إِذَا رُمْتَ أَنْ تَحْيَا سَلِيْماً مِنَ الرَّدَى * وَدِيْنُكَ مَوفورٌ وَعِرضُكَ صَيِّنُ

Jika engkau ingin hidup terhindar dari kehinaan * Sempurna agama dan terjaga kehormatan

فَلا يَنْطِقَنَّ مِنْكَ الّلِسَانُ بِسَوأَةٍ * فَكُلُّكَ سَوْءَاتٌ وَلِلنَّاسِ أَلسُنُ

Maka jagalah lisanmu dari sembarang bicara * Sebab setiap kami punya kekurangan dan setiap orang bisa berbicara

وَعَيْنَاكَ إِنْ أََبَدَتْ إِلَيكَ مَعائِباً * فَدَعَهَا وَقُلْ يَا عَينُ لِلنَّاسِ أَعيُنُ

Kalau kedua matmu melihat cacat orang lain * Tinggalkan segera dan katakanlah: wahai mata, orang lain pun punya mata

وَعَاشِرْ بِمَعْرُوفٍ وَسَامِحْ مَنِ اعْتَدَى * وَدَافِعْ وَلَكِن بِالَّتي هِيَ أَحْسَنُ

Bergaullah dengan baik, maafkanlah orang yang menyakiti * Dan tolaklah mereka dengan cara yang santun

(Imam Syafi’i)

Garis khatulistiwa berasal dari garis khatulistiwa (dari bahasa Arab: خط الاستواء). Garis Khatulistiwa atau garis equator dalam bahasa inggris adalah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis Khatulistiwa membelah bumi menjadi dua bagian, yaitu utara dan selatan. Garis khatulistiwa atau lintang ekuator berada pada posisi 0°. Panjang garis khatulistiwa Bumi adalah sekitar 40.070 km.

Begitulah materi pelajaran geografi yang kami dapatkan saat bersekolah dulu dari kami seperti yang pernah disampaikan oleh Pak Junaedi, Pak Agus Imam Syafi’i, dan Pak Zainuddin.

Indonesia merupakan salah satu negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga banyak orang menyebut Indonesia dengan sebutan Negeri Zamrud Khatulistiwa. Ada 8 provinsi yang dilalui oleh garis khatulistiwa yaitu Sumatera Barat, Riau, Pontianak, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Papua. Secara geografis Indonesia terletak di  garis Lintang 6° LU (Lintang Utara) – 11 °LS (Lintang Selatan) dan 95° BT (Bujur Timur) –  141 BT (Bujur Timur).

Selain Indonesia, kejadian serupa juga bisa ditemui di Afrika dan Amerika Latin. Di Afrika, garis khatulistiwa melewati empat negara, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, dan Somalia. Sedangkan di Amerika Latin, garis khatulistiwa melintasi Ekuador, Peru, Columbia dan Brasil.

Wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa ternyata memiliki keistimewaan dibandingkan dengan daerah yang jauh dari garis khatulistiwa. 

Seluruh wilayah yang dilalui garis khatulistiwa memiliki iklim tropis. Iklim tropis terletak antara 0° – 23 1/2° LU dan 23 1/2 LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.Curah hujan, suhu, dan kelembapan rata-rata harian di wilayah ini tergolong tinggi. Matahari terus bersinar sepanjang tahun, sehingga berbagai hewan dan tumbuhan dapat hidup di daerah tersebut. Sehingga flora dan fauna di wilayah yang dilalui garis khatulistiwa sangat beragam. 

Fenomena Unik Khatulistiwa  

Terdapat fenomena alam yang unik di garis equator ini, yang mana setiap tanggal 20-23 maret dan 21-23 september setiap tahunnya matahari akan sejajar dengan garis khatulistiwa. Pada tanggal tersebut, tepat pada jam 12 siang. 

Jika kita berada di garis equator maka bayangan kita akan berhimpit dengan badan atau bayangan kita tidak akan terlihat. Jika kita meletakkan telur di garis khatulistiwa maka telur tersebut pun bisa berdiri tegak.

Peristiwa tersebut disebut dengan Titik Kulminasi yakni peristiwa dimana matahari tepat  berada di titik nol derajat (garis khatulistiwa). Selain itu, Kulminasi matahari juga menghasilkan gaya gravitasi yang cukup kuat sehingga bisa membuat telur berdiri tegak di titik nol derajat 

Nah, salah satu daerah khatulistiwa yang dilintasi adalah Bonjol, Sumatera Barat. Bonjol terletak di Kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Selain dilintasi oleh garis khatulistiwa (lintang 0°) dan bonjol juga merupakan tempat kelahiran dan kelahiran pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol 

Lokasi tugu equator bonjol berada ditepi jalan raya Bukittinggi – Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman yang merupakan bagian jalur Sumatera Lintas Tengah.

“You Are Crossing The Equator” merupakan kalimat yang tertulis di atas sebuah lapangan beraspal. Tulisan ini menjadi lambang bahwa kota ini dilewati garis khatulistiwa.

Seperti dengan garis khatulistiwa lain, Bonjol juga memiliki beragam fenomena setiap tanggal 21-23 maret dan 21-23 september. Jika kita berada di garis equator pada waktu tersebut, maka bayangan kita akan berhimpit dengan badan atau bayangan kita tidak akan terlihat. Dan jika kita meletakkan telur di garis khatulistiwa maka telur tersebut pun bisa berdiri tegak.

Tidak hanya itu, konon kabarnya menurut pemandu wisata setempat terjadi titik panas hanya dititik garis equator didaerah bonjol yang mengakibatkan munculnya sumber api yang mengakibatkan kebakaran di daerah equator. Dengan posisi yang strategis ini harusnya Tugu Khatulistiwa menjadi destinasi favorit wisatawan dalam dan luar negeri di Pasaman Timur tersebut.

Selain itu kita juga dapat mengunjungi Museum Tuanku Imam Bonjol, seorang pahlawan nasional yang bernama aslikan Peto Syarif atau Muhammad Syahab yang berjuang melawan kolonialisme Belanda dalam Perang Paderi. Di dalam  yang berada dalam satu kompleks Museum Equator Museum tersebut kita dapat melihat benda-benda peninggalan Imam Bonjol dan para pejuang Perang Paderi mulai dari keris, meriam, baju, lukisan, dan lain-lain.

Selain Bonjol, Tugu Khatuliswa yang sempat kami kunjungi ada di Lipat Kain, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di sini kita juga dapat menyaksikan tugu yang menjulang tinggi dengan gambar bola dunia (globe) di atasnya. Sebagiamana di Bonjol, di sekitar kita juga dapat menikmati fenonema garis khatuliswa pada bulan setiap bulan Maret dan September.

Sungguh begitu mengasyikkanya jika kita mempelajari sesuatu yang dapat kita napak tilasi. Terbayang betapa puasnya melihat kebenaran akan ilmu kita pelajari. Semoga kami bisa kembali diperjalankan ke garis khatulistiwa di belahan bumi lainnya. Insya Allah.

Pekanbaru, 12 Nopember 2018

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *