Categories:

Oleh: Choirul Muhtadin (mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)

Syair makrifat dan syair dagang adalah sebuah naskah kuno yang ditulis dengan menggunakan bahasa melayu. Naskah ini ditulis dengan Aksara Jawi (Pegon) pada abad ke-19. Naskah ini merupakan sebuah manuskrip kuno yang tersimpan di British Library, Inggris. Naskah ini ditulis di atas kertas Eropa dengan stempel berbentuk segi delapan yang bertuliskan “BATH”. Ukuran dari naskah kuno tersebut adalah 210 x 160 mm atau 21 x 16 cm dan menggunakan tinta berwarna hitam dan merah. Manuskrip Syair Makrifat dan Syair Dagang memiliki 69 halaman. Setiap halaman naskah berisi 11 baris tulisan, tetapi di halaman terakhir berjumlah 4 baris.

                Manuskrip Syair Makrifat dan Syair Dagang ini ditulis dengan menggunakan tulisan Arab dengan gaya khot tsulus berisi dua buah syair yang ditulis tangan, yaitu teks Syair Makrifat dan teks Syair Dagang. Pada halaman awal yaitu halaman 1-3 merupakan halaman kosong, halaman 4-36 adalah teks Syair Makrifat, halaman 37-45 adalah teks Syair Dagang, dan halaman 46-52 adalah halaman kosong bagian belakang naskah dan berisi nomor naskah, dan stempel atau cap kepemilikan atau perpustakaan (British Library). Kemudian digitalisasi naskah ini juga terdapat halaman pelindung bagian depan dan belakang naskah.

                Walaupun telah berumur ratusan tahun Syair Makrifat dan Syair Dagang ini masih tersimpan baik,utuh dan dapat dibaca. Teks naskah ini ditulis dari sebelah kanan ke kiri begitu juga cara membacanya. Syair ini juga ditulis dalam dua kolom atau kotak yang dibingkai dengan garis tipis sehingga garis bingkainya tidak terlalu terlihat atau samar-samar.

                Teks Syair Makrifat dan Syair Dagang berisi tentang ajaran-ajaran agama. Di dalam naskah ini dijelaskan mengenai sifat-sifat wajib Allah Swt., rukun iman, rukun islam, ajaran tauhid, dan makrifat. Pada awal naskah ini, penyair menuliskan pembuka yang terdapat dalam teks Syair Makrifat, yaitu Bismillah. Penyair menyampaikan kepada para pembaca bahwa syair ini berisi tentang pengetahuan mengenai sifat-sifat Allah Swt. baik wajiib,mustahil atau jaiz. Selain itu naskah ini berisikan amanat dan amalan-amalan yang wajib dipraktikkan sebagai bekal kehidupan akhirat untuk mendapatkan ridho Allah dan  juga agar dapat masuk ke dalam surga –Nya Allah Swt.

                Dalam teks naskah ini terdapat banyka sekali amanat-amanat agama. salah satunya ialah bahwa seorang hamba-Nya tidak boleh terlena akan kehidupan dunia,hal ini merupakan isi dari syair yang berbunyi:

Ingatlah kita jangan terlena # Dunia ini hajakan fana

Barangsiapa piker sempurna # Dunia ini tiada berguna

Dan juga harus memperbanyak amal soleh sebagai bekal nanti di akhirat. Sebab tidak ada yang menolong kita di akhirat nanti, kecuali amal dan ibadah kita sendiri. Hal ini terangkum dalam syair:

Malakul maut datang menerpa # minta tolong pada siapa

Salah satu amalan yang akan meonolong kita nanti adalah menimba ilmu, hukum wajibnya bagi kita untuk mencari ilmu dengan berguru atau belajar kepada yang lebih ahli tentang ilmi agama. Ilmu merupakan bagian terpenting dalam menjalani kehidupan karena dengan ilmu kita dapat menguasai dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Terutama ilmu agama yang mana menjadi pedoman kita dalam hidup, karena melalui ilmu agama kita dapat mengenal sifat-sifat wajib Allah Swt. dan menjadi hamba-Nya yang taat serta akan memperoleh ridho-Nya.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *