Oleh
Hanum Allya Zulfani
Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Makna Tawakkal
Tawakkal berasal dari kata “wukul” yang berarti menyerahkan atau mempercayakan. Tawakkal selalu berkaitan erat dengan keyakinan.
Tawakkal diartikan dengan sikap berserah diri kepada Allah dan percaya kepada Allah dengan sepenuh hati, juga (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia). Tawakkal memiliki dua dimensi pokok. Pertama, dimensi kerelaan hati terhadap apa yang terjadi. Kedua, dimenia usaha secara optimal untuk memperoleh yang terbaik.
Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah, tawakkal adalah benarnya penyadaran hati pada Allah azza wa jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada Allah serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa tidak ada yang dapat menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah.
Tawakkal dan Kebahagiaan
Menurut Imam Al Ghazali definisi bahagia menyangkut pada dua dimensi, yaitu dunia dan akhirat. Imam Al Ghazali mengatakan bahwa bahagia adalah keadaan yang tenang, damai, tentram.
Kebahagiaan bukanlah bukanlah kehidupan yang terbebas dari masalah seperti kesulitan, kemiskinan, dan hal tidak menyenangkan lainnya. Tetapi kebahagiaan itu terwujud ketika kita mampu menyelesaikan permasalahan. Maka permasalahan kehidupan di dimaknai sebagai jalan alternatif menuju kebahagiaan (Manson, 2018).
Puncak tauhid adalah tawakkal. Dari tauhid yang tumbuh di hati orang mukmin keluarlah tawakkal menjadi buahnya. Tawakkal adalah percaya pada apa yang ada di sisi Allah dan pesimis terhadap apa yang ada di tangan manusia.
Tawakkal merupakan konsep yang dibutuhkan guna menghadirkan kebahagiaan hidup. Setelah berserah diri kepada Allah, dibutuhkan juga sikap merasa cukupcukup atas pemberian Allah.Kebutuhan ini bertujuan untuk melindungi hati dan pikiran agar selamat dari badai kekecewaan.
Manfaat Tawakkal
Tawakkal merupakan manifestasi keyakinan dalam hati yang dapat menumbuhkan motivasi yang kuat kepada manusia untuk menggantungkan harapannya kepada Allah azz awa jalla. Dan menjadi tolak ukur tingginya iman seseorang kepada Allah (Dede Setiawan & Silmi Mufarihah, 2021).
Manfaat Tawakkal menurut Imam al Ghazali tawakkal adalah salah satu pintu dari sekian banyak pintu menuju iman. Pada pernyataan yang lain ada banyak manfaat tawakkal yang berdampak baik bagi ketenangan hati dan jiwa. Diantaranya adalah manusia yang senantiasa bertawakkal akan dicintai oleh Allah, hidupnya akan terasa mudah dan tenang tanpa rasa takut kecuali kepada Allah. Individu yang mampu bertawakkal adalah individu yang hebat. Individu ini paham makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Kesimpulan
Dari uraian artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa tawakkal adalah kunci kebahagiaan hidup. Tawakkal juga harus terkumpul dalam dua syarat yaitu, menyadarkan hati pada Allah serta usaha. Ketika seseorang mampu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, Allah pun membalasnya dengan segala kebaikan. Allah pun mencintai hamba-Nya yang bertawakkal.
Referensi
Jaami’ul ‘Ulum Wal Hikam, Ibn Rajab Al Hambali, hal 516, Daarul Muayyid
Arroisi, Jarman “Bahagia dalam perspektif al Ghazali” Jurnal KalimahKalimah Vol. 17 No. 1, Maret 2019, hal 87
Bakri, SS & Ahmad saifuddin. (2019). Sufi Helaing, Integrasi tasawuf dan Psikologi dalam Penyembuhan Fisik dan Psikis. Depok: PT RajaGrafindo.
Muhammad Iqbal Rahman “Tawakkal sebagai sumber kebahagiaan hidup” ISLAMIDA Edisi No. 2 Vol. 1 Juni 2022
Imam Al Ghazali, Tawakkal, diterjemahkan oleh Purwanto (Bandung: Penerbit Marja, 2019), hal 26
Dede Setiawan & Silmi Mufarihah, “Tawakkal dalam Al-Qur’an Serta Implikasinya dalam Menghadapi Pandemi COVID-19”, Vol. 17, No. 1 (2021), hal 2

No responses yet