Selama ini bila disebut media teroris, maka mengarah ke media ISIS atau media yang digunakan oleh kelompok teroris untuk berjejaring selanjutnya melancarkan targetnya. Namun di saat pandemi, di medsos ada tambahan maksud dari media teroris.
Saya amati ada narasi bahwa di era pandemi ada media yang dianggap oleh sebagian orang sebagai media teroris karena dikaitkan dengan pemberitaan covid 19 .
Sayang tidak dijelaskan media apa dan bagaimana kriteria media itu disebut teroris saat memberitakan covid.
Akhirnya kita meraba mungkin maksudnya adalah media yang tiap hari gencar memberitakan kematian bukan memberitakan yang sembuh. Atau media yang suka memuat isu-isu covid tapi si wartawan tidak menguasai informasi tentang covid akhirnya jatuh kepada hal yang membuat masyarakat semakin cemas dan takut di saat mereka harus mencari rezeki di luar rumah. Mungkin ada tambahan atau koreksi atas rabaan saya di atas.
Tentu bisa jadi si wartawan tidak berniat membuat takut, hanya karena cara memblow up berita sedemikian rupa yang menurut sebagain orang membuat ketakutan, akhirnya dianggap media teroris.
Contoh orang yang sering menyebut media teroris adalah Bapak Indro dalam FBnya. Semisal pada bulan Februari 2021 ini saja dia memuat masalah media dan teroris beberapa kali: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218805099502798&id=1360133229, “CoPeD cuma bisa merusak sel yg punya reseptor ACE2. ACE2 tidak ada di rongga hidung & mulut & lidah. Anosmia & sariawan bukan CoPeD cuma hoax teroris.”
Atau juga di status yang lain di: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218810404195412&id=1360133229, “Karena saya hidup di dunia nyata bukan hidup diatur mimpi epidemiolog statistika. Bukan hidup keracunan teror media. Tetap bantu rakyat biasa.Tetap hidup gak mati-mati juga.”
Atau juga di FB https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218798450856586&id=1360133229,
“LONG COPEEEEEEEEEDDDD???
Saat ada yang terinfeksi virus coped awal, maka Antibody akan dikeluarkan sedikitnya 7 hari pasca demam pertama & akan maksimal dikeluarkan 14 hari pasca demam pertama untuk menetralkan semua virus dalam tubuh. Proses pembersihan virus dalam tubuh akan berlangsung di hari 14-21, sehingga akan sembuh dalam 3 minggu + bonus mendapat data sel memory sehingga akan kebal (IgG reaktif) jika ada infeksi ulang virus coped. Lha kok masih ada gejala?? Gejalanya apa? pusing, lemas, jantung berdebar, sesak nafas, bingung?? kalau cuma lihat gejala seperti itu ada banyak penyakit dengan gejala serupa bukan cuma COPAD COPED saja. TBC, typhus, DBD, stress ketakutan keracunan media, kebanyakan hutang, didatangi debt colector juga menimbulkan gejala yang sama.Tangani setiap penyakit berdasarkan data yang jelas, bukan dipaksa semua harus COPED. Narasi LONG COPED adalah narasi pembuat ketakutan bagi masyarakat. Kawan sejati membantu & menenangkan hati. Hanya setan yang kerjanya menakuti. Rakyat endonesa tidak goblog & selalu belajar.”
Memang saat ini penting membuat orang kecil yang harus bergulat dengan ekonomi sehari-hari agar tidak ketakutan karena kehidupan ekonomi mereka sudah sulit. Sedapat mungkin membuat tenang.
Maka beberapa bulan lalu saat ada orang desa yang datang ke saya dengan tanpa masker serta dalam kondisi sehat bertanya tentang covid, maka saya jawab, “Anda tidak usah berpikir covid. Pikir saja pekerjaan Anda. Mereka yang perlu lebih ekstra hati-hati adalah orang menengah ke atas dan orang yang sakit.”

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *