Categories:

Oleh : Muayanah (Mahasiswi IPMAFA Pati Jawa Tengah)

Hampir satu tahun covid-19 melanda di Indonesia. Sejak saat itu banyak terjadi perubahan dalam segala bidang di kehidupan manusia. Pola hidup yang sehat, selalu mencuci tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak sosial (sosial distancing) antar manusia sudah menjadi hal yang harus dilakukan di mana saja. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran covid-19.

Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintahan per tanggal 20 November 2020 tercatat sudah 488.310 orang yang terkonfirmasi positif corona. Dengan total pasien sembuh 410.552 orang, dan 15.678 pasien yang positif covid-19  meninggal dunia.  Penyebaran covid-19  sudah melanda seluruh Indonesia bahkan telah sampai di pelosok desa. Penambahan terbanyak ada di Jakarta  dengan total 124.243 kasus positif covid-19. (Tribunnews.com, 20/11/2020)

Di masa pandemi ini biasanya untuk masuk ke suatu tempat, seperti pusat perbelanjaan, kantor, atau tempat umum lainnya tidak lepas dari screening suhu tubuh, harus memakai masker dan protokol kesehatan yang lainnya. Karena jumlah kasus yang terus bertambah dan belum adanya ketersediaan vaksin untuk virus covid-19 ini.

Hampir seluruh sector terdampak akan pandemi ini, salah satunya adalah sektor pendidikan. Kegiatan pendidikan yang dulunya diadakan dengan bertatap muka secara langsung kini harus dilakukan secara virtual atau daring. Hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus covid-19  di Indonesia. Awalnya ada beberapa aliansi guru dan tokoh pendidikan yang tidak setuju dengan pembelajaran daring ini dan meminta kegiatan belajar mengajar ditunda sampai awal tahun 2021. Tetapi tidak sedikit juga yang meminta kegiatan belajar mengajar di mulai pertengahan tahun kemarin seperti biasanya. Akhirnya pada bulan juni 2020, Kemendikbud bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Agama mengeluarkan kebijakan agar sekolah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti tahun-tahun sebelumnya dengan pembelajaran dari rumah atau daring.

Untuk melindungi segenap warga sekolah dari bahaya penyebaran virus covid-19 dan juga kesulitan ekonomi karena adanya pandemi, dimana sebagian masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan kuota internet anaknya, maka pemerintah memfasilitasi siswanya dengan memberikan bantuan kuota internet gratis untuk para peserta didik untuk menunjang pembelajaran dari rumah. Pembelajaran dari rumah ini harus tetap dilakukan untuk proses pembelajaran guna menunjang proses pengembangan potensi diri anak baik dalam aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan.

Peran guru dan orang tua sangat penting dalam proses pembelajaran ini, hal ini dikarenakan siswa akan kesulitan untuk pembelajaran dari rumah tanpa adanya peran guru. Dan siswa akan malas mengikuti pembelajaran dari rumah tanpa pengawasan dari orang tua. Kenyataan ini membuat pendidikan mengalami transformasi, dari yang awalnya bertatap muka secara langsung menjadi bertatap muka secara virtual. Pendidikan harus dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada yang diakibatkan oleh pandemi covid-19. Media pembelajaran yang sebelum pandemi didemonstrasikan secara langsung, kini saat pandemi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Semua kegiatan pendidikan dilakukan secara online. Banyaknya perubahan yang terjadi di dunia pendidikan, menuntut sekolah dan guru harus kreatif dalam mengeluarkan ide dan gagasan. Tujuan utamanya adalah agar siswa tretap terfasilitasi untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada di dalam dirinya, meskipun tidak hadir di sekolah. Berkembangnya kegiatan webinar, platform youtube, google classform, whatshapp group dan zoom meeting menunjukkan telah terjadinya transformasi dalam dunia pendidikan

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *