Seorang jamaah yang sangat pendiam tetiba bertanya kepada Paijo: “Kang kenapa para wali berhasil mengislamkan tanah jawa dan Nusantara dengan sangat “cepat”? Dan kenapa pula sekarang begitu cepat merosot “ke-Islaman ummat di Nusantara ini?”

Paijo (sedikit terkejut dan berujar): “13 tahun masa kenabian adalah masa yang sangat berat dan belum banyak yang percaya kepada Islam. Tetapi 10 tahun berikutnya begitu banyak yang menjadikan Islam sebagai jalan pilihan. Sebagaimana digambarkan dalam surat an-Nasr dimana ketika datang pertolongan Allah maka berbondong-bondonglah orang masuk ke dalam agama Allah. Karena itulah kita disuruh bertasbih dan beristighfar kepada Rabb kita. Seperti itu pulalah gambaran peng-Islaman Nusantara. Setelah begitu sabar berdakwah di awal abad ke 7 dan menanamkan benih ketauhidan atau spiritual di dalam kultur Nusantara. Benih ini ternyata bertahan lama dan mulai berakar dan menjalar dalam dinamika peradaban masyarakat Nusantara.  Meskipun kemarau begitu panjang tetapi benih dan akar itu tetap bertahan dalam ruang bathin masyarakat Nusantara.”

Jama’ah : “Lantas kapan Islam mulai membesar di Nusantara Jo?” 

Paijo : “Islam membesar ketika muncul momentum keruntuhan Majapahit. Benih ketauhidan yang sudah berakar itu bertunas dan tumbuh sangat cepat di awal abad 13. Kedatangan para wali seperti datangnya hujan yang menumbuhkan rumput di awal musim penghujan setelah kemarau panjang. Benih ketahuidan yang  akarnya sudah merambat terlebih dahulu dalam peradaban Nusantara, akhirnya tumbuh subur.  Itulah kenapa ekspresi Islam Nusantara begitu berbeda dengan ekspresi Islam di Timur Tengah. Karena akar mereka telah menyatu dengan nilai moralitas lokal sebelum tunasnya muncul ke permukaan. Namun sekarang ekspresi Islam Nusantara tengah dalam ujian berat dengan datangnya gelombang kapitalisme yang mengeringkan akar spiritulitas yang ditanam para wali tersebut.  Apalagi kemudian disusul dengan datangnya kelompok yang membawa ekspresi Islam  Timur Tengah yang penuh kecurigaan dan permusuhan.” #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *