Categories:

Oleh: Habib Ikhwan (Mahasiswa UIN Jakarta prodi Bahasa dan Sastra Arab)

Sebagai seorang muslim sudah tak asing lagi tentunya dengan kata qosidah, qosidah adalah sebuah syair yang berisikan pujian pujian kepada Allah SWT dan Rosulnya yakni Nabi Muhammad SAW. Dalam menjalini sebuah kehidupan tentunya kita membutuhkan sebuah hiburan. Dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan agama hidup menjadi terarah, qosidah inilah yang bisa membuat hidup kita lebih indah dengan lantunan-lantunan merdu didalamnya.

Kita sebagai manusia yang terlahir jauh dari zaman sahabat dan zaman kenabian, manusia yang tidak pernah melihat bagaimana sempurnanya sosok Rosulullah SAW, betapa sempurnanya perawakan Rosulullah SAW. Setiap muslim didunia ini pasti mendambakan rasa ingin berjumpa dengan Rosulullah SAW walaupun hanya lewat mimpi, disinilah fungsi dan tujuan dari qosidah, dimana kita menyanyikan dan mengagungkan sosok manusia yang amat begitu sempurna, mungkin saja dengan cara kita sering memuji namanya, memuji akhlaq serta sifat nya kita diizinkan oleh Allah SWT untuk berjumpa dengan kekasihnya walaupun hanya lewat mimpi kita. Aaamiin Allahumma Aaamiin.

Qosidah sendiri adalah sebuah seni tradisional yang masih sering kita jumpai di negeri ini, qosidah adalah sebuah seni menggunakan alat yang biasa kita namakan dengan istilah rebbana. Isi dari qosidah adalah sholawat, pujian-pujian kepada Allah SWT dan lain sebagainya.

Di antara hak Nabi SAW yang disyari’atkan Allah SWT atas umatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau. Allah SWT dan para Malaikat-Nya telah bershalawat kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Allah SWT, memerintahkan kepada para hamba-Nya agar mengucapkan shalawat dan taslim kepada beliau. Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab:56).

Setiap penulisan qosidah pasti memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing, salah satu qosidah yang saya anggap cukup unik dan menarik adalah qosidah lamiyah (qosidah yang diakhiri dengan huruf lam). Salah satu contoh kitab yang membahas tentang qosidah lamiyah adalah karya Abi al-Asybal Salim ibn Ahmad ibn Jindan dengan kitab karangannya yang berjudul syarah al-lamiyah.

Kitab ini diawali dengan : anna siwā an-nabī  ṣallallāhu ‘alaihi wa ālihi wa sallam illā an yakūna sulaiman ibn rā’i wa ‘alaihā as-sāmu Bismillāhirraḥmānirraḥīm wa akhraja ad-dāruquṭnī  ‘an ibn Umar raḍiyallāhu ‘anhu anna Rasulallāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam qāla kāna Jibrīl… serta pada bagian akhirnya di akhiri dengan : .. ‘ala al-bukhāri aiḍan wallāhi rawā al imām asy-syāfi‘i raḥimahullāh ḥaiṡu yaqūlu ‘ala ālihir rasūl ṣalātu rabbī  # wa lī  bntihi ‘ilmun tilka an-nabi fa‘alaihi Wa rawainā bi al’isnādi Muhammad ibn Ismail ibn Muhammad ..

Bagaimanasih contoh yang lebih jelas pada qosidah lamiyah ? nah, dalam kitab Mandzuumah Laamiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ada beberapa contoh diantaranya :

يا سَائِلي عَنْ مَذْهَبِي وعَقيدَتِي

رُزِقَ الهُدى مَنْ لِلْهِدايةِ يَسْأَل

Wahai orang yang bertanya tentang mazhab dan aqidahku # semoga diberi anugrah petunjuk orang yang bertanya tentang hidayah.

اسمَعْ كَلامَ مُحَقِّقٍ في قَـولـِه

لا يَنْـثَني عَنـهُ ولا يَتَبَـدَّل

Dengarkanlah pembicaraan ahli tahqiq didalam perkataannya # Dia tidak pernah mundur dan berubah dari perkataannya.

حُبُّ الصَّحابَةِ كُلهمْ لي مَذْهَبٌ

وَمَوَدَّةُ القُرْبى بِها أَتَوَسّــل  

Mencintai sahabat seluruhnya merupakan mazhabku # Dan memberikan loyalitas kecintaan kepada kerabat nabi dengan itu aku bertawasul.

One response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *