Oleh: Dzikky Syafaa Mubarok (Mahasiswa Institut Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta)
Seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi masa kini, khususnya lingkungan, gaya hidup dan media sosial ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perempuan zaman sekarang. Perempuan zaman sekarang seharusnya menyadari tantangan terbesar saat ini yaitu menjaga kehormatan dirinya, meningkatkan kualitas diri yang lebih baik itu merupakan prioritas, bukan malah berpola hidup yang bebas sehingga melupakan jati dirinya sebagai seorang perempuan.
Pada era milenial ini perempuan harus cerdas dalam menata kehidupan agar selamat di dunia dan di akhirat. Tidak hanya itu, mereka juga harus mempunyai landasan ilmu yang kuat agar terhindar dari hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 32:
وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Jadi, perempuan juga harus memiliki peran di masa kini dan mengetahui kualitas dirinya sehingga dapat bertanggung jawab atas peran dan amanahnya. Apalagi zaman sekarang media untuk berdiskusi dan sharing sudah sangat banyak, saatnya perempuan berani meng-upgrade diri.
Tidak dapat dipungkiri bahwasannya perempuan dapat meng-upgrade diri menjadi lebih baik itu bukan untuk serta-merta mengalahkan lelaki, baik itu teman, saudara, atau bahkan suaminya sendiri. Tetapi perempuan itu harus menyadari kodratnya sebagai makhluk mulia yang seharusnya dilindungi. Ketika perempuan itu bisa menjaga kemuliaannya maka lelaki pun akan senantiasa melindungi perempuan tersebut. Karena sejatinya perempuan adalah perhiasan terbaik di dunia.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 34:
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.
Lantas tidak ada alasan lagi untuk perempuan tidak ikut andil dalam perkembangan zaman yang sudah sangat maju ini. Sudah seharusnya pula perempuan ikut berkontribusi serta berperan aktif dalam perubahan. Namun perubahan yang lebih baik ini, harus didasari dengan iman islam, sehingga terdapat sebuah batasan yang tidak seharusnya ia langgar sebagaimana kodrat ia sebagai seorang perempuan.
Wallahu a’lam.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

No responses yet