Rasulullah saw kakek buyut para Habib, Sayyid, Syarif diutus untuk menyempurnakan akhlaq. Dan pada dirinya terdapat akhlaq yang luhur sebagai bekal sebelum memperbaiki yang lain.

Indahkan lisanmu, rendahkan suaramu, atur sikapmu dan buktikan hidupmu tak butuh dunia dengan tidak mengumpulkan harta dan kesenangan baru kami akan mengikut —

*^^^**

Ketika sahabat bertanya, apakah akhlaq Rasulullah itu ? Aisyah ra menjawab : al Quran.

Jadi Nabi saw adalah interprestasi firman Allah. Manusia Agung. Manusia Luhur. Manusia Berbudi, terus berdakwah bukan karena menginginkan kekuasaan atau sejumput penghargaan tapi karena akhlaqnya. Lisannya dan perihidupnya adalah teladan termasuk kehidupan rumah tangga dan trac-record asmaranya.

Tak ada kabar mesum dengan siapapun agar terpercaya. Tidak pernah ada kabar dusta tentang nabi saw. Sebab sepanjang hidupnya nabi saw tak pernah berdusta sebab itu beliau diberi gelar Al Amien bahkan oleh musuh yang paling membencinya. Jadi tak ada celah dalam diri nabi saw itu.

Jadi Rasulullah saw adalah manusia ideal yang di gambarkan dalam Al Quran. Manusia tanpa cela. Manusia tanpa cacat. Dan dijaga dari kesalahan. Jadi Rasulullah tak pernah salah. Ucapan, tindakan dan diamnya adalah sunah.

*^^**

Rasulullah itu ganteng, dan siapapun yang memandang akan tertunduk— bukan sebaliknya. Badannya sedap di pandang, wajahnya bersinar, tutur katanya lembut, tidak suka pidato, bicaranya ringkas dan efisien, di rumahnya hanya ada sebuah nampan dan tidur di atas pelepah kurma.

Beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, tidak pernah menyimpan apalagi ada sisa makanan. Tak ada kendaraan atau baju mewah.

Semua hal-hal baik terkumpul dalam diri Rasulullah saw—

Dengan ketinggian budi luhurnya, Rasulullah saw di utus untuk menyempurnakan bukan merevolusi. Merawat dan memperbaiki yang sudah baik bukan sebaliknya — sikap kerendah hatian, tawadhu dan lembut, bukan beringas lagi kasar. Rasulullah saw adalah tolak ukur bagi siapapun yang mengaku baik.

*^^^*

Saya percaya, Allah Maha Tahu dan siapa yang benar-benar ingin berbuat bajik untuk izzul Islam insya Allah akan dilindungi, dijaga dan diberkahi, meski nampak tak sedap dipandang. Setiap niat bathil pasti binasa — meski dibungkus jubah lapis tujuh. Allahumma Shalli ‘Alaihi

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *