Menurut Imam Ghazali, sebagaimana yang dijelaskan Syaikh Muhammad Nawawi Banten dalam karyanya Muraqi al-Ubudiyah Syarah ala Bidayah al-Hidayah, bahwa penuntut ilmu tiga tingkatan:
ورجل ثالث: استحوذ عليه الشيطان, فاتخذ علمه ذريعة الي التكاثر بالمال والتفاخر بالجاه والتعزز بكثرة الاتباع, يدخل بعلمه كل مدخل رجا٤ ان يقضي من الدنيا وطره وهو مع ذلك يضمر في نفسه انه عند الله بمكانة لاتسامه بسمة العلما٤ وترسمه برسومهم في الزي والمنطق, مع تكالبه علي الدنيا ظاهرا وباطنا. فهذا من الهالكين ومن الحمقي المغرورين
tipe ketiga: orang yang dikuasai oleh syaitan, menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mendapatkan banyak harta, pangkat dan pengikut, masuk melalui imunya setiap makar dengan harapan mendapat segala hajatnya, padahal dengan ilmu ia ingin meraih tujuan yang disembunyikan di hatinya yaitu merasa punya kedudukan di sisi Allah SWT dengan berpenambilan seperti ulama dalam berpakaian dan berbicara, sementara ia tetap mengejar dunia baik secara zahir maupun batin. orang ini termasuk golongan binasa dan bodoh yang tertipu.
Syaikh Muhamad Nawawi Banten menambahkan dalam karyanya tersebut dengan menampilkan sebuah hadis nabi SAW:
انا من غير الدجال اخوف عليكم من الدجال, فقيل: وما هو يا رسول الله, فقال: علما٤ السو٤
ada yang lebih aku khawatirkan atas kamu selain dajjal, apa itu ya rasulullah? beliau menjawab: ulama su’
Syaikh Nawawi Banten merincikan tipologi ulama su’ tersebut: “munafik, ilmunya di mulut dan tidak di hati dan perbuatan.”

No responses yet