Terompet adalah hasil peradaban. Termasuk mercon, kembang api, gamis atau cadar bahkan pedang hingga pistol—sayang bila ditiadakan. Perayaan tahun baru bakal sepi tanpa terompet dan mercon sebagaimana hari raya Ied sepi tanpa takbir keliling, bedhug dan kendhuri. 

*^^^*

Jam tangan Rolex temuan Yahudi tengik Hans Wilsdorf pada tahun 1905 di pusat Kresten London itu juga hasil peradaban, halal dipakai bagi yang mampu beli dan haram bagi yang tak berkemampuan.  Thomas Alva Edhison yang dijuluki si penyihir menlo park ini menemukan lampu yang menemani para salihin nderes Quran—

Tahun masehi adalah hasil peradaban dihitung sejak kelahiran nabi Isa al Masih, tahun Hijriah juga sebagai penanda dan awal hitung dimulai ketika Nabi saw hijrah—yang pertama menggunakan matahari dan yang kedua menggunakan rembulan sebagai hitungan—

Matahari dan bulan adalah rahmat Tuhan bagi semesta alam. Pada gerhana matahari kita diperintah shalat pada gerhana bulan kita juga diperintah shalat, keduanya hanyalah sebagai tanda kebesaran Allah bukan karena peristiwa lahir atau matinya seseorang. 

*^^^*

Dasi dan jas adalah hasil peradaban Kresten Eropa, memakainya tidak lantas menjadi Kresten—makan bakso dan pangsit atau nasi goreng tidak lantas menjadi Konghucu sebagaimana makan nasi biryani tidak lantas menjadi Arab—mengajar dengan papan tulis, bangku dan kapur tulis tidak lantas menjadi paroki—

Larry Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. Keduanya membangun perusahaan geogle yang mengubah dunia—hampir semua manusia tidak mengenal ras, agama, suku atau budaya apapun dibawah cengkeramnya, para ulama dari yang paling liberal maupun yang paling fundamentalis memakai jasa dua orang Kresten ortodoks ini tanpa tanya. Geogle selalu menemani hingga saat beliau-beliau shalat—

Bagi saya peradaban adalah niscaya—baju melorot bisa membimbing ke neraka bila disertai sikap sombong—bahkan perilaku syirik bisa dilakukan ditempat paling suci : Bait Allah di Mekkah—‘Kamu  hanya batu … ‘ kata Umar Ibnul Khattab saat hendak mencium Hajar aswad—aku tidak akan menciummu jika Nabi saw tidak melakukannya —lanjut khalifah. 

*^^^*

Manarah (menara) adalah hasil peradaban Majusi, tempat orang Majusi penyembah api menaruh api untuk disembah setiap pagi dan petang—tapi elok saat dibangun di samping masjid dan efektif untuk menaruh pengeras suara adzan sebagai penanda masuk waktu shalat—begitu pula dengan kubah yang kemudian menjadi ciri bangunan masjid adalah arsitektur di istana Romawi Kuno penganut pagan—bahkan Toa mesin pengeras suara bikinan Jerman di masjid -masjid itu jauh lebih keras ketimbang suara terompet yang dibuat kang Sedjo setahun sekali itu —-tak adil jika terompet hasil buah tangan kang Sedjo di-tasyabbuh-kan sementara geogle simbol peradaban Eropa modern dihalalkan karena kebutuhan—

Selamat tahun baru 2020 Masehi —mari bersyukur, bertakbir, beristigfar dan memperbanyak berbuat bajik —Aamiin 

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *