Sisi lain dari Matan al-Jurumiyyah.
وللنصب خمس علامات الفتحة والالف والكسرة و الياء و حذف النون
Untuk meraih posisi terhormat terdapat lima indokator utama:
Pertama: Al-Fathatu ( Terbuka dan Keterbukaan)
Kesediaan diri untuk membuka hatinya dalam mengenal kebenaran.
Orang terhormat adalah orang yang selalu terbuka pikirannya, hatinya untuk menerima aneka kebenaran. Kebenaran yang bukan saja datang dari se-idelogis namun datang dari manapun jua.
Kedua: Alif Alwahdah
Pemimpin harus berjuang karena Allah swt semata, bukan karena ingin dipuja dipuji disanjung.
Orang yang terhormat adalah orang yang selalu orientasi amaliyahnya karena semata keikhlasan dan kesucian hati.
Ketiga: Al-Kasrah – Ketundukan dan kerendahan hati.
Orang yang berada pada posisi terhormat harus ada sikap merendah dan sikap ketawaddhuan. Sebab jabatan terhormat tanpa diimbangi dengan sikap tawaddhu akan membuatnya congkak, angkuh dan sombong.
Keempat: al-Ya’ : Keyakinan totalitas.
Menjadi orang yang terhormat tidak terlepas dari sikap dan keyakinannya yang kuat.
Motivasi untuk meraih kebaikan dan kemuliaan mesti diawali dengan keyakinan akan pertolongan Allah swt dan keyakinan akan meraih kesuksesan itu.
Kelima: Hazfunnun: Membuang Ke-aku-an.
Menjadi pemimpin adalah menjadi kami dan kita bukan menjadi aku. Sebab manakala menjadi Aku akan memudarkan penghormatan dan wibawanya di hadapan komunitas dan masyarakatnya.
Maka buanglah ke-akuan itu agar tetep berkah posisi apapun yang Allah anugerahkan kepadamu.

No responses yet