Menelaah Kajian Tasauf al-Habib Abdullah bin ‘Alawy al-Haddad dalam karyanya “Risalatul Mu’awanah” sangat mencerahkan dan menyejukkan. Saya nukilkan salah satunya kupasan beliau tentang eksistensi laknat-melaknat yang seringkali kita jumpai di medsos sebagai ungkapan kebencian baik kepada pihak pemerintah (siapa pun selama tidak menyuruh kemaksiyatan), lawan politik, ulama yang tidak mereka sukai, ataupun pihak lain yang tidak sepaham dengan mereka. Lebih jelasnya, Habib Abdullah bertutur :
وَ اِيَّاكَ اَنْ تَلْعَنَ مُسْلِمًا اَوْ بَهِيْمَةً أَوْ خَادِمًا أَوْ شَخْصًا بِعَيْنِهِ وَاِنْ كَانَ كَافِرًا اِلاَّ اِنْ تَحَقَّقْتَ أَنَّهُ مَاتَ عَلَى الْكُفْرِ كَفِرْعَوْنَ وَ أَبِيْ جَهْلٍ أَوْ عَلِمْتَ اَنَّ رَحْمَةَ اللهِ لاَتَنَالُهُ بِحَالٍ كَٳِبْلِيْسَ (وَاعْلَمْ) أَنَّ اللَّعْنَةَ اِذَا خَرَجَتْ مِنَ الْعَبْدِ تَصْعَدُ نَحْوَ السَّمَاءِ فَتُغْلَقَ دُوْنَهَا اَبْوَابًهَا ثُمَّ تَنْزِلُ اِلَى الْأَرْضِ فَتُغْلَقَ دُوْنَهَا ثُمَّ تَجِيْئُ اِلَى الْمَلْعُوْنِ فَٳِنْ وَجَدَتْ فِيْهِ مَسَاغًا وَاِلاَّ رَجَعَتْ اِلَى قَائِلِهَا
“Waspadalah engkau dari melaknat diri seorang Muslim, hewan, pembantu, atau seseorang kendati ia kafir sekalipun kecuali jika ia jelas-jelas mati dalam kekufurannya seperti Fir’aun dan Abu Jahal atau makhluk yang diketahui bahwa rahmat ALLAH telah terputus dari sebab tingkahnya seperti iblis (Dan ketahuilah) bahwasanya laknat jika keluar dari mulut seorang hamba lalu naik ke langit, maka tertutuplah seluruh pintu-pintu langit menolaknya, kemudian turunlah laknat itu ke bumi, lalu tertutuplah bumi menolaknya. Selanjutnya datanglah laknat itu kepada orang yang menjadi sasaran laknat; maka jika laknat itu sesuai dengan kondisi orang yang dilaknat, maka orang itu akan terkena laknat, tapi jika tidak sesuai, maka laknat itu akan kembali kepada pengucapnya.” (Risalatul Mu’awanah : 29).
Subhanallah, ternyata laknat itu tidak diterima oleh langit maupun bumi, bahkan bisa berbalik kepada pelaknatnya. Maka berhati-hatilah kita dalam mengendalikan ucapan atau tulisan kita, jangan sampai antipati yang berlebihan membuat kita merasa nikmat melaknat sesama makhluk ALLAH, apalagi sampai menjadi hobi. Na’udzubillahi min dzalik. Karena itu mari hentikan sekarang juga kebiasaan melaknat sesama manusia kendati terhadap orang kafir yang masih hidup sekalipun. Karena boleh jadi menjelang wafatnya ia masuk Islam dan menjadi pembela Islam serta banyak jasanya bagi perkembangan dakwah Islam seperti Umar bin Khatthab.

No responses yet