Bulan ramadhan tahun 1442 H segera tiba, tinggal menghitung hari. Banyaknya keistimewaan yg hadir pada bulan Ramadhan tahun ini, haruslah kita sambut dgn riang gembira. Rasulullah pun bergembira menyambut bulan Ramadhan dgn sabdanya yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu : 

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ  

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yg diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu2 langit, dan ditutuplah pintu2 neraka, dan syaitan2 dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yg nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yg tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun.” (Hadits riwayat Imam An-Nasa’i rahimahullah, wafat 28 Agustus 915 M di Mekkah dan Imam Ahmad Bin Hambal rahimahullah, 780 – 855 M, Bagdad, Irak)

Salah satunya, kita perbanyak doa sebagai berikut : 

اَللّٰهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

Allaahumma sallimnii ilaa romadhoona wa sallim lii romadhoona wa tasallamhu miniii mutaqobbalaa

“Ya Allah, antarkan lah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkan lah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” 

Doa ini, diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, sebagaimana dalam hadis yg diceritakan dari Sahabat Ubadah bin Ash-Shamit (Abul Walid Ubadah bin ash-Shamit bin Qais al-Anshari al-Khazraji) radliyallahu anhu (586 M, Madinah –  655 M, Ramla, Israel) :

“Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, mengajari kami beberapa kalimat apabila telah datang bulan Ramadan, Allahumma sallimni ila ramadhana wa sallim li ramadhana wa tasallamhu minni minni mustaqbala.” (HR. Imam At-Thabrani rahimahullah, Kamis, 26 September 971 M / 28 Dzulqa’idah 360 H dan Imam Al-Dailami rahimahullah wafat Rabu 19 Rajab 509 H / 15 Desember 1115 M)

Doa tsb juga diriwayatkan dan sering dibaca oleh Ulama kibar tabi’in, yaitu Abu Nashr Yahya bin Abi Katsir Shalih bin Al Mutawakkil Ath-Tha’i Al-Bashri atau Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah (wafat 132 H / 749 M, hidup di Yamamah).

Sumber: Disarikan dari hadis riwayat Imam Ahmad Bin Hambal, Imam An-Nasai, Ima At-Thabarani, dan Imam Al-Dailami rahimahumullah. Termaktub juga dalam kitab Lathaiful Ma ‘arif fima li Mawasimil Ami minal Wadhaif, karya Abdurahman bin Syihabuddin Ahmad bin Rajab bin Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abil Barakat Mas’ud al Hafidz Zainuddin Abul Faraj al Baghdadi al Dimasyqi al Hanbali atau Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah (4 November 1335, Bagdad, Irak – 14 Juli 1393 M di Damaskus, Suriah)

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *