3. Gak kagetan. Yakin dan menyadari penuh bahwa segala sesuatu yang membuat kita heran dan gak habis pikir itu datang dari Gusti Allah. Bahkan yakin bahwa segala sesuatu yang paling kecil dan paling lembut yang melingkupi kehidupan kita, telah diatur sedemikian rupa oleh Gusti Allah.

Dengan keyakinan ini, kita gak gampang kaget dengan keanehan dan ke-tidak masuk akal-nya sesuatu yang kita lihat. Semua keanehan itu terasa biasa saja dalam benak kita dan kita pun gak punya rasa penasaran “Kok bisa gini? Gimana ceritanya?”.

Seperti kemarin saya mau bayar utang ke seorang temen, ada saja gangguannya. Mau transfer pake mobile banking, ada masalah. Mau berangkat ke ATM, hujan deres. Udah di jalan, eh dompet ketinggalan. Balik ke rumah, dompet ketlisut abis buat mainan anak2. Pokoknya ada aja kejadian ajaib.

Karena capek, saya sempet sumpek dan bertanya heran, kenapa sih mau bayar utang gini amat yak? Ya lama2 saya sadar, ini semua kehendak Gusti Allah. Hikmahnya ya biar saya punya bahan cerita buat ditulis di sini, hehehe.

Trus malamnya dapat cerita dari seorang temen ngopi yang gurunya seorang Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. Satu hari temen saya mengantar gurunya beli asbes untuk atap pondok. Pas dibayar, uang sang guru ternyata kurang 12 ribu. Sang guru mencari-cari di semua sakunya, gak ada duit lagi, lalu beliau pinjem ke temen saya. Tentu saja temen saya senang hati menalangi kekurangannya.

Setelah kembali ke pondok, sang guru dapat laporan dari tukang kalo ada beberapa bahan yang habis dan butuh uang 500 ribu untuk membelinya. Seketika sang guru merogoh sakunya dan ternyata ada duit 500 ribu dan menyuruh si tukang berangkat. Teman saya yang lihat hal itu heran, padahal tadi uang sang guru jelas-jelas udah habis, kok tiba-tiba ada duit 500 ribu?

Sadar kalo temen saya heran, sang guru pun mengusap muka temen saya dan bilang, “Udah, gak usah heran!”

Belum lagi ditambah lagi keajaiban tingkah polah netijen di medsos, yang sedikit banyak bikin geleng kepala. Kalo kita mikir njlimet, pasti gak bakal nemu ujung pangkalnya.

Semua kejadian mengherankan itu kalo kita kembalikan pada Gusti Allah Yang Maha Kuasa, kita gak bakal heran. Yang ada hanya kekaguman pada kuasa-Nya Gusti Allah yang meliputi segala sesuatu. Pikiran adanya “ini hanya kebetulan” pun terhapus, yang ada “ini kehendak Tuhan”. Karena hakikatnya di dunia ini gak ada hal yang kebetulan, semua sesuai skenario Gusti Allah. Dinikmati saja skenario itu.

Maka kita gak usah heran dengan segala keajaiban. Dawuh Imam Ghozali, siapa saja yang yakin bahwa rahasia-rahasia keajaiban dalam kehidupan itu dari Gusti Allah dan tidak ada yg sulit bagi-Nya, maka dia gak akan heran dan kaget dengan sifat af’al Gusti Allah tersebut, malah justru kita akan menertawakan kebodohan dan keterbatasan pemahaman diri kita sendiri yang masih suka berpikir materialistis dalam menanggapi sesuatu.

Dan siapa yang menahan diri untuk tidak bertanya-tanya keheranan, “kenapa bisa gini? Gimana kok bisa gitu?”, terhadap kejadian yg mengherankan dirinya, maka Gusti Allah akan ridho membimbingnya untuk memahami semua hakikat kejadian di alam raya, dengan petunjuk-Nya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *