Categories:

Oleh: Nazwa Tiara Putri (Mahasiswi Psikologi, Program studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka

Abstrak

Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan yang ingin diraih oleh setiap manusia dalam kehidupannya. Dalam ilmu psikologi, kebahagiaan merupakan bagian kehidupan manusia dari aspek kejiwaan. Beberapa orang mungkin memiliki tujuan hidup tetapi mereka tidak fokus ke cara untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan begitu dibuatlah tulisan ini untuk menjadikan pengalaman pribadi, para psikolog dan konselor diharapkan dapat lebih efektif dalam melakukan kegiatan bimbingan dan konseling sehingga klien yang dibimbingnya mampu mencapai kehidupan yang bermakna dan bahagia.

Kata kunci:Kebahagiaan, psikologi islami, al-quran, pengembangan diri,aspek-aspek, makna kebahagiaan hidup

Pengembangan diri

Menurut Moerdijat “Setiap individu perlu berusaha untuk membangun potensi diri secara bertahap sesuai dengan karakter agar tujuan hidup dapat tercapai.”Satu diantara beberapa strategi yang mereka lakukan ialah untuk mengembangkan potensi diri adalah membangun visi hidup. Pengembangan diri sejak awal memperoleh banyak kemajuan untuk bisa membantu dan berkomitmen pada usaha yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan.

Dampak positif dari memiliki visi hidup ialah seorang individu memiliki semangat tekad yang kuat untuk tidak mudah menyerah. Mereka juga menjadi individu yang lebih berkomitmen, berinisiatif, cepat belajar, bertanggung jawab dan memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar (Senge, 1990 ).

Dengan hal tersebut kita harus membangun dan mengembangkan kepribadian yang ideal, sehat dan tangguh, sangat ditentukan oleh kesadaran, motivasi, intrinsik, dan metode pengembangan pribadi yang tepat. Pengembangan kepribadian sebenarnya merupakan pembaruan diri berlandaskan motivasi untuk mencapai tujuan. Dalam buku Unlimited Happiness, dikatakan bahwa untuk selalu memperoleh kebahagiaan, dan kemajuan hidup yang signifikan dan penuh berkah, seseorang harus memiliki tiga karakter utama yakni senantiasa berkembang, bermanfaat, dan bernilai bagi manusia lainnya.

Pentingnya pemahaman dan pengembangan diri. Berkaitan dengan citra diri muslim, salah satu masalah yang perlu diketahui adalah aspek “ the technical know-how –nya”, yaitu bagaimana metode, proses, dan tindakan- tindakan yang terencana untuk mengembangkan kualitas pribadi mendekati citra diri Muslim yang ideal. Untuk mencapai hal tersebut adanya pelatihan ini pada dasarnya merupakan proses untuk lebih menyadari berbagai keunggulan dan kelemahan pribadi, baik yang potensial maupun yang telah teraktualisasi; yang mencakup kemampuan, keterampilan, sikap, sifat, cita-cita, lingkungan sekitar, untuk kemudian mengembangkan hal-hal yang positif dan mengurangi atau menghambat hal-hal yang negatif.

Kebahagiaan

“Kehidupan yang baik bisa dirasakan lewat pekerjaan, kehidupan karier, hingga rekreasi. Mereka yang menikmati pekerjaan pilihannya, mudah untuk bahagia. Begitupun mereka yang sedang berekreasi,” tulis sang psikolog.

Ini adalah saat-saat ketika sesuatu benar-benar seperti yang terlihat – ini semua tentang ilmu pengetahuan di balik apa itu kebahagiaan dan bagaimana mengalaminya, apa yang dilakukan orang-orang bahagia secara berbeda, dan apa yang bisa kita lakukan untuk merasa lebih bahagia. Fokus pada kebahagiaan ini merupakan hal baru dalam bidang psikologi; selama beberapa dekade – pada dasarnya sejak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan pada pertengahan hingga akhir tahun 1800-an – fokusnya adalah pada hal-hal yang kurang menyenangkan dalam hidup.

Bidang ini berfokus pada patologi, pada kasus-kasus dengan skenario terburuk, pada apa yang salah dalam hidup kita. Ini adalah saat-saat ketika sesuatu benar-benar seperti yang terlihat – ini semua tentang ilmu pengetahuan di balik apa itu kebahagiaan dan bagaimana mengalaminya, apa yang dilakukan orang-orang bahagia secara berbeda, dan apa yang bisa kita lakukan untuk merasa lebih bahagia. Fokus pada kebahagiaan ini merupakan hal baru dalam bidang psikologi; selama beberapa dekade – pada dasarnya sejak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan pada pertengahan hingga akhir tahun 1800-an – fokusnya adalah pada hal-hal yang kurang menyenangkan dalam hidup. Bidang ini berfokus pada patologi, pada kasus-kasus dengan skenario terburuk, pada apa yang salah dalam hidup kita.

Menurut Bastaman “hidup bermakna adalah gerbang menuju kebahagiaan.” Ia adalah cara kehidupan yang menyenangkan, penuh semangat, bergairah, serta jauh dari rasa cemas dan hampa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini terjadi sebagai akibat dari terpenuhi nilai nilai dan tujuan hidup yang positif dan benar benar didambakan. Kehidupan pribadi yang bermakna ditandai oleh aspek aspek berikut ini pada diri seseorang, yaitu:

– Hubungan antara pribadi yang harmonis, saling menghormati, saling menyayangi

– Kegiatan kegiatan yang disukai dan menghasilkan karya karya yang bermanfaat buat orang lain

– Kemampuan mengatasi kendala kehidupan dan menganggap kendala ini bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang dan tantangan

– Tujuan hidup yang jelas sebagai pedoman dan arahan kegiatan yang dilandasi oleh keimanan yang mantap, rasa humor yang tinggi yaitu meliputi mampu melihat secara humoristis Pengalaman pengalaman sendiri termasuk pengalaman hidup yang tragis, secara sadar perusahaan meningkatkan Taraf berpikir, bertindak positif, mengembangkan potensi diri, yang meliputi: fisik, mental, emosi, sosial dan spiritual secara seimbang, untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan meraih citra diri yang diidam-idamkan, dan melandasi semua hal-hal yang di atas dengan doa ibadah dan niat yang suci.

Dengan demikian, cara yang baik agar bahagia itu harus memiliki kemampuan sosial yang baik, membuat langkah langkah kemajuan untuk merealisasikan suatu tujuan, berpikir optimis, tidak pernah berhenti untuk berharap dan berusaha. Hal ini sejalan dengan pendapat Sayyid Qutb dan dalam Al-Quran disebutkan bahwa al-fala>h} dapat dicapai dengan jihad (bersungguh sungguh) dan bekerja keras sebagai upaya meraih kebahagiaan itu.

Demikian beberapa tinjauan ringkas tentang konsep pengembangan diri dan mencapai kebahagiaan dalam hidup serta beberapa aspek kehidupan yang bermakna agar terpenuhi nilai-nilai dan tujuan yang positif yang dapat direnungkan oleh para pembaca dan penulis agar mencapai kehidupan yang bermakna, penuh semangat, dan juga mengembangkan hal-hal yang positif.

References

Fuad, M. (2015). Psikologi kebahagiaan manusia. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi , 9 (1), 114-132.   Mayasari, R. (2014). Religiusitas Islam dan kebahagiaan (Sebuah telah dengan perspektif psikologi). Al-Munzir , 7 (2), 81-100.   Sofia, N., & Sari, EP (2018). Indikator kebahagiaan (Al-sa’adah) dalam perspektif alquran dan hadis. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi , 23 (2), 91-108.   Herawan, H. (2016). Konsep dan metode pengembangan diri dalam buku kubik kepemimpinan (Analisis Psikologi, Islam, dan Bimbingan dan Konseling Islam).   Aprilianti, A. (2020). KONSEP KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN AL-QUR’AN. Dar El-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan Dan Humaniora , 7 (2), 82-100. https://doi.org/https://doi.org/10.52166/dar%20el-ilmi.v7i2.2088
   

 

Abstract

Ketenangan jiwa merupakan keadaan psikologis yng diidamkan oleh banyak individu dalam psikologi islam,konsep ini sangat terkait dengan keseimbangan antara rohani dan jasmani,serta hubungan yang mendalam dengan sang pencipita.jurnal ni betujuan untuk mengeksporasi faktor –faktor yang dapat memberikan ketenagan jiwa menurut perspktif psikologi islam.

Kata kunci:Keseimbangan rohani & jasmani, faktor-faktor yang memberikan ketenangn jiwa

Ketenangan Jiwa

Dalam kehidupan diera modern ini banyak sekali permasalahan yang terjadi, yang mengakibatkan kekhawatiran dan ketidakseimbangan hidup.Banyaknya tekanan yang terjadi seperti,masalah ekonomi,tuntutan pekerjaan yang tinggi,sehingga  aspek sosial yang rumit menyebabkan psikologis manusia terganggu.Jika kondisi psikologis sering tidak stabil dapat memicu  munculnya berbagai penyakit fisik dan mental.Terkadang jika mereka sudah menyerah akan segala hal mereka lebih memilih untuk  mengakhiri kehidunnya.Menurut WHO setiap tahunnya ada 703.000 atau lebih bnyak kasus bunuh diri.Tragedi bunuh diri ini menyebabkan trauma dalam jangka panjang bagi orang- orang yang ditinggalkan.Bunuh diri terjadi sepanjang masa hidup dan merupakan penyebab kematian keempat terbesar pada rentan usia 15-29, tahun 2019.

Untuk menguranginya mereka harus membentengi diri dengan  ketenangan jiwa. Dalam psikologi islam, ketenangan jiwa merupakan konsep keseimbangan jasmani & rohani,serta hubungan yang mendalam dengan sang pencipta.Sedangkan psikologis barat yang berkembang, tidak terlalu banyak membahas dimensi spiritualitas  tetapi lebih mengutamakan dimensi material.Hal ini berdampak terhadap distorsi pemahaman tentang kesehatan mental dan solusinya.

Persepektif psikologi islam tentang kesehatan mental  berasal dari filosofi tauhid bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.Hal ini menekankan bahwa kebahagiaan bisa diraih lewat penyerahan diri kepada sang pencipta.Dengan menjadikan allah sebagai tujuan tertinggi,jiwa manusia akan menemukan kedamaian.Seperti dijelaskan dalam surat Ar-Rad 28 :

Surat Ar-Ra`d [13:28] – The Noble Qur’an – القرآن الكريم

   Artinya ;”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Solusi psikologi islam dalam mengatasi kegelisahan hidup dengan membentuk dimensi ruhani,akal,dan psikologis secara simultan.Hal ini akan membuat kita mendekatkan diri kepada allah,melatih daya pikir kritis untuk analisis solusi,dan mengarahkan sisi psikologis agar tidak larut dalam kecemasan berlebihan.

         Cara agar hati kita selalu dalam ketenangan,dalam persepektif  psikologi islam :

Untuk mencapai ketenangan jiwa umat islam diajarkan  untuk bersikap optimis dan husnudzan ,yaitu selalu berbaik sangka kepada allah swt.Orang yang berhusnudzan selalu percaya bahwa allah akan memberikan yang terbaik buat dirinya dan juga membantunya untuk lebih tabah menghadapi beratnya cobaan hidup.

Memiki kesadaran diri( Mushabah) untuk membantu memahami diri sendiri agar kita dapat mengelola emosi dan mengambil tindakan yang  membawa kedamaian batin.

Sabar dan ridha dalam menghadapi tantangan dan kesulitan,karena itu akan membuat kita tetap tenang dalam menghadapi ujian hidup juga memberikan ketenangan dalam menerima segala yang telah terjadi.

Menjadi seorang yang pemaaf untuk membersihkan hati dan mencapai ketenangan jiwa.memberi maaf tidak hanya kepada orang lain,tetapi juga kepada diri sendiri,dapat menghilangkan beban emsional dan membawa kedamaian batin.

Tawkal yaitu menyerahkan segala urusan kepada allah untuk menghilangkan kecemasan dan kekhawtiran yang dapat mengganggu ketenangan pikiran.

Islam juga menekankan pentingnya ketaatan kepada allah dengan melaksanakan salat,berzikir,membaca al qur’an,berdoa,sedekah,puasa,hingga menjalin keharmonisan hubungan antar sesama.semua ini dilakukan untuk meredam kegelishan dan mencapai ketenangan dalam menghadapi cobaan hidup.

Dengan demikian ,psikologi islam menwarkan pendekatan yang menyeluruh dalam menyelami ketenangan jiwa.jika hambanya selalu mendekatkan diri kepdaa allah,maka akan memperoleh kesuksesan, kebahagiaan,kedamaian dunia dan akhirat. Pada akhirnyya ketenangan abadi hanya akan didapatkan jika tunduk  kepada sang pencipta.  

Demikian artikel memahami ketenangan psikologi islam dalam keseimbanngan hidup.Semoga apa yang ditulis ini bisa memberikan inspirasi dalam meraih kebahagiaan dunia akhirat.

References

WHO. (2023, August 28). WHO . Retrieved from SUCIEDE: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/suicide

Abdul Wahid, J. A. (2022). Dialektika konsep dasar Psikologi Islam dan Barat. Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI), 2.

Mohammad Shodiq Ahmad, A. F. (2021). STIMULASI AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS. Jurnal STIU Darul Hikmah, 163.

Sarihat. (2021). Rahasia Ketenangan Jiwa dalam Al-Qur’an. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 38 – 41.

Citrawarga, F. S. (2021, JUNI 8). Jalani ikhtiar,tawakal,ikhlas ,dan sabar untuk gapai ketenangan . Retrieved from VISI.NEWS: https://visi.news/tausiah-jalani-ikhtiar-tawakal-ikhlas-dan-sabar-untuk-gapai-ketenangan/

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *