Membahas Nabi Ibrohim, Al-Qur’an menyebutkan:
قد كانت لكم أسوة حسنة في إبراهيم والذين معه
Didahului dengan lafadz “Qod”.
Menggunakan alamat ta’nist berupa ta’ pada lafadz “Kaana”.
Mendahulukan kata “Uswatun Hasanah”. Lafadz “Ibrohim” dan “Alladzina Ma’ahu” diakhirkan.
Setelah itu diulang dengan metode yang berbeda.
لقد كان لكم فيهم أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر ومن يتول فإن الله هو الغني الحميد
Didahului dengan lafadz “Qod” yang ditambah dengan Lam Qosam untuk sumpah, yang berarti tambah kuat (Taukid).
Kata “Kaana” menggunakan bentuk mudzakkar (tanpa ta’ ta’nist), dengan bentuk asli.
Kata “Fiihim” didahulukan, yang merujuk kepada Ibrohim dan orang-orang yang bersamanya.
Kata “Uswatun Hasanah” datang lebih akhir dari pada kata “Fiihim”.
Ada tambahan orang yang mendapatkan uswah, yaitu:
من كان يرجو الله واليوم الآخر.
Tetapi masih dimungkinkan ada dari mereka yang “tawalla”. Dengan bukti ada kata yang menunjukkan hal itu setelahnya.
Dari kedua ayat itu kita mendapatkan informasi bahwa uswah Nabi Ibrohim dan orang-orang yang bersamanya untuk
من كان يرجو الله واليوم الآخر
Membahas tentang Nabi Muhammad, Al-Qur’an menyebutkan:
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا
Menggunakan kata “Qod” yang ditambah Lam Qosam untuk sumpah.
Kata “Kaana” tanpa ta’ta’nist.
Kata “Fi Rosulillah” yang lebih dulu daripada kata “Uswatun Hasanah”.
Ada tambahan orang yang mendapatkan uswah, yaitu:
لمن كان يرجو الله واليوم الآخر
sama seperti saat pembahasan Ibrohim dan orang-orang yang bersamanya. Akan tetapi di sini ada tambahan setelah itu berupa:
وذكر الله كثيرا
Dalam pembahasan ini kita tidak mendapati kata “Tawalla” sesudah itu.
Bahkan ayat setelahnya membahas tentang orang-orang beriman saat melihat ahzab. Bukannya ciut, tetapi tambah iman dan berserah diri.
وما زادهم إلا إيمانا وتسليما
Itulah istimewanya umat Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam.

No responses yet