Setiap orang pasti senang jika menjadi sosok yang kehadirannya dirindukan, kedatangannya diharapkan, keberadaannya dinantikan.
Siapa pun dia, apa pun profesinya. Apakah seorang guru, dosen, penulis, pembicara publik, pedagang, atau yang lainnya. Setiap orang selalu ingin diperhatikan, mendapat tempat di hati orang lain.
Nah, pertanyaannya kemudian, bagaimanakah caranya agar kehadiran kita dirindukan, kedatangan kita dinantikan?
Jika kita seorang guru atau dosen, bagaimana agar kita menjadi guru atau dosen yang dirindukan oleh murid atau mahasiswa kita?
Jika kita seorang penulis, bagaimana agar kita menjadi penulis yang karya-karyanya selalu dirindukan dan ditunggu-tunggu oleh para pembaca?
Jika kita seorang pembicara publik, bagaimana agar kehadiran kita selalu dinantikan oleh para audiens?
Pun jika kita seorang pedagang, bagaimana agar kedatangan kita selalu diharapkan oleh para pelanggan?
Tidak mudah memang untuk menjawab pertanyaan ini. Tetapi, dalam tulisan ini, saya berusaha memberikan beberapa tips agar kehadiran kita, dengan beragam profesi yang kita miliki selalu dirindukan.
Pertama, berikanlah kesan positif sejak awal perjumpaan dengan mereka. Seorang guru atau dosen, sejak pertama kali masuk ke ruang kelas, hendaknya menghadirkan kesan positif di benak para murid dan mahasiswa.
Ya, kesan positif di awal perjumpaan itu penting. Karena itulah yang akan terus diingat oleh mereka pertama kali.
Begitu juga dengan seorang penulis. Hadirkanlah karya-karya yang menggugah, menginspirasi, sejak karya pertama ditulis. Karena pembaca biasanya akan mengingat karya pertama yang ditulis oleh sorang penulis. Jika karya pertamanya mampu menarik minat pembaca, biasanya mereka akan lebih mudah lagi untuk mengapresiasi dengan membeli karya berikutnya dari penulis tersebut.
Pun demikian dengan pembicara publik dan pedagang. Awal perjumpaan harus memberi kesan positif. Karena kesan pertama itu sangat penting.
Kedua, kreatif dan inovatif. Ya, seorang guru atau dosen harus kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Selalu menghadirkan hal baru agar kelas tidak menjemukan dan membosankan adalah suatu yang niscaya. Lakukan hal-hal yang out of the box, tidak mainstream, dan penuh kreasi. Hal ini akan menjadikan ruang kelas selalu hidup.
Seorang penulis pun demikian. Berikanlah kejutan-kejutan dalam setiap karya yang ditulisnya, sehingga pembaca tidak merasa monoton dan jenuh. Sesekali mengubah tema tulisan yang tidak biasa, memberi judul yang memancing rasa penasaran pembaca, juga bisa dengan mengubah gaya (style) tulisan dari biasanya.
Begitu juga dengan seorang pembicara publik. Ciptakanlah hal-hal baru penuh kreativitas dalam aktivitas public speaking-nya, sehingga audiens merasa ada sesuatu yang selalu baru dari setiap perjumpaan dengannya.
Pedagang pun setali tiga uang. Kreasikan serta inovasikan produk atau jasa dari barang dagannya. Jangan monoton. Sehingga para pelanggan pun selalu penasaran dengan kreasi-kreasi serta inovasi-inovasi baru yang akan tercipta.
Ketiga, bersikap ramah. Inilah poin yang tidak kalah pentingnya dari dua poin sebelumnya.
Soeorang guru, dosen, penulis pembicara publik, pedagang, atau yang lainnya harus tetap menjaga sikap ramah kepada siapa saja yang dijumpainya. Kepada para murid dan mahasiswa, seorang guru dan dosen harus tetap bersikap ramah, dengan tetap menjaga wibawa.
Kepada para pembaca, penulis harus siap menerima kritik, saran, pendapat dan yang lainnya, demi perbaikan karya-karyanya. Tidak perlu emosi menanggapi kritikan pembaca. Anggaplah sebagai pemicu semangat untuk mengjadirkan karya yang lebih baik lagi.
Kepada para audiens dan peserta pelatihan, seminar dan acara sejenisnya, seorang pembicara publik harus bersikap ramah. Meskipun mungkin ada di antara peserta yang menyampaikan kritik tajam, atau mungkin tidak terlalu memperhatikan apa yang disampaikan pembicara.
Kepada para pelanggan serta siapa saja yang menikmati produk atau menggunakan jasa dari barang dagangannya, seorang pedagang harus bersikap ramah. Apa pun komplain serta aduan yang disampaikan pelanggan, harus diterima dan ditanggapi secara baik-baik agar memperoleh win-win solution.
Dengan beberapa tips tersebut, mudah-mudahan kita, dengan beragam profesi yang kita jalani, akan selalu menjadi yang dirindukan. Menjadi guru dan dosen yang dirindukan murid dan mahasiswa. Menjadi penulis yang dirindukan khalayak pembaca. Menjadi pembicara publik yang dirindukan audiens. Dan menjadi pedagang yang dirindukan pelanggan.
* Ruang Inspirasi, Rabu, 2 September 2020.

No responses yet