Tadarus al Qur’an: Inspirasi dari ayat 39-37 surat an-nisa’.
بسم الله الرحمن الرحيم
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسانا وبذى القربى واليتامى والمساكين والجار ذى القربى والجار الجنب والصاحب بالجنب وابن السبيل وما ملكت أيمانكم إن الله لا يحب من كان مختالا فخورا (٣٦)
Inspirasi ayat ini sesungguhnya menegaskan Tiga hal penting yang tidak boleh diabaikan dan tidak boleh ditinggalkan:
Pertama: Ibadah kepada Allah (اعبدوا الله)
Ibadah kepada Allah itu hukumnya wajib mutlak bagi semua hamba-Nya.
Ibadah kepada Allah dalam dimensi yang sangat luas. Ibadah Privat, ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap individu (fardhu ain) seperti syahadah, shalat, zakat, puasa dan haji.
Maupun ibadah dalam aspek pemberdayaan ekonomi,sosial dan budaya.
Namun inti ibadah kepada Allah itu adalah tidak ada kesyirikan dalam semua hal itu. Kemusyrikan inilah dosa yang paling amat besar dan tak ditolerir oleh Allah. Itu sebabnya sebutan ibadah kepada Allah dalam al-Quran selalu dibarengi dengan ketidakbolehan syirik dalam segala bentuknya.
Keibadahan kepada Allah harus suci bersih dari riya sum’ah sebagai bentuk kesyirikan juga.
Kedua: Syirik.
Syirik dalam dimensinya sesungguhnya menjelaskan tentang kerancauan dan percampuradukkan dua dimensi dalam diri seseorang, dimensi uluhiyyah yang harus suci bersih dari unsur kesyirikan dan unsur kemanusiaan bahkan kehewanian.
Syirik adalah bentuk ketidak berimannya seseorang kepada Allah secara totalitas.
Syirik itu mencari kekuasaan selain dari kemahakuasaan Allah swt dalam mengatur alam semesta ini.
Syirik sebagai dosa terbesar yang tak terampuni karena telah mencederai eksistensi Allah swt sebagai Zat yang maha segala-galanya.
Ketiga: berbuat kebaikan kepada Orang Tua.
وبالوالدين إحسانا
Coba perhatikan ayat ini, Allah swt dalam banyak ayat dalam al-Quran selalu menggandengkan ketaatan kepada Allah dengan kebaktian kepada orang tua.
Semisal,
وقضى ربك ان لا تعبدوا إلا الله وبالوالدين إحسانا (الآية)
أن اشكر لى ولوالديك الي المصير (الآية)
Begitu juga ayat ini menggandengkan ibadah kepada Allah dengan berbuat kebaikan dan kebaktian kepada orang tua (ibu-bapak)
Apa sebabnya seperti itu?
Karena Allah swt meletakkan ridhanya di pelukan orang tua.
Ibu Bapak adalah perwujudan kasih sayang Allah yang diutus oleh Allah swt untuk melanjutkan kehidupan kemanusiaan.
Ibu Bapak sebagai wujud kebaktian manusia kepada asal usul kelahirannya.
Ibu Bapak sebagai makhluk Allah yang paling didengar doanya oleh Allah swt.
Ibu bapak adalah muara kebaikan yang Allah titipkan kepada mereka untuk diambil oleh semua insan yang berbakti kepada mereka.
Ibu Bapak adalah simbol keberkahan yang paling utama dalam kehidupan manusia beriman.
Ibu bapak adalah perwujudan keIhsanan yang tertuang dalam ucapan, tindakan dan aksi kesolehan.
Ibu Bapak adalah sarana dan media kebaktian untuk menjadi tiket utama masuk syurga.
Ibu Bapak adalah manusia keramat dan sakti mandraguna karena doanya dapat menerobos pintu-pintu arasy Allah yang terjauh sekalipun.
Berdasarkan itulah Ketaatan kepada Allah swt tidak akan diterima jika tidak dibarengi dengan cinta dan bakti kepada kedua orangtua.
Barulah dilanjutkan kebaikan dan aksi kesolehan diberikan kepada keluarga, kerabat sahabat handai taulan sebagai mana yang dijelaskan dalam ayat ini.
Semoga kita termasuk orang yang selalu mampu berbuat taat kepada Allah sekaligus berbakti kepada kedua orang tua kita semua.

No responses yet