahun kurang, merupakan masa “yang iseng” untuk ukuran kepresidenan di Indonesia.” Di bagian paling akhir ia juga meletakkan dua diksi yang berpunggungan sama sekali dan memberi efek tertentu: tak dapat lagi membedakan mana pujian dan mana cacian.

Saya jadi ingat lagi pertemuan sekali itu dengan penulis yang saya panggil Kiai itu –dan memang ia Kiai di Pesantren Annuqayyah. Saya jadi mafhum tulisannya yang nyentrik lahir dari gayanya yang unik. Ia ahli bermain musik, punya mobil tua yang memiliki mikrofon seperti mobil sirkus, dan seorang petualang. Jika hendak belajar menulis esai, saya sarankan bacalah tulisan ini.

Kalimulya, 27 Januari 2021

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *