Jika ditelusuri lebih jauh, asal-usul doa yg hampir selalu dibaca oleh umat Islam di Tanah Air setelah shalat tarawih ini, ternyata termaktub dalam kitab2 doa ulama, salah satunya Kitab Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbuiyyah karya pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Muhammad bin Abdullah Faqih.
Pada lembar pengantar, sang ayah, KH Abdullah Faqih (wafat 2012 M), mengatakan bahwa doa2 dalam kitab itu merupakan hasil ijazah dari KH. Abdul Hadi Zahid Langitan rahimahullah (wafat 1971 M ), KH Ma’shum Ahmad Lasem (Wafat 1972 M), Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki (wafat 2004 M) dan Syekh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa Al-Fadani (wafat 1990).
KH Abdullah Faqih memberikan restu atau ijazah kepada siapa saja yg mengamalkan (ijazah munawalah).
Doa kamilin juga termaktub dalam Kitab Maslakul Akhyar, karya Sayyid Utsman Bin Abdullah Bin Aqil Bin Yahya Al Alawi rahimahullah (wafat 1913 M, Pondok Bambu Jakarta).
Yang pasti lafadz doa ‘kamilin’ yg anda sebutkan itu memang bukan lafazd doa yg ma’tsur dari nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, melainkan hasil gubahan ulama.
Entah karena redaksinya yg lumayan bagus atau karena seringkali dibawakan, rupanya lafadz ini sangat populer untuk dibaca di malam Ramadhan, terutama setelah selesai shalat tarawih. Sehingga selalu dibacakan pada tiap2 selesai shalat tarawih di malam2 bulan Ramadhan.
Kalau sekiranya ada orang yang sampai salah persepsi bahwa shalat tarawih tidak sah bila tidak baca doa ini, tentu perlu diluruskan. Sebab meski biasanya hanya dibacakan pada even shalat tarawih, sama sekali tidak berarti itu bagian dari ritual shalat tarawih. Jangankan lafadz doa, bahkan jumlah rakaatnya pun para ulama berbeda pendapat. Lafadz ini di masa Rasulullah SAW tidak pernah dibacakan dalam shalat tarawih.
Namun logikanya tidak bisa langsung dibalik menjadi haram membaca lafadz doa ini di dalam shalat tarawih. Sebab secara umum, di dalam bulan Ramadhan kita diharapkan banyak membaca doa. Meski tidak harus doa tertentu.
Menurut Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA, sebenarnya kalau kita perhatikan sekilas makna dari doa ini, rasanya belum ada yg bisa dikatakan menyimpang dari aqidah dan syariah Islam. Paling tidak, dari lafadz doa yg sering kami dengar di masjid2. Entahlah kalau ada banyak versi yg lain.
Tapi yg paling sering kami dengar adalah doa yg intinya meminta kepada Allah SWT agar kita dijadikan sbg orang yg sempurna imannya. Juga dijadikan sbg orang yg menjalankan fardhu dan kewajiban dan seterusnya.
Semoga bermanfaat
Ragam sumberAl-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet