Categories:

Arina Munaki Alfaruqi1 Raudya Tuzzahra Mustafa2 Mohammad Hafiiz Annur3

Email : arinamunaki@gmail.com1 raudya.tuzzahra.m@gmail.com2 hafiizannur@gmail.com3

Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

ABSTRACT

Aqidah is a science that teaches human beings a lesson in their bound belief or constables. Aqidah is also associated with the faith of one who includes that of one’s belief in god SWT, his angels, his books, his apostles, his last days, his qadla, and his qada. Its purpose is as a foundation of faith in a future world of muslims as an underdeveloped knowledge in a Muslim and Muslim to remember god by all his actions. The method taken is a qualitative method producing data that is not found through a statistical framework. As for the conclusion that humans need aqidah faith in educating children of a young age to establish the foundation of faith that will lead to the right path.

 Key words: The Goal of Educating Aqidah Iman, An Early Age

ABSTRAK

Aqidah merupakan sebuah ilmu yang memberikan pelajaran terhadap manusia dengan keterkaitannya kepada keyakinan yang pasti atau tetap. Aqidah juga berhubungan dengan keimanan seseorang yang mencakup yaitu beriman kepada Allah Swt, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya, Hari Akhir serta Qadla dan Qadar-Nya. Tujuannya sebagai fondasi keimanan pada umat islam di dunia kelak sebagai bekal pengetahuan yang terpendam dalam diri seorang muslim dan muslimah agar mengingat kepada Allah SWT dalam segala perbuatannya. Metode yang diambil merupakan sebuah metode kualitatif menghasilkan data yang tidak ditemui melalui susunan statistik. Adapun kesimpulannya yaitu bahwa manusia membutuhkan aqidah keimanan dalam mendidik anak usia dini untuk menetapkan fondasi keimanan yang akan menuntun ke dalam jalan yang benar.

Kata Kunci : Mendidik Aqidah Keimanan, Anak Usia Dini

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan adalah aspek penentu kunci dalam segmen yang berperan penting dalam peningkatan bergerak maju untuk bangsa dan peradaban. Dalam dunia Pendidikan tidak sekedar membangun kecerdasan suatu bangsa, namun ikut berpartisipasi membangun sebuah watak dan karakter yang berpotensi besar dari bangsa itu (Muhammad Ali Saputra, “PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA DINI DI R.A. DDI ADDARIYAH KOTA PALOPO”, 11 Agustus 2014). Pada usia dini merupakan perananan terbesar dalam tahapan membentuk sebuah kepribadian seorang anak (Thalib, 2010: 67)(Muhammad Ali Saputra,“PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK USIA DINI DI R.A. DDI ADDARIYAH KOTA PALOPO”, 11 Agustus 2014).

Pendidikan sekarang telah dipusatkan dalam pengembangan sebuah kecerdasan intelektual atau pemecahan antara agama dan sains. Untuk mengeluarkan seorang individu yang cerdas tanpa adanya ilmu pengetahuan spiritual (Wicaksonowati, 2022).  Di dalam Pendidikan anak usia dini dituju pada anak yang berusia 3 hingga 6 tahun, namun dalam UUD No 20 Tahun 2003 pasal 28 telah ditetapkan akan untuk pendidikan anak usia dini diterapkan sebelum jenjang sekolah dasar. Akan tetapi, dalam dunia Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini memiliki maksud yaitu untuk menuntaskan masalah-masalah yang terdapat dalam diri anak usia dini secara umum dalam usia 0-6 tahun (Islam, 2023).

Adapun Aqidah Islam adalah membangun tidak merusak, hingga mempersatukan bukan memisahkan, sebab Aqidah itu berdiri tegak di atas tuntutan ilahiyah segalanya. Serta di atas keimanan kepada para utusan Allah seluruhnya “La Nufarriqu Baina Ahadin Min Rusulih” (Marzuki, 2000). Di dunia psikologi, islam di pelajari seperti sebuah integritas yang saling beriringan hingga berimbang dengan faktor-faktor kejiwaan manusia pada proses penyesuaian diri dengan diri sendiri, adaptasi dengan orang lain, komunikasi dengan lingkungan sekitar maupun alam yang disadari oleh ketaqwaan (Syarifin, 2018).

PEMBAHASAN

  1. Pentingnya Mendidik Keimanan Terhadap Anak
  2. Pengertian Aqidah Keimanan dalam Islam

Dalam bahasa (etimologi), asal aqidah diangkat dari kata al-aqdu yang artinya asy-syaddu (pengikatan), ar-babtu (ikatan), al-itsaaqu (mengikat), ats-tsubut (penetapan), al-ihkam (penguatan). Aqidah berarti sebuah ilmu yang telah memberi pelajaran kepada manusia yang berkaitan dengan suatu kepercayaan yang pasti, yang harus dimiliki bagi seluruh manusia di dunia. Al-qur’an juga memberikan pelajaran aqidah tauhid terhadap manusia yakni mengajarkan atau mengimplikasikan keyakinan atas Allah SWT yang esa, yang tidak pernah tidur maupun menghasilkan banyak keturunan. Dan percaya terhadap Allah SWT merupakan sebagian dari benih rukun iman yang pertama. Adapun seseorang yang tidak meyakini atas rukun iman bisa dikatakan sebagai seseorang yang telah kafir (Ansori, 2015).

Sementara itu, pada Aqidah tidak cuma sekadar dimengerti menjadi suatu keyakinan atau kepercayaan terhadap rukun iman, ialah iman kepada Allah SWT, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya, Hari Akhir, serta Qadla dan Qadarnya. Akan tetapi, aqidah juga bisa dipahami selaku bagaimana manusia melaksanakan semua atas apa yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT dan menjalankan ibadah kepada-Nya. Dan juga cara kita melakukan nilai-nilai yang sudah terdapat pada Aqidah yang telah manusia percaya. Sebab aqidah bisa membawa manusia dalam senantiasa taat dan bertaqwa kepada Allah SWT serta percaya atas aturan-Nya itu benar (Khaerudin, 2014).

Adupun Pendidikan Aqidah yang berhubungan dengan sebuah keyakinan, di dalam bahasa arab yaitu dalam etimologi aqidah bermakna sebuah ikatan, atau sangkutan. Dikatakan demikian sebab keterkaitan dan adanya sangkut paut atau ketergantungan segala sesuatu. Dengan cara spesifik memiliki arti sebagai iman atau keyakinan, karena dihubungkan dengan segala rukun iman yang telah menjadi sebuah fondasi segala urusan ajaran islam, dan keimanan mempunyai tempat sebagai pusat dan fundamental karena dari pada itu asas dari segala kegiatan yang membuat berubah untuk titik tolak kegiatan aktivitas seorang muslim (Syarifin, 2018).

Dibawah ini merupakan dalil yang dapat memperjelas aqidah keimanan seseorang, Allah SWT berfirman : (Marzuki, 2000)

اٰمَنَ الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ؕ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ رُّسُلِهٖ‌ ۚ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا‌ ۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ الۡمَصِيۡرُ

“ Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan:) “kami dengar dan kami taat,” (mereka berdo’a:) “ampunilah kami wahai Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Q.S Al-Baqarah-2:285)

Adapun Aqidah Islam adalah membangun tidak merusak, hingga mempersatukan bukan memisahkan, sebab Aqidah itu berdiri tegak di atas tuntutan ilahiyah segalanya. Serta di atas keimanan kepada para utusan Allah seluruhnya “La Nufarriqu Baina Ahadin Min Rusulih” (Marzuki, 2000).

oleh sebab itu, Aqidah Islamiyah adalah suatu keimanan yang tetap terhadap Allah SWT dengan menjalankan segala kewajiban dalam bertauhid kepada-Nya, dengan beriman kepada semua Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Kiamat dan Taqdir yang baik dan buruk. Serta mengimani diri dengan seluruh apa yang telah menjadi kwajiban dan shahih atas asas-asas agama islam atau ushuluddin (Ansori, 2015).

  • Hakikat Dalam Pendidikan Keimanan

Di dalam sebuah Pendidikan keimanan adalah pergabungan antara dua pengertian, yakni : Pendidikan dan Keimanan. Apabila sebelum melaksanakan kajian terlebih dahulu menyangkut sebuah pendidikan keimanan terhadap seorang anak, dan terlebih juga harus diketahui bahwa apa yang dimaksud arti pendidikan tersebut. Jadi, pengertian pendidikan memiliki arti yang sama adalah sebagai sesuatu yang dilakukan dalam keadaan sadar dan berkaitan, bagi seorang pendidik saat mengarahkan, membimbing maupun memimpin pertumbuhan dalam jasmani dan rohani bagi anak didik dalam mencapai pembentukan kepribadian yang unggul (Theodoridis & Kraemer, n.d.).

Sementara itu, pengertian pendidikan menurut D. Marimba, yang di ambil oleh Nur Uhbiyati pada bukunya Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan Islam yaitu, Pendidikan islam adalah sebuah bimbingan dalam jasmani, rohani atas dasar hukum pada agama islam untuk tercapainya kepribadian yang utama dalam urgensi takaran islam. Sehingga pengertian lainnya sering beliau utarakan kepribadian utama itu dengan definisi kepribadian yang mempunyai suatu nilai-nilai agama islam, mengambil, dan menetapkan hingga bertindak berdasarkan nilai-nilai islam dan juga bertanggung jawab dengan seimpang terhadap nilai-nilai islam (Pendidikan et al., 2014).

Namun, pada pendidikan anak usia dini yang berlandaskan aqidah memiliki tujuan dalam membentuk seorang anak untuk berkepribadian Islami, adalah mempunyai aqidah islam selaku landasan saat berpikir dan bersikap dalam menjalankan kehidupan. Sedangkan, seorang anak yang mempunyai sebuah kepribadian Islam merupakan seorang anak yang mempunyai banyak kelebihan atau kemampuan pada segala hal, serta anak-anak bisa dianggap sebagai anak yang ahli. Yang dimaksud anak ahli adalah anak yang sholeh dan sholehah, cerdas, sehat, berbakti, dan berjiwa pemimpin dalam ahli keimannya. Dan anak unggul adalah anak yang mempunyai arahan dalam berpikir dan bersikap berasaskan aqidah islam hingga mempunyai kesanggupan pada sebuah keterampilan yang dapat dipakai untuk kehidupannya sendiri ataupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (Khaerudin, 2014).

  • Tujuan Mendidik Aqidah Keimanan Terhadap Anak Usia Dini

Pendidikan Islam memiliki tiga prinsip sebagai pusat perhatian serius untuk umat beragama, diantaranya ada aqidah, ibadah dan akhlak. Dari prinsip tersebut, sesuatu yang menjadi dasar fondasi ialah yang bersangkutan dengan aqidah. Hal itu menjadikan sesuatu yang paling dibutuhi dan sangat dipentingkan untuk selalu dianalisis.

Dalam bukunya Syaikh Fuhaim Mustafa mengatakan adanya tujuan sebuah  pendidikan aqidah terhadap anak ialah : (Khaerudin, 2014)

  1. Menguatkan sebuah kepercayaan anak jika Allah lah tuhan satu-satunya di kehidupan sebagai Tuhan pencipta alam dan seisinya, hingga dia menjauhi segala sesuatu perbuatan yang berbau syirik.
  2. Supaya anak mengetahui arti makna sebenarnya bahwa keberadaannya sebagai mahluk Allah SWT.
  3. Melahirkan perilaku seorang anak untuk menajdi tingkah lau dan perbuatan yang Islami serta berakhlak mulia.
  4. Aqidah Yang Baik dan Benar Dalam Islam

Adapun aqidah yang benar ialah, yaitu : (Islamiyah, n.d.)

  1. Dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW, para Sahabat-Nya, serta Orang-Orang yang lurus dijalan-Nya.
  2. Perbuatan yang sangat penting dan kewajiban yang sangat besar, sehingga harus diketahui bagi seluruh kalangan muslim dan muslimah sebab dari keterimanya sebuah amalan keterseimbangan dalam suatu aqidah yang benar.
  3. Adanya kebahagiaan pada dunia dan akhirat bisa dicapai dengan seseorang yang memegang teguh terhadap aqidah yang benar. Dan menghindari diri pada sesuatu aqidah serta pemahaman yang salah.

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam mendidik aqidah keimanan pada anak sangatlah penting ditanamkan pada usia dini, sebab sebagai sebuah fondasi yang akan tumbuh terhadap anak bagi pedoman yang kuat di dalam masa pertumbuhannya. Aqidah ialah sebuah keyakinan yang pasti atas kepercayaannya kepada Allah SWT bahwa Allah SWT itu esa atau satu. Dari sebuah aqidah kita akan merasakan sebuah keajaiban dalam diri seseorang saat melaksanakan yang menjadi sebuah kewajibaannya, maka bagi seorang yang mengamalkannya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang diperbuat.

Adapun tujuan dari aqidah keimanan yaitu menguatkan kepercayaan pada anak bahwa Allah SWT adalah tuhan satu-satunya di dunia ini, dan memberikan pemahaman tentang keimanan yang haqiq atau jelas. Maka dari aqidah  kita yakin dan percaya akan hakikatnya keimanan kepada Allah dengan menjaga segala aturan, perintah dan larangannya.

DAFTAR PUSTAKA

Ansori. (2015). Konsep Aqidah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam di Indonesia. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 3(April), 49–58.

Islam, D. A. N. P. (2023). Susunan Konsep Bagaimana Psikologi Belajar dan Pendidikan Islam Dapat Berperan. August.

Islamiyah, A. (n.d.). Aqidah yang benar 01.

Khaerudin. (2014). Penanaman pendidikan aqidah pada anak usia dini. Madaniyah, 4(1), 45–57.

Marzuki. (2000). Aqidah dan Keimanan. Buku PAI SMP, 129–149.

Pendidikan, J., Islam, A., Ilmu, F., Dan, T., & Hidayatullah, S. (2014). ( KAJIAN TAFSIR SURAT AL- AN ’ AM AYAT 74 -79 ) 1436 H / 2014 M Pendidikan Keimanan ( Kajian Tafsir Surat Al- An ’ am ayat 74 -79 ).

PENERAPAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SKRIPSI. (n.d.).

Syarifin, A. (2018). Aspek Psikologi Dan Kesehatan Mental Dalam Pendidikan Aqidah Dan Ibadah Peserta Didik. Nuansa, 11(1), 1–8. https://doi.org/10.29300/nuansa.v11i1.1346

Theodoridis, T., & Kraemer, J. (n.d.). URGENSI PENDIDIKAN KEIMANAN BAGI ANAK.

Wicaksonowati, U. P. (2022). Pentingnya Menanamkan Pendidikan Aqidah Sejak Dini. Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2(4), 379-384.

 

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *