Ini kisah nyata dari teman saya  yang guru ngaji, tapi tidak mau digaji, karena dia sudah bekerja kecil-kecilan buka bengkel sendiri. Dia bukan dukun tapi saat itu terpaksa menunjukkan kelebihannya. Sebut saja namanya Mas Ru yang berkat dekat Mbah Ba dia mau ngelakoni tirakat yang sudah berjalan sekitar 4 tahunan. Berikut kisahnya:

Pertama, sebut saja ada orang bernama Ana yang mempunyai sepeda motor Yamaha ZR. Ana ini putranya ngaji di Mas Ru. Lalu Ana curhat ke Mas Her saat ada bengkel bahwa dia kehilangan sepeda yang seminggu sebelumnya dipinjam teman akrab Ana yang bernama Paijo. Namun sepedanya tidak dikembalikan. Tentu Ana tidak mengerti kalau Mas Ru punya kelebihan itu. Mas Ru berkata, “Ayo berdoa bersama-bersama”.

Selang tiga hari, Ana ditelpon seorang dari showroom sepeda motor Sampang yang mengaku sepeda motornya ada di showroom dan akan dikembalikan pada hari H di bawah suatu jembatan. Benar, saat Ana mendatangi jembatan itu, sepeda motornya sudah ada di sana tanpa ada orang di sampingnya. 

Kedua, di sebuah perusahaan di PT “CH”  terjadi kehilangan HP dan uang di loker. Seorang supervisor  bernama Yus  meminta bantuan paranormal bernama Has. Hasilnya, paranormal tersebut menuduh si Jon (salah seorang karyawan) yang jadi pencurinya. Maka si Jon ditanya dan bersumpah tidak mencuri. Namun si Yus meyakini berdasar omongan paranormal Has bahwa si Jon adalah yang mencuri dengan berkata, “Maling gak ada yang mengaku.”

Karena si Yus sudah punya pendapat demikian dan dia punya kuasa, selanjutnya si Yus  lapor ke manajer dan akhirnya si Jon dipecat. Inilah gegara  percaya dukun si Has yang hanya bisa menuduh tanpa bisa membuktikan. 

Pada saat yang sama di PT yang beda, yakni PT “IS” ada karyawan bernama Far yang kehilangan uang yang ditaruh di saku celananya yang digantung di loker. Saat itu Far mau mandi. Tentu Far melapor kepada teman-temannya atas kehilangan uangnya.

Kemudian sepulang kerja, si Far ini meminta bantuan Has untuk menunjukkan siapa yang telah mengambil uangnya. Hasilnya si Has  menuduh karyawan bernama Bekti yang nyolong.

Hasil tuduhan si Has ini oleh si Far disampaikan ke manajernya. Kemudian si Bekti ini akan dipecat tapi menunggu akhir bulan.

Kebetulan si Far ini adalah sepupu Mas Her. Si Fer ini  bercerita ke Mas Her kisah kehilangan sampai cari dukun hingga proses si tertuduh mau dipecat dari perusahaan. Mas Her kaget dan diam sebentar lalu berkata apa yang dituduhkan si Has adalah salah. Mas Her minta waktu tiga hari untuk membuktikannya.

Hasilnya, dua hari kemudian datanglah seseorang yang bernama Zan ke rumah Far dan mengaku bahwa dialah yang telah mencuri uangnya. Si Zan  meminta maaf dan berjanji mengembalikan uang tersebut setelah gajian. 

Pesan moral. Jangan mudah menuduh tanpa bisa membuktikan yang itu bisa berakibat fitnah dan merugikan orang lain seperti dipecat atau malah digebuki warga.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *