Oleh: Indri Prasetiani ( Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta)
Menurut Firdaus Dosen (UINAM), dalam jurnal Sedekah Dalam Perspektif Al-Qur’an (vol 3, tahun 2007) menjelaskan bahwa sedekah berasal dari kata shadaqoh yang bermakna benar, sedangkan secara terminologi syariat, sedekah memiliki makna yang sama dengan infak yang berarti mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan atau penghasilan untuk sesuatu kepentingan yang diperintahkan ajaran islam.
Menurut Al-Jurjani, seorang pakar bahasa Arab dan pengarang buku At-Ta’rifat, mengartikan sedekah sebagai pemberian seseorang secara ikhlas kepada yang berhak menerimanya yang diiringi oleh pemberian pahala dari Allah Swt. Menurut Ibnu Sulaiman Slamet, dalam jurnal Shadaqah Dalam Perspektif Hadis Nabi (vol XXI, tahun 2011) menjelaskan bahwa yang berhak menerima sedekah adalah, sebagaimana sabda Nabi Saw:
عن ابن ان عمر رضي الّله عنه و جدما لابخيبر فاتي النبي صلي الّله عليه وسلم فاخبره قال ان شعت تصدقت بها في الفقراء والمساكين وذي القربي والضيف
Artinya: “Umar mendapat harta pada perang khaebar kemudian ia mendatangi Rasulullah Saw untuk memberitahukannya maka beliau pun bersabda jika kamu ingin bershadaqah dari harta tersebut maka shadaqahkanlah kepada fakir, miskin, kaum kerabat, dan tamu.” (HR. Bukhari).
Dari hadis tersebut, Rasulullah Saw mengajarkan kita secara tersirat bahwa apabila kita mendapat sesuatu kenikmatan yang lebih, maka dianjurkan untuk berbagi ke sesama manusia. Dalam konteks di sini, bukan hanya mendapat harta yang berlimpah, tetapi bisa dengan kenikmatan-kenikmatan yang lain yang membuat hati sesama menjadi bahagia. Sebagaimana dengan kutipan hadis Rasulullah Saw:
عن ابي ذر عن النبي صلي الّله عليه وسلم انه قال يصبح علي كل سلامي من احدكم صدقة فكل تسبيحة صدقة وكل تحميدة صدقة وكل تهليلة صدقة وكل تكبير صدقة وامر بالمعروف صدقة ونهي عن المنكر صدقة ويجزي من ذلك ركعات يركعهما من الضحى
Artinya: “Dari Abi Jar, bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Setiap persedian (tubuh), salah seorang dari kalian (mesti) ada yang shadaqah, setiap tasbih ada shadaqah, setiap tahmid ada shadaqah, setiap tahlil ada shadaqah, setiap takbir ada shadaqah, menyuruh (orang) berbuat baik ada shadaqah dan mencegah (orang) berbuat jahat ada shadaqah, dan dua rahmat rakaat diwaktu dhuha mencukupi semua itu.” (HR. Muslim).
Dari semua tulisan di atas bisa kita kaitkan bahwa sedekah tidak hanya terpaku pada harta saja, melainkan juga bisa dalam bentuk hal lain, yang bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja. Serta tidak termasuk tempat-tempat yang dilarang, seperti di dalam kamar mandi dan WC. Kemudian, bentuk hal lain apa yang bisa kita jadikan sebagai sedekah? Mari kita lihat penjelasan di bawah ini.
Bersedekah Tanpa Harta
Menurut Khalid bin Sulaiman ar-Rabai’i, dalam kitab Min Ajaib as Sadaqah menjelaskan bahwa, terdapat beberapa amal mudah untuk bersedekah tanpa harta yang dapat dilakukan semua orang dengan cara: Pertama, sedekah dengan hati. Maksudnya apa? Seseorang yang bersedekah dengan niat yang tulus. Maksud niat yang tulus di sini adalah, ketika seseorang ingin bersedekah tetapi tidak memiliki harta dan ia hanya berniat saja untuk melakukan kebaikan, maka Allah Swt akan berikan ia pahala yang sama seperti bersedekah dengan harta.
Kedua, sedekah dengan lisan. Maksudnya apa? Kita bisa bersedekah untuk diri sendiri dengan cara kita berzikir kepada Allah, seperti: membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), serta tahlil (Laillaha Illallah). Berzikir bukan hanya untuk bersedekah saja, tetapi juga untuk meningkatkan ketawakalan kita terdahap Allah Swt. Kemudian, bersedekah dengan perkataan yang baik akan menjauhkan permusuhan di antara manusia. Bersedekah dengan perkataan yang baik juga dapat berupa memerintahkan yang baik dan mencegah kemungkaran.
Ketiga, sedekah dengan perbuatan. Sedekah ini merupakan salah satu cara yang sangat mudah untuk dilakukan semua orang, apa ya itu? Dia adalah bersedekah dengan senyuman kita hanya menunjukkan wajah yang ceria ke semua orang, mudah banget ya cara islam itu untuk bersedekah.
Sebagaimana sabda Nabi Saw:
تبسّمك في وجه ٲخيك لك صدقة
Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi).
Kemudian, sedekah dengan perbuatan juga dapat berupa salat dan puasa. Sedekah ini merupakan sedekah untuk diri sendiri. Orang yang berjalan untuk pergi ke masjid merupakan sedekah. Kemudian, ketika kita ingin mendapat sedekah unta, domba, ayam, dan telur. Maka, segera pergi ke masjid untuk salat jumat. Lalu ketika kita mau mendapatkan sedekah berupa haji dan umrah setiap hari, maka segera pergi ke masjid dengan keadaan suci. Dan ada pula sedekah hanya dengan salat Dhuha dua rakaat, karena dengan cara kita menjaga salat ini akan mendatangkan rezeki untuk kita. Wah enak banget ya. Dengan cara seperti itu kita dapat bersedekah bahkan menambah pahala untuk diri kita sendiri.
Keempat, mendamaikan orang dengan cara meredamkan persilihan antar sesama manusia dan membatu sesama juga merupakan sedekah. Sedekah dengan membantu sesama contohnya yaitu dengan cara membantu orang lain untuk menaikan barang bawaannya ke atas kendaraan, menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat, serta memberi air minum baik untuk hewan ataupun manusia.
Kelima, menafkahi keluarga. Seorang suami yang bekerja untuk mencari nafkah dengan ikhlas dan mengharapkan pahala kepada Allah Swt itu juga termasuk sedekah. Karena seseorang yang sudah membangun rumah tangga, terutama seorang suami mempunyai kewajiban dalam menghidupkan keluarganya dengan cara memberi nafkah secara lahir, seperti: memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal.
Dan yang terakhir, mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Kita tidak perlu menunggu untuk mempunyai ilmu yang banyak ketika ingin mengajarkan kepada lain, cukup sampaikan walau satu ayat. Maksudnya adalah sampaikan ilmu atas apa yang sudah kita ketahui kepada orang lain yang belum mengetahuinya.
Itulah, cara bersedekah yang paling mudah tanpa harta. Semoga kita bisa mengamalkan cara yang sudah disebutkan di atas, jika memang kita berat untuk melaksanakan semuanya. Kita bisa memilih salah satu di antaranya. Tetapi kalau bisa melaksanakan semuanya kenapa tidak. Sebagai umat islam kita harus memperbanyak sedekah baik, sedekah berupa harta atau tidak. Karena Allah Swt menyukai orang-orang yang melakukan segala ibadah baik yang dilakukan besar maupun kecil.

No responses yet