Semua yg didapat dgn mudah, biasanya juga akan hilang dgn mudah. Sesuatu yg mudah didapat itu biasanya cepat hilang. Jika kita tidak pernah menghargai apa yg kita miliki dari hasil jerih payah sendiri, maka tidak akan ada apapun yg akan tinggal lama. Sebab, semua tiada yg abadi, tetapi jika kebaikan itu telah datang, bukankah akan lebih bermakna, jika kita mampu menjaga dan merawat, apa yg telah ada sebelum penyesalan datang karena terus berkurang dan kehilangannya.

Semuanya memang sangat sulit, dan butuh proses perjuangan dgn berbasis pengorbanan, kesabaran dan kesadaran. Kita harus yaqiinan billah, yakin jika terus berusaha mewujudkan sesuatu dgn sungguh2, semuanya pasti akan dapat dicapai secara perlahan2, merasakan kepuasan batin. Karena, sesuatu yg berharga itu, tidak mudah didapat, tanpa usaha yg keras. 

Sering orang mengatakan, tentang sesuatu yg didapat dgn penuh perjuangan keras, dgn satu harapan bahwa apa yg telah diperjuangkan itu akan tetap bertahan sangat lama atau tidak gampang hilang begitu saja. Pekerjaan mungkin, uang, mungkin, atau apa saja, yg diusahakan dgn sepenuh tenaga, akan menjadi sesuatu hal yg bernilai tahan lama, atau paling tidak lebih lama dari pada sesuatu yg di usahakan dgn sekenanya saja.

Seorang atlit besar sepakbola Brazil, Edson Arantes do Nascimento atau dikenal dgn nama Pelé, pernah mengatakan bahwa “Sukses bukanlah kebetulan. Sukses itu kerja keras, kegigihan, pengorbanan, dan yg paling penting, cintailah apa yg kamu lakukan dan atau belajar untuk melakukan”.

Pesan indah dari ulama kibar tabi’in, yaitu Abu Sa’id al-Hasan ibn Abil-Hasan Yasar al-Bashri atau masyhur dgn nama Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah (641 M, Madinah – 728 M, Basra, Irak), yg berguru kepada beberapa Sahabat Nabi, seperti Utsman bin Affan, Abdullah bin Abbas, Ali bin Abi Talib, Abu Musa Al-Asy’ari, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah and Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhum. Beliau dawuh :

“Dunia ini hanya memiliki tiga hari: Hari kemarin, ia telah pergi bersama dgn semua yg menyertainya. Hari esok, kamu mungkin tak akan pernah menemuinya. Hari ini, itulah yg kamu miliki, maka beramal lah di hari ini.” (Termaktub dalam Kitab Az-Zuhd al-Kabir 1/196, karya Abubakar Ahmad bin Husain bin Ali bin Abdullah al-Baihaqi Asy-Syafi’i atau Imam Al-Baihaqi rahimahullah (994 -1066 M Naisabur, Iran)

Semoga bermanfaat

Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi  Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *