Categories:

Oleh; Samsul Maarip (Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta )

Manuskrip adalah hal yang paling penting pada sejarah bangsa kita, karena sebuah manuskrip selalu memilki hal yang memberikan pengetahuan baru yang didapat pada zaman dahulu, isi kandungan manuskrip pun bermacam-macam ada manuskrip yang menceritakan tentang penyakit, tentang bencana alam, pengobatan, sastra, sejarah dll, banyak hal yang ditulis oleh orang zaman dulu dengan teknologi yang masih terbatas orang zaman dulu menulis manuskrip dengan ditulis tangan menggunakan beberapa bahan yang ada di dekat mereka contohnya kulit kayu lontar yang dijadikan media untuk menulis semua ide atau pengetahuan yang dimilki oleh mereka.

Begitu banyak kandungan dalam manuskrip dengan demikian, sangatlah penting bagi kita untuk mulai menggali dan mengetahui  manuskrip-manuskrip yang ada di Indonesia. Hal itu sejalan dengan banyaknya pendigitalisasian manuskrip yang dilaksanakan oleh banyak lembaga yang berfokus pada pelestarian manuskrip salah satunya adalah Dreamsea yang mencari manuskrip di Nusantara untuk mendigitalisasikannya sehingga dengan kemodernan zaman sekarang manuskrip yang umurnya ratusan bahkan ribuan tahun bisa kita baca dan memahami isi kandungan yang terdapat di dalamnya.

Seperti yang dipaparkan di atas manuskrip memilki banyak isi kandungan salah satunya sejarah-sejarah yang terjadi di Nusantara, manuskrip Syair Pangeran Syarif Hasyim ini merupakan mansukrip yang ditulis dengan menggunakan bahasa melayu dan arab yang didigitalisasikan di Universitas Leiden Belanda, manuskrip ini ditulis oleh Engku Raja Al Haj  Daud ibnu Ahmad pada tanggal 16 Juni 1870 di penyenggat Riau Manuskrip ini bebentuk syair.

Pengertian syair sendiri  merupakan puisi klasik yang memiliki bait-bait, orang zaman dulu terkhusus di Nusantara sangat lekat sekali dengan syair-syair biasanya dibacakan dengan cara menggunakan langgam atau seperti nyanyian, syair sendiri merupakan sebuah karya sastra yang masih sangat penting keberadaannya di masyarakat kita karena dengan lewat syair masyarakat di Nusantara bisa memberikan berbagai macam pandangan hidup yang ingin disampaikan kepada kita orang-orang modern.

Keunikan Manuskrip Syair Pangeran Syarif Hasyim.

Sebelum membahas isi yang terdapat dalam manuskrip ada beberapa keuinikan yang terdapat pada manuskrip ini, penulis mengatakan unik karena banyak hal-hal yang tidak biasa yang dituangkan dalam manuskrip Syair Pangeran Syarif Hasyim.beberapa hal itu adalah sebagai berikut;

  1. Memilki Surat yang ditunjukan untuk pimpinan tertinggi.

Keuinakan yang pertama yang terdapat pada manuskrip adalah adanya suarat yang ditunjukan untuk pemimpin pada masa itu, surat ini ditulis oleh Pangeran Syarif Hasyim yang isinya merupakan penyampaian bahwa manuskrip ini akan dipersembahakan kepada Tromp C.C. sebagai pimpinan tertinggi  Residen Banjarmasin pada tahun 1870-1875  masa itu, selanjutnya yang memberikan citra yang unik adalah adanya stempel yang terdapat pada zaman dulu, stempel ini bertuliskan nama Pangeran Syarif Hasyim, hal ini memberikan gambaran bahwa stempel pada sebuah lembaga dari zaman dahulu sudah ada dan menjadikan sebuah ciri bahwa surat ataupun perintah yang memilki tanda tangan dan stempel adalah surat resmi yang bersifat formal.

  • Memilki simbol-simbol

Keunikan yang kedua yang ada dalam manuskrip adalah memilki simbol-simbol, simbol ini memilki beberapa bentuk, simbol ini terdapat pada lembaran awal manuskrip memilki dua simbol yang pertama ada simbol gambar pedang entah samurai ataupun pedang biasa, tetapi memilki panjang yang menyerupai pedang, selanjutnya gambar itu dihiasi dengan warna ijo lumut sedikit keemas-emasan di sampingnya memuilki kurungan pigura dengan hiasan bunga-bunga yang berwarna ungu, di sebelah kiri hiasan ada gambar gambar tiang dan memiliki bentuk seolah ada bendera yang sedang berkibar di atas tiang itu, dan sebelah kanan hiasan ada tiga gambar payung kerajaan yang berwarna ijo lumut keemas-emasan.

Simbol kedua di lembar sebelah kiri ada gambar mirip kalung atau liontin zaman dulu yang di dalam liontin itu ada tulisan mungkin bahasa belanda tetapi ditulis dengan huruf biasa yang kita kenal, yang menuliskan nama pangeran Syarif Hasyim, selanjutnya gambar liontin itu diberi hiasan atau pigura seperti goresan goresan batik dan beberapa titik-titik yang melingkari liontin itu selanjutnya di empat sudut ada gambar daun-daun dari tanaman yang entah tanaman apa keunikan ini bisa menjadi bahan kajian ahli Paleografi dalam melihat simbol-simbol yang ada dalam manuskrip ini.

  • Memiliki pasal-pasal

Keuinkan sleanjutnya adalah dalam manuskrip ini memilki pasal-pasal ada 23 pasal yang terdapat dalam manuskrip, yang setiap pasal merupkan sub bab bahasan yang berbeda dalam manuskrip ini dari pasal pertama sejarah Pangeran Syarif Hasyim sampai pasal ke 23 terakhir membahas tentang pembuatan manuskrip. Pasal ini memberikan kemudahan bagi para pembaca sehingga tidak susah untuk memahanmi isi dari manuskrip.

Itulah beberapa keunikan yang terdapat pada manuskrip Syair Pangeran Syarif Hasyim yangmana keunikan yang terdapat itu merupakan bentuk ciri khas yang dimilki oleh setiap manuskrip dan pasti setiap manuskrip memilki keuinakan yang berbeda yang membuat kita tertarik untuk membacanya.

Manuskrip Syair Pangeran Syarif Hasyim

Manuskrip syair pangeran Syarif Hasyim menjelaskan tentang sejarah perjalanan Pangeran Syarif Hasyim dan perang di Banjarmasin  sejarah memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji karena dengan kita mengingat sejarah kita tidak akan lupa terhadap perjuangan bangsa kita setiap negara pasti memilki sejarah yang dimilki hal yang sudah terlewati merupakan hal yang sangat sulit untuk kita ketahui jika tidak ada media yang memberitahukan kita, contohnya seperti manuskrip yang ditulis tangan dan memberikan pengetahuan baru untuk orang zaman sekarang yang asalnya tidak mengenal hal yang terjadi zaman dahulu sekarang sedikit-sedikit lebih memahami lewat manuskrip yang ditemukan.

Manuskrip di atas memilki dua sejarah yang  harus kita ketahui pertama adalah menceritakan tentang Pangeran Syarif Hasyim yang merupakan seseorang yang gagah berani yang ditugaskan untuk memberantas brandal-brandal yang membrontak pada pemerintahan belanda, pada masa Mayor Vespijk menjadi residen di Banjarmasin, sejarah menceritkan brandal-brandal yang memberontak dipimpin oleh hidayatullah, pembrontakan makin menjadi-jadi sehingga regen belanda terbunuh, sehingga pangeran Syarif Hasyim melancarkan serangan terhadap benteng-benteng gerombolan yang memberontak sehingga Hidayatullah merasa terdesak dan meminta ampun dengan menyerahkan diri, dan  Hidayatullah pun menjadi tahanan, tetapi ketika tahu akan dipindahkan ke Betawi maka Hidayatullah pun melarikan diri, sehingga pengeran Syarif Hasyim mencari dan menahan seluruh keluarga Hidayatullah anak beserta istrinya, sehinngga membuat Hidayatullah resah dan akhirnya menyerahkan diri lagi kepada pemerintahan.  Kemudain hidayatullah dibawa ke Betawi dengan aman.

Selanjutnya pangeran Syarif Hasyim diangkat mejadi raja di kerajaan canal manunggal, dan misi menumpas pemberontakan masih berelanjut, pemebrontakan yang dipimpin oleh Damang Wungkang yang membrontak  di Banjarmasin. kemudian Pangeran Syarif Hasyim mendapat bantuan dari jepang dan akhirnya Damang Wungkang bisa dilumpuhkan, kemudian Banjarmasin aman dengan kepemimpinan Pangeran Syarif Hasyim.

Selanjutnya sejarah yang kedua yaitu peperangan yang terjadi di Banjarmasin peprangan ini adalah perang menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh para berandal yang tidak patuh pada pemerintahan pada naskah manuskrip yang ditemukan oleh penulis perang di sini yaitu pada saat indonesia masih dikuasai oleh Belanda dan kerajaan masih mendukung dengan pemerintahan Belanda dengan pusat pemerintahan oleh  Mayor Vespijk yang menjadi residen di Banjarmasin, peperangan dengan para pemberontak yang paling terkenal adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Hidayatullah, yang meresahkan pemerintahan hingga akhirnya bisa diredam dan Banjarmasin kembali menjadi aman.

Dua sejarah tadi yang terdapat pada manuskrip Syair Sarif Hasyim memberikan gambaran kepada kita bahwa manuskrip memberikan berbagai informasi zaman dahulu yang tidak dirasakan oleh masyrakat zaman sekarang, manuskrip ini memberikan keilmuan yang mendalam lewat tulisan gtangan para terdahulu, untuk itu kita senantiasa harus merawat budaya dan warisan kita terutama yang berbentuk manuskrip, akses untuk mempelajari itu sangatlah terbuka bagi kita dengan kemodernan zaman yang semakin hari semakin canggih, sehingga untuk menemukan manuskrip sudah begitu mudah tinggal keilmuan dalam bidang itu yang harus kita olah dan kita tingkatkan agar kita bisa memahami dan mengetahui isi dari kandungan manuskrip yang ada, salah satu keilmuan yaitu dengan mempelajari Filologi yang berfokus terhadap manuskrip, disusuk dengan ilmu Kodikologi dan bisa juga paleografi.

Selanjutnya bagi kita penerus keilmuan terutama anak muda mari berasama-sama melestraikan budaya Nusantara terkhusus budaya Indonesia manuskrip akan memberikan pandangan kita semakin luas dalam mengkaji keilmuan yang adaterhadap zaman yang sudah terlampaui berbagai informasi yang datang dan bisa dijadikan acuan untuk kedepannya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *