“Merupakan hak Gusti Allah untuk ditaati dan dipatuhi semua perintah dan larangan-Nya oleh semua makhluk berdasarkan apa yang diturunkan oleh Gusti Allah melalui lisan para Nabi dan Rosul-Nya, bukan berdasarkan akal semata. Para Rosul diutus Gusti Allah untuk menyampaikan wahyu dan dibekali mukjizat untuk menampakkan bukti kebenaran perkataan mereka bahwa mereka benar-benar diutus untuk membawa perintah dan larangan dari Gusti Allah, juga ancaman dan janji-Nya. Maka wajib bagi seluruh makhluk di alam semesta untuk membenarkan ucapan para Rosul tersebut”

Melanjutkan tulisan lalu, kalo dipikir secara perspektif manusia, kalo baik dan buruk itu dari Gusti Allah dan Gusti Allah sendiri memerintahkan kebaikan, lalu untuk apa Gusti Allah menciptakan keburukan?

Mungkin aneh untuk pikiran manusia, tapi justru itu masuk akal secara perspektif ketauhidan. Kalo Gusti Allah hanya mampu mendatangkan kebaikan saja, maka artinya Gusti Allah tidak punya kuasa atas keburukan. Dan ini tentu mustahil secara akal, ada Tuhan kok lemah di hadapan keburukan. Artinya ada 2 Tuhan, Tuhan baik dan Tuhan buruk. Tentu ini bukan tauhid lagi.

Sehingga jelas secara akal, bahwa Gusti Allah-lah yang berkuasa mendatangkan kebaikan dan keburukan tepat seperti yang dikehendaki-Nya. Bukan atas kehendak makhluk.

Sehingga, adanya baik dan buruk itupun tidak melazimkan seorang yang taat pasti dapat kebaikan di dunia dan orang maksiat pasti mendapat keburukan di dunia secara perspektif manusia. Bisa saja orang yang taat diberi kemiskinan tak berujung, sementara orang maksiat diberi kekayaan tak terhingga. Secara perspektif manusia, tentu hal ini aneh. Tapi tidak bagi Gusti Allah.

Orang taat yang diberi kesulitan bisa saja itu bentuk ampunan dosa (nikmat) dan orang maksiat diberi nikmat bisa saja itu bentuk istidroj (siksa). Sedangkan pahala bagi orang taat ditunda di akhirat dan siksa orang maksiat ditunda hingga di neraka. Semua itu bisa saja terjadi sesuai dawuh Gusti Allah yang ada di Al Qur’an dan dawuh Kanjeng Nabi SAW.

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ

“Gusti Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu dibanding dengan kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit” (Ar Ra’d 26)

Bahwa kita sebagai makhluk, harus mematuhi perintah dan larangan Gusti Allah karena itu perintah dari Dzat yang membuat kita hidup. Karena sejatinya kita gak punya kuasa untuk menghidupkan diri kita sendiri. Maka mematuhi-Nya sebagai jalan hidup adalah wajib secara akal.

Seperti mobil yang diciptakan sebuah pabrik, maka pengguna mobil harus mematuhi bagaimana merawat mobil sesuai buku petunjuk penggunaan yg dikeluarkan pabriknya. Lha wong yang tau jerohan mobil cuma si pabrik mobil itu. Kalo gak nurut, maka mobil akan cepat rusak.

Maka di atas semua hal, kita patuh perintah dan larangan-Nya karena memang itu perintah Gusti Allah, gak cuma ditinjau secara akal. 

Seperti kita diperintah wudhu saat kentut. Kentut itu di dubur, kenapa yang dibasuh anggota lain? Secara akal-akalan bisa saja dicari alasan kenapa wudhu saat kentut. Karena kentut itu dari makanan yang dimasukkan ke perut ke mulut yang ada di wajah oleh tangan, lalu kaki yang berjalan menuju makanan itu, dengan rambut yang menghiasi wajah sehingga wajah tampak indah sehingga orang mudah memberi makanan. Itu semua akal-akalan alasan untuk orang awam yg belum kuat imannya.

Namun di atas itu semua alasan, kita wajib mematuhinya karena itu perintah Gusti Allah. Gak ada alasan lain. Alasan secara akal hanya untuk mempercantik saja, bukan utama.

Maka benar, merupakan satu hal yang harus diimani dan diakui bahwa baik dan buruk itu dari Gusti Allah namun di sisi lain, kita harus punya komitmen untuk selalu berbuat baik dan menjauhi keburukan karena itu perintah Gusti Allah lewat lisan para Rosul ‘alahimus sholaatu was salaam.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *