Categories:

Oleh: Hana Fajria Mabruroh, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

   Keluarga merupakan suatu kelompok terkecil dari masyarakat. Sebuah keluarga didasari karena adanya hubungan darah atau ikatan batin yang kuat antara satu dan lainnya. Umumnya keluarga terdiri dari beberapa anggota keluarga seperti ayah, ibu, anak. Bahkan ada kakek, nenek, paman, bibi, dan lainnya. 

   Menurut WHO (1969) keluarga adalah kumpulan anggota keluarga yang berhubungan pertalian darah, perkawinan, dan adopsi. Mengutip dari Jurnal Representasi Keluarga Dalam Konteks Hukum Islam oleh Anung Al Hamat. Keluarga menurut islam ialah satu kesatuan hubungan antara laki-laki dan perempuan melalui akad nikah sesuai ajaran islam. Dalam islam, kedudukan keluarga sangatlah penting. Dibuktikan bahwa keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan utama bagi setiap orang. Melalui keluarga seseorang mengetahui hak dan kewajibannya, baik dalam segi sosial maupun seseorang sebagai seorang hamba. Namun, apa keluarga sakinah itu ?

   Di dalam kamus bahasa Arab, kata sakinah berarti “ al-waqaar, ath-thuma’ninah, dan al-mahabbah” yang memiliki arti ketenangan hati, ketentraman, dan kenyamanan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah kedamaian, ketentraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang tentram, damai, dan bahagia baik lahir maupun batin.

   Keluarga dibangun atas pertalian dua insan berbeda yang disatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Dalam islam, tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Hal tersebut Allah SWT. berfirman yang terdapat di dalam Al-Qur’an pada surah Ar-Rum ayat 21 :

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

   Untuk mewujudkan keluarga yang sakinah tentunya bukanlah hal yang mudah. Sangat diperlukannya dukungan dari setiap anggota keluarga demi dapat merasakan ketentraman, kedamaian, bahagia, dan kesejahteraan baik lahir maupun batin. Banyak upaya yang perlu dilakukan dalam proses menuju keluarga yang sakinah. Di dalam hubungan keluarga pasti seseorang tidak akan luput dari adanya konflik diantara anggotanya, baik antara suami dan istri atau orang tua dengan anak.

   Maka dari itu sangat diperlukan upaya-upaya dalam mengurangi atau membenahi konflik yang sedang terjadi dalam keluarga. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pemecahan konflik dalam menuju keluarga sakinah, diantaranya :

1. Memiliki pemikiran dan sikap terbuka akan pendapat yang diutarakan dari masing-masing anggota keluarga.

2. Mendiskusikan masalah yang terjadi dengan keluarga untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

3. Memberikan solusi dengan tindakan yang nyata dan sesuai ajaran islam dari konflik yang terjadi.

4. Selalu mengingat dan meminta pertolongan hanya kepada Allah dalam menghadapi setiap permasalahan.

5. Tidak bersikap egois dalam bertindak.

6. Membangun komunikasi yang baik antar sesama anggota keluarga.

7. Mampu berlapang dada memaafkan anggota keluarga yang berkonflik dengan kita.

Selain melakukan upaya-upaya dalam mengatasi konflik, mebangun keluarga yang sakinah pun memerlukan strategi-strategi yang dimana dalam keluarga harus dapat menanamkan nilai-nilai akidah, memberikan contoh dan akhlak yang baik, tidak lupa dalam menjalankan kewajiban-kewajiban dalam keluarga, dan sebagainya. Kemudian dalam pembinaan keluarga sakinah, Kementrian Agama Indonesia telah menetapkan kriteria-kriteria yang meliputi aspek-aspek seperti perkawinan yang sah, bimbingan keagamaan, pemenuhan kebutuhan sosial, dan juga pemenuhan kebutuhan baik spiritual maupun material.

Salah satu hal yang paling utama dalam membangun keluarga yang sakinah yaitu dengan mewujudkannya keharmonisan hubungan antar anggota keluarga. Di dalam membangun keluarga yang sakinah, juga penting untuk mengutamakan, menjaga kebersamaan dan dapat saling mendengarkan satu sama lain. Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam membangun keluarga yang sakinah. Dengan memiliki rumah tangga yang bahagia dan harmonis, jiwa serta pikiran akan menjadi lebih tenang dan tentram.  

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *