JAKARTA- Majelis Masyayikh libatkan para pengasuh pondok pesantren untuk menguji naskah akademik Profil Santri Indonesia. Tercatat, lebih dari 20 pengasuh pesantren dari berbagai daerah / Provinsi dengan beragam disiplin keilmuan turut serta dalam Uji Publik Profil Santri Indonesia di Novotel Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2022). Sebelumnya, Majelis Masyayikh bersama Tim Ahli telah melakukan kajian komprehensif secara akademik dari berbagai literatur termasuk kitab-kitab dan menghasilkan naskah akademik Profil Santri Indonesia.
Ketua Majelis Masyayikh KH. Abdul Ghofarrozin, berharap kehadiran para pengasuh pesantren ini memberikan saran, masukkan, umpan balik dan gambaran-gambaran dari berbagai sisi soal perumusan Profil Santri Indonesia ini. Sebab, sebagai sebuah lembaga penjaminan mutu pesantren yang mandiri dan independen berdasarkan mandat Undang-undang Nomor 18 Tahun tentang Pesantren, Majelis Masyayikh merupakan perwakilan dari Dewan Masyayikh atau Pengasuh Pondok Pesantren.
“Dalam perumusan kebijakan-kebijakannya tentu partisipasi Dewan Masyayikh ini penting, apalagi sebagai stakeholder utama. Termasuk kali ini, dalam uji publik Profil Santri Indonesia, kami sangat butuh naskah akademik ini benar-benar diuji, dikuliti agar memberikan input yang maksimal dalam perumusannya,” terang Gus Rozin.
Sementara itu, Penanggung Jawab Uji Publik Profil Santri Indonesia Dr KH Abdul Ghofur Maimoen mengatakan, Profil Santri Indonesia tidak berangkat dalam ruang kosong. Akan tetapi merupakan terjemahan dari tujuan pendidikan pesantren, yang berfungsi sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan pesantren.
“Jika kita lihat, tujuan Pesantren dalam UU No. 18 tahun 2019 pasal 3 dinyatakan sebagai berikut, kesatu, membentuk individu yang unggul di berbagai bidang yang memahami dan mengamalkan nilai ajaran agamanya dan atau menjadi ahli ilmu agama yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, mandiri, tolong-menolong, seimbang, dan moderat; kedua, membentuk pemahaman agama dan keberagamaan yang moderat dan cinta tanah air serta membentuk perilaku yang mendorong terciptanya kerukunan hidup beragama; dan ketiga, meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berdaya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan warga negara dan kesejahteraan sosial masyarakat,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini.
Gus Ghofur juga menyebut, Profil Santri Indonesia ini nantinya akan memiliki kriteria-kriteria seperti karakter ideal santri, kompetensi dasar dan lulusan santri, serta acuan penyelenggaraan Pendidikan pesantren untuk mewujudkan khittah pesantren dan cita-cita berbangsa dan bernegara.
“Majelis Masyayikh sebagai Lembaga penjaminan mutu Pendidikan pesantren berkomitmen dalam penguatan dan penjaminan mutu pesantren. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan mendefinisikan Profil Santri Indonesia,” ujarnya.
Putra KH. Maimoen Zubair juga menambahkan, uji publik naskah akademik Profil Santri Indonesia ini akan digelar dua tahap di mana pada tahap kesatu, yakni 3-5 November 2022 mengundang para pengasuh pondok pesantren. Lalu, pada tahap kedua, akan dilaksanakan pada 10-12 November dengan mengundang asosiasi-asosiasi Pendidikan pesantren dari berbagai satuan Pendidikan.
Diharapkan, dalam rangkaian proses uji publik Profil Santri Indonesia ini, akan memperkaya insight, cara pandang serta gambaran cita-cita profil ideal seorang santri yang merupakan lulusan pesantren. Profil Santri Indonesia akan memberikan, gambaran pada karakter santri Indonesia, peran dan partisipasi dalam masyarakat dan pembangunan global, serta yang tak kalah penting dalam hal referensi kriteria mutu Pendidikan pesantren serta standar kompetensi lulusan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *