“Dalamnya laut bisa dijajagi, dalamnya hati tak bisa diprediksi.”
Tidak mudah memang membaca isi hati seseorang. Ada yang dari luar tampak begitu manis, tetapi ternyata dalamnya amat pahit. Ada juga yang di luar tampak pahit, begitu tahu, dalamnya sangat manis.
Seperti buah yang sering menipu pandangan kita. Buah kedondong itu halus sekali tampilan luarnya, tetapi di dalamnya sangat kasar bertabur duri. Sedangkan durian yang tampilan luarnya dipenuhi duri, tetapi di dalamnya sangat halus dan lembut.
Ya, begitu pula gambaran manusia pada umumnya. Seringkali kita tertipu oleh tampilan luar seseorang yang memesona, padahal jauh di dalam lubuk hatinya terdapat sifat-sifat buruk dan tercela.
Wajah cantik rupawan bukan jaminan cantik pula akhlaknya. Tampang memesona tidak selalu identik dengan keluhuran budi pekertinya. Sebaliknya, wajah yang tampak kurang bersahabat saat dilihat, ternyata akhlaknya sangat memikat. Tampang yang tidak memesona, pekertinya sungguh luar biasa. Sekali lagi, tampilan luar tidak selalu menunjukkan senyatanya. Kecantikan luar (outer beauty) tidak selalu sejalan dengan kecantikan dari dalam (inner beauty).
Ya, memang tidak mudah membaca isi hati seseorang. Jangankan terhadap orang yang tidak terlalu dekat dengan kita, tidak begitu kita kenal, bahkan terhadap orang yang dekat dengan kita, yang sangat kita kenal, seperti pasangan kita sekalipun, untuk membaca apalagi mengetahui isi hatinya bukanlah hal mudah.
Karena sulitnya membaca apalagi memahami isi hati seseorang, maka yang dapat kita lakukan hanyalah berpikir positif tentangnya, sembari tetap waspada, jangan sampai keterpesonaan dan keterpanaan kita pada tampilan luar itu mematikan nalar dan akal sehat kita. Artinya, bahwa kita berpikir positif tentangya, iya, tetapi kita harus tetap menjaga diri, waspada jangan sampai lalai bahwa setiap orang punya kemungkinan berbuat di luar yang kita perkirakan.
Dengan cara seperti inilah, berpikir positif sekaligus waspada terhadap seseorang, akan menjaga kita dari kemungkinan terburuk yang sewaktu-waktu dapat menimpa kita.
* Ruang Inspirasi, Kamis, 18 Maret 2021.

No responses yet