Salah satu dari tanda dekatnya hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan semakin jauhnya akhlak sehingga manusia berada dalam kegelapan kebodohan. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam :

ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ

“Termasuk tanda2 hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan. (HR. Imam Bukhari)

Salah satu cara Allah subhanahu wa ta’ala mencabut ilmu dari muka bumi adalah dgn diwafatkannya para ulama, penyangga dan penyebar ilmu. Sehingga penyebaran ilmu terhenti, pemahaman umat terhadap kedalaman ilmu semakin berkurang, dan keteladanan sikap serta perbuatan semakin jauh dari umat. Sehingga mereka mendapatkan ilmu bukan dari guru secara langsung melainkan dari media, ustadz google al-youtubi.

Untuk itu dhn meninggalnya ulama berarti kualitas ilmu telah diangkat oleh Allah, sehingga yg tersisa bukanlah ilmu, melainkan sebatas aksesorisnya semata. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dgn sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dgn mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang2 bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang2 bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Imam Bukhari)

Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu (wafat 650 M di Jannatul Baqi’  Madinah Arab Saudi), mengingatkan dan menasehatkan :

عليكم بالعلم قبل أن يرفع، ورفعه هلاك العلماء رواه الدارمي

“Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu, sebelum ilmu tersebut dilenyapkan. Lenyapnya ilmu adalah dengan wafatnya para Ulama” 

(Kitab Ihya’ Ulum al-Din bab Keutamaan Ilmu, karya Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i rahimahullah, wafat Senin 18 Desember 1111 M / 8 Jumadal Akhirah 505 H di Tus, Iran)

Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *