Ada empat syarat utama amal perbuatan (الفعل) yang menghasilkan keberkahan dan kesuksesan

الفعل يعرف بقد والسين وسوف وتاء التأنيث الساكنة

Fiil itu diketahui dengan Empat tanda:

Qod: Fiil Madhi- Mudhari’

Siin: Fiil Mudhari’

Saufa: Fiil Mudhari’

Ta’ ta’nist: Fiil Madhi.

Tanda-tanda tersebut dapat dijabarkan dalam makna lain sebagai berikut:

Amal perbuatan setiap orang sangat ditentukan oleh Empat faktor penting:

Pertama: kesungguhan dan keteguhan prinsip (قد)

Amal ibadah tidak akan sempurna jika tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Amal ibadah tak bisa sempurna jika diawali dengan komitmen kesungguhan untuk mencapai keberhasilan.

Qod itu bermakna Littahqiid (قد للتحقيق) untuk makna fiil madhi bermakna amal perbuatan harus dipastikan berjalan dengan baik dan benar.

Qod untuk Fiil Mufdhori’ juga bisa bermakna (للتقليل) dengan makna bahwa perbuatan amal shaleh tidak bisa dilakukan secara spontanitas secara sekaligus tapi perlu dilaksanakan secara bertahap dicicil (ditaqlilkan) agar lebih tahqiq atas capaian kesempurnaannya.

Kedua: keikhlasan dalam melaksanakan (سين)

Amal yang sedang dilaksanakan harus dibarengi dengan keikhlasan.

Siin masuk di fiil mudhori yang mengandung makna sedang dilaksanakan suatu itu dengan jarak waktu yang tidak terlalu jauh. Ini memberikan makna bahwa perbuatan yang baik harus diniati dengan ikhlas karena Allah supaya pekerjaan amal perbuatan itu tidak terasa berat dan tidak cepat bosan.

Ketiga: beramal untuk orientasi masa depan (سوف)

Amal kebaikan sekecil apapun mesti disorientasi ke masa depan menjadi amal sholeh amal jariyah yang bisa dinikmati oleh orang lain.

Ibarat Saufa littaswiif melakukan perbuatan yang agak jauh waktunya dari waktu dan saat dikerjakan yang semakna dengan nanti.

Banyak Ayat Al-quran yang menjelaskan makna saufa sebagai makna yang mencakup masa yang akan datang.

Dalam hal amal ibadah kebaikan yang ditanam harus diniatkan untuk amal soleh yang buahnya dipetik nanti di hari kemudian.

Disinilah esensi saufa dalam konteka memaknai amal perbuatan kebaikan akan berbuah hasil kebaikan dan keberkahan kini dan nanti.

Keempat: ketenangan bersama orang yang dicintainya.(تاء التأنيث الساكنة )

Amal ibadah yang sempurna keberhasilan dan keberkahannya tidak bisa terlepas dari peran serta orang orang yang selalu mensupport dalam segala dimensi kehidupannya.

Keberhasilan saat ini sangat ditentukan oleh dukungan ta’ ta’nist yang menenangkan dalam setiap ragawi dan rohani setiap orang.

Seringkali kegagalan dalam meraih keberhasilan dan keberuntungan disebabkan karena ketidak cermatan dalam memposisikan ta’ ta’nits assakinati dalam setiap draft kehidupannya.

Di sinilah letak ta’ta’nis yang bisa masuk ke fiil madhi yang bukan saja untuk Muzakkar namum juga untuk identitas muannats.

Itulah empat hal yang menjadi penentu sukses dan berkah nya sebuah amal perbuatan seseorang. Semoga bermanfaat dan berkah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *