Seperti dawuh Yi Almaghfiraa Sujarwo, kalo kita susah membayangkan ruh yang disiksa di alam kubur, kita bisa bayangkan kalo kita lagi sleep paralize atau bahasa kerennya, ketindihan. Bagaimana rasanya kita gak bisa menggerakkan tubuh kita sendiri, sementara nafas kita terasa sesak, kita pun panik dan rasanya mau meninggal. Kalo ketindihan mungkin paling 10 menit, itu aja terasa lama buat yang mengalami saking paniknya. Bayangkan ketindihan sampai hari kiamat.

Kepanikan dan ketakutan saat ketindihan itu terasa nyata buat kita. Sementara orang yang di luar kita tidak melihat kepanikan kita. Ketindihan mula2 hanya bayangan ketakutan, lalu jadi terasa nyata hingga nafas kita sesak dan panik. Dan kalo adzab kubur, berlangsung hingga hari kiamat. Seperti itulah rasanya.

Karena memang, menurut Imam Ghozali, gambaran pasca kematian itu kadang disingkap lewat mimpi saat tidur. Karena dalam tidur, semua perasaan, memori dan khayalan itu membuncah menjadi satu kenyataan di alam bawah sadar yang disebut mimpi. Kadang segala emosi kita pun terkuras dalam mimpi itu.

Kadang juga, gambaran pasca kematian itu tersingkap bukan cuma terjadi di saat tidur, namun terasa lewat perilaku ruh kita yang secara sadar tidak sadar atau secara samar. Seperti kalo kita lagi dejavu, halusinasi, kena mandela effect, seperti penderita skizofernia atau saat kita sedang melihat diri kita dalam cermin. Seperti ada perasaan tiba-tiba menyesal, sedih, sendiri atau kepanikan yang samar kita rasakan karena khayalan yg seakan menjadi nyata. Padahal secara lahir, kita terlihat baik-baik saja.

Ini diisyaratkan Gusti Allah lewat dawuh

لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.” (Qof 22)

Menurut Imam Ghozali, ketakutan dalam pikiran atau mimpi, bisa saja jadi nyata, walau hal itu hanya diri kita yg merasakan namun gak terlihat oleh orang lain. Ini semua gejala ruh yang bisa jadi merupakan penyingkapan dari Gusti Allah atas apa yang bakal terjadi di alam kubur. Wallahu a’lam.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *