Kemarin disebutkan bahwa Rosululloh lahir di Makkah 53 tahun sebelum hijrah. Kemudian ditetapkan menjadi Nabi 13 tahun sebelum hijrah. Dan wafat pada tahun ke 11 hijriah.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang orang-orang yang terakhir wafat dari kalangan shohabat Nabi dan tabi’in.
Shohabat yang wafat terakhir dari sepuluh shahabat yang mendapatkan kabar gembira berupa surga (Al-Asyaroh Al-Mubasyarina Bil Jannah) adalah Sa’ad bin Abi Waqqosh. Beliau wafat di Madinah tahun 55 H.
Shohabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti perang badar adalah Abul Yasar Ka’ab bin Amr Al-Anshori. Beliau wafat di Madinah tahun 55 H.
Istri Rosululloh yang wafat terakhir adalah Ummu Salamah Al-Makhzumiyyah. Beliau wafat di Madinah tahun 62 H.
Shohabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti Bai’atul Aqobah adalah Jabir bin Abdillah Al-Anshori. Beliau wafat pada tahun 78 H.
Shohabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti Bai’atur Ridlwan adalah Amr bin Huraist. Beliau wafat di Makkah pada tahun 86 H.
Shohabat yang wafat terakhir dan dulunya mengikuti sholat di dua Kiblat, Makkah dan Baitul Maqdis adalah Abdulloh bin Busr Al-Mazini. Beliau wafat di Syam pada tahun 88 H.
Shohabat yang wafat terakhir dan mempunyai riwayat yang banyak dari Nabi adalah Sahl bin Sa’ad Al-Sa’idi. Beliau wafat pada tahun 88 H.
Shohabat yang wafat terakhir dari kalangan shohabat yang memiliki hadist banyak adalah Anas bin Malik, khodim atau pelayan Rosululloh. Beliau wafat di Bashroh pada tahun 93 H.
Shohabat yang wafat terakhir di Madinah dan waktu kecilnya beliau melihat Nabi Muhammad adalah Mahmud bin Al-Robi’ Al-Khozroji. Beliau wafat pada tahun 99 H.
Shohabat terakhir yang wafat menurut kesepakatan ahli sejarah adalah Abul Thufail ‘Amir bin Watsilah Al-Laitsi. Belum wafat di Makkah pada tahun 110 H.
Dari keterangan ini bisa kita ketahui bahwa kurun shohabat adalah 99 tahun, dimulai dari wafatnya Rosululloh pada tahun ke 11 H dan berakhir dengan wafatnya Abul Thufail pada tahun 110 H.
Tabi’in yang banyak meriwayatkan hadist dan pernah berguru kepada Sayyidina Ali bin Abi Tholib yang wafat terakhir adalah Abu Ishaq Al-Sabi’i Al-Hamadani. Beliau wafat di Kufah tahun 129 H pada masa-masa akhir pemerintahan Bani Umayyah.
Tabi’in yang wafat terakhir dan menjadi murid Sayyidina Ali bin Abi Tholib adalah Abdul Malik bin Umair Al-Kufi. Beliau wafat pada tahun 136 H pada masa pemerintahan Bani Abbas.
Tabi’in yang wafat terakhir dan termasuk salah satu tabi’in yang mempunyai riwayat hadits yang banyak adalah Sulaiman bin Mihron Al-A’masy. Beliau wafat pada tahun 148 H.
Sedangkan tabi’in yang wafat terakhir adalah Kholaf bin Kholifah Al-Kufi. Umur beliau lebih dari seratus tahun. Beliau mengatakan bahwa saat berumur tujuh tahun melihat Amr bin Huraist salah seorang shohabat Nabi. Beliau wafat pada tahun 181 H.
Sampai sini dapat kita ketahui bahwa antara wafatnya shohabat terakhir (110 H) dengan wafatnya tabi’in terakhir (181 H) memiliki selisih 71 tahun.
Bila kita hitung mulai tahun lahirnya Nabi, maka tahun terakhir hidupnya shohabat adalah 163, sedangkan tahun terakhir hidupnya tabi’in adalah 234.

No responses yet