Kapan hari saya pernah menulis tentang hasil diskusi saya dengan para santri untuk menguatkan psikologis mereka saat menghadapi pandemi. Poinnya, sewaktu informasi pagebluk gencar disuarakan, maka bisa memunculkan beragam respon dan persepsi. Bagi orang-orang tertentu akan bisa menyebabkan takut kebacut atau khawatir berlebih yang dapat mempengaruhi kesehatan pisiknya.

Semingguan yang lalu ada seorang santri dari Surabaya yang  lapor tidak bisa membau hidungnya dan tidak bisa merasa pada lidahnya. Karena dia sedikit batuk, maka daripada batuknya menular, dia dipulangkan. Oh ya, saat ini kalau ada yang batuk memang repot. Karena kadung tersebar informasi bahwa gejala klinis terkait covid antara lain  adalah demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, gangguan pernafasan dan lainnya.

Sebelum pulang, orangtuanya kita pesan, tidak perlu swab tapi cukup  diam di rumah saja agar cepat sembuh batuknya dan tenang dirinya sehingga bisa cepat normal kembali. Namun orangtuanya khawatir anaknya positif, akhirnya diswab nasofaring. Hasilnya negatif.

Selanjutnya si santri diantar kembali ke pondok. Kemarin, saat selesai mengaji (si santri ngajinya bagus dan sudah hafal juz pertama) saya tanya, “Apa benar kamu kapan hari itu tidak bisa membau dan merasa?” Jawabnya benar. Lalu saya tanya lagi, “Apa sampai sekarang masih tidak bisa membau dan merasa?” Jawabnya ya. 

Saya kaget, karena pikiran saya, dia sudah kembali ke pondok berarti sudah normal inderanya dan batuknya. Terlebih anak ini terlihat sehat, pisiknya kelihatan kalis. Maka dengan segera saya ambilkan suatu cairan sisa sekian tahun lalu yang tinggal beberapa tetes.  Lalu  saya suruh mencium tapi jangan dilekatkan ke hidung. 

Apa yang terjadi? Baru mau didekatkan ke hidung, dia langsung bereaksi. Saya tanya, “Katamu gak bisa membau?” Lalu saya kasih kayu putih untuk dihirup, kata dia juga bisa mencium bau minyak kayu putih. Alhamdulillah.

Semoga kita terhindar dari “gangguan” semua virus, termasuk  gangguan setan, terutama setan kepala hitam yang kadang lebih tega di saat pandemi ini, terkutuk setan yang demikian. Bila ada diantara kita yang  terpapar, semoga tetap sehat. Bagi yang  kena PHK, semoga cepat kerja lagi. Bagi jomblo, semoga cepat dapat jodoh.

*** Rasa khawatir, takut, bingung, gelisah dan sejenisnya (asal tidak kebablasan) adalah baik karena merupakan karunia Tuhan agar kita bisa  waspada dan berusaha mengatasinya. Sekalipun telah berusaha, yang namanya nasib bejo atau untung tetap ada.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *