Beberapa waktu yang lalu, rombongan bermobil dari Sidoarjo dicegat polisi di wilayah Karangkates menuju Blitar gegara para penumpangnya tidak memakai masker. Polisi benar, beliau membantu menjaga keselamatan dan kesehatan bersama. Saya tidak bertanya kena tilang apa tidak dan bayar di tempat apa tidak. 

Kasus terbaru yang sedang viral  adalah rombongan ziarah wali dari Madura memakai mobil Colt L300 yang masih populer di  Madura. Rombongan itu semuanya adalah para lelaki separuh baya yang berburu ketenangan batin di tengah ketidakpastian lahir. Bagi kebanyakan orang Madura, ziarah ke kuburan para wali adalah sama dengan ziarah ke wali yang masih hidup. Yang tidak sepaham, tak usah cemberut. Mobil itu terus melaju, knalpotnya mengeluarkan asap hitam pertanda usia mobil sudah udzur. Sebagian kaca pinggir mobil terbuka. Khas orang Madura yang bersahabat dengan angin dan ombak.

Di tengah perjalanan, rombongan ini dicegat polisi gegara kelihatan beberapa penumpang tidak memakai masker. Perdebatan dengan polisi tak terelakkan. Polisi bertanya apa belum tahu peraturan tentang masker. Wajah polisi yang garang itu ditatap balik oleh seorang tertua di mobil itu dengan menjawab: “Bisakah orang merokok sambil memakai masker?” Pertanyaan kedua: “Adakah peraturan larangan merokok saat di dalam mobil?” Pak polisi mulai senyum-senyum kecut mendengar pertanyaan lugu dan lojik ini. Lalu seorang santri di mobil itu berkata: “Dalam pelajaran qawaid itu disebut pengecualian pak polisi, al-mustatsnayat.” Polisinya tidak paham istilah ini sambil berkata: “Kalau sudah tidak merokok, maskernya pakai ya.” Semua menjawab: “Siaaaaap.” Polisinya bisik-bisik ke temannya: “Repot kalau debat dengan orang Madura.” Saya cjma berkomentar ringan: “Tanpa Madura, Indonesia kehilangan salah satu selera humor.” Madura memang unik dan merasa dunia adalah bagian dari Madura. Mike Tyson  dianggap sebagai turunan nama marga Mat Iksan (Madura), Doraemon dianggap sebagai turunan nama marga Durahman (Madura), bahkan Joe Biden presiden terpilih USA dianggap sukses berkah sebuah Buju’ (Wali Sepuh Madura) yang bernama Ju’ Bidin yang bernama asli Buju’ Abidin. Percaya dirinya orang Madura memang tinggi. Hahaa. Temani saya tersenyum dan tertawa. Semoga bahagia.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *