“Wes tarhim, ayo mulih! (Udah Tarhim, ayo pulang!)” ajak seorang pelanggan kopi pada temannya memecah keasyikan ngobrol sambil ngopi di Mawlikopi tadi. Gak kerasa saking asyiknya ngopi, hari merambat subuh. Bagi arek Suroboyo dan sekitarnya yang suka cangkrukan malem-malem, mesti sering denger dialog di atas.

Tarhim sudah menjadi kosa kata tersendiri pada masyarakat sekitar kota Surabaya. Kata itu untuk menunjuk waktu sebelum adzan subuh dikumandangkan. Sebutan lain dari Tarhim di kalangan orang Surabaya adalah Shola-shola, berasal dari kata As Sholaatu yang diulang-ulang dalam Tarhim. 

Kata Tarhim berasal dari Sholawat Tarhim yang digubah oleh Syaikh Mahmoud Khalil Al Hussary asal Mesir. Sholawat yang menceritakan kisah Isra’ Mi’raj sebagai mukjizat Kanjeng Nabi Muhammad SAW itu kemudian menyebar hingga ke Indonesia.

Rekaman Kaset Sholawat Tarhim menjadi terkenal setelah diputar di Radio Yasmara. Radio itu menjadi bagian dari Masjid Rahmad Kembang Kuning Surabaya. Karenanya media radio dakwah itu dinamakan Yayasan Masjid Rahmat Surabaya yang disingkat Yasmara. Sholawat Tarhim diputar sejak tahun 1970 hingga saat ini masih terus dilakukan.

Pada perkembangannya, Tarhim bukan hanya diputar sebelum subuh. Beberapa masjid NU juga memutarnya sebelum adzan pertama sholat Jum’at. “Ndang budal Jum’atan. Iku lho Tarhime kate mari! (Ayo berangkat Jumatan, itu lho Tarhimnya mau selesai!)” kalimat yang sering diutarakan istri saya sambil membangunkan saya, kalo saya lagi ketiduran sebelum Jum’atan.

Sholawat Tarhim semakin bermakna ketika bulan puasa. Tarhim menjadi penanda bila sudah waktunya imsak, sehingga sahur harus segera dikebut.

Sholawat Tarhim ini jadi istimewa dengan alunan nada yang khas yang dikumandangkan oleh Kyai Muamar ZA. Menggugah rasa cinta kita pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sang kekasih Gusti Allah. Menimbulkan hati tenang dan damai menjelang subuh tiba. Alam seakan hening ketika Tarhim berkumandang, menyambut malaikat subuh yang turun membawa kabar gembira dari Tuhannya. Saking damainya, banyak orang malah lelap tidurnya.

Nah, berikut redaksi Sholawat Tarhim, lalu resapi rasa damai dan cinta membuncah di hati :

ﺍﻟﺼـــﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴــــﻼﻡ ﻋﻠﻴــــﻚ

ﻳﺎﺍﻣــﺎﻡ المجاهدين ﻳـﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ

ﺍﻟﺼـــﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴــــﻼﻡ ﻋﻠﻴــــﻚ

ﻳﺎﻧـــﺎﺻﺮ ﺍﻟﻬﺪﻯ ﻳﺎﺧﻴﺮ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ

ﺍﻟﺼــﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴـــــﻼﻡ ﻋﻠﻴــــﻚ

ﻳﺎﻧــﺎﺻﺮ ﺍﻟﺤﻖ ﻳـــﺎﺭﺳــﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ

ﺍﻟﺼــــﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴـــﻼﻡ ﻋﻠﻴــــﻚ

ﻳـــﺎﻣﻦ ﺍﺳﺮﻯ ﺑﻚ ﺍﻟﻤﻬﻴﻤﻦ ﻟﻴـﻼ

ﻧﻠﺖ ﻣـــﺎ ﻧﻠﺖ ﻭﺍﻻﻧـــﺎﻡ ﻧﻴـــﺎﻡ

ﻭﺗﻘﺪﻣﺖ ﻟﻠﺼــــﻼﺓ ﻓﺼـــــﻠﻰ

ﻛﻞ ﻣﻦ ﻓﻰ ﺍﻟﺴﻤـﺎﺀ ﻭﺍﻧﺖ ﺍﻻﻣﺎﻡ

ﻭﺍﻟـﻰ ﺍﻟﻤﻨﺘﻬﻰ ﺭﻓﻌﺖ ڪـﺮﻳﻤــﺎ

ﻭﺳﻤﻌﺖ ﻧــﺪﺍﺀ ﻋﻠﻴـﻚ ﺍﻟﺴـــﻼﻡ

ﻳــــــﺎڪــﺮﻳــــﻢ ﺍﻻﺧــــﻼﻕ

ﻳــــــــــــﺎﺭﺳــــــــﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ

ﺻـﻠـﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴـــــــــــــــﻚ

ﻭﻋﻠـﻰ ﺍﻟﻚ ﻭﺍﺻﺤــﺎﺑﻚ ﺍﺟﻤﻌﻴﻦ

“Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu,

Duhai pemimpin para pejuang, duhai Rasulullah.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu,

Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu,

Duhai penolong kebenaran, duhai Rasulullah.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepadamu,

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari, Dia-lah Yang Maha Melindungi.

Engkau (duhai Rasulullah) memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tertidur.

Semua penghuni langit melakukan sholat di belakangmu dan engkau menjadi imam. 

Engkau diberangkatkan ke Sidrotul Muntaha karena kemuliaanmu.

Dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu.

Duhai yang paling mulia akhlaknya, duhai Rasulullah.

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu,

Dan kepada semua keluargamu dan semua sahabatmu” .

Mugi manfaat.

#AyoNyarkub #AyoNgopi #IsraMiraj

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *