Oleh: Fadhilla Nadyatuzzahra (Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta)
Kemiskinan merupakan suatu gejala ekonomi yang terus ada di kehidupan masyarakat. Seperti yang kita lihat sekarang ini, angka kemiskinan semakin meningkat akibat pandemi Covid-19. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masyarakat miskin di Indonesia bertambah lebih dari 2,7 juta jiwa akibat pandemi.
Beberapa faktor yang menyebabkan kemisikinan. Terbatasnya lapangan pekerjaan, terbatasnya lapangan pekerjaan membuat seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Tingkat pendidikan yang rendah, mengakibatkan seseorang cenderung kurang memiliki ketrampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai untuk kehidupannya. Malas bekerja, seseorang yang memiliki tingkat pendidikan rendah tentunya akan membuat dirinya malas bekerja karena tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan.
Bersedekah salah satu cara yang paling ampuh untuk mengatasi kemiskinan. Meski kecil, bersedekah akan menjadi amalan yang tak terputus. Karna pada dasarnya dalam islam, memberi itu bukan berkurang akan tetapi Allah SWT tambahkan kembali meski bukan berupa materi, namun akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak dikira sebelumnya.
Hukum bersedekah yaitu Sunnah atau dianjurkan. Jadi, apabila dikerjakan maka akan mendatangkan pahala dan kebaikan. Apabila ditinggalkan juga tidak mendatangkan dosa. Cara bersedekah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ialah bersedekah dengan hasil yang halal dan baik. Rasulullah SAW juga bersabda: “Sedekah terbaik adalah yang dikeluarkan dari kelebihan harta.” (HR. Bukhari). Sedekah bukan hanya diartikan mengeluarkan harta untuk orang yang tidak mampu. Tetapi, dengan kita menyalurkan ilmu atau tenaga itu sudah termasuk bersedekah.
Jangan Takut Miskin Karena Bersedekah
Rasa takut miskin akan membuat seseorang enggan mengulurkan tangannya. Dalam artian mereka takut hartanya akan habis jika di sedekahkan. Orang yang enggan bersedekah termasuk orang yang kikir, karena sikap kikir mendorong seseorang untuk selalu menumpuk harta dengan cara tidak mau memberi sedekah kepada sesama. Kita tidak boleh terlalu mencintai dunia, karena mencintai dunialah yang memakmurkan neraka. Manusia semakin takut dengan kemiskinan karena sifat dasar manusia sangat cinta terhadap harta, dan harta adalah godaan (fitnah) terbesar manusia. “Setan menakut-nakuti kalian akan kemiskinan, agar kalian menahan harta di tangan kalian dan kalian tidak infakkan untuk mencari ridha Allah.” (Tafsir Ibnu Katsir). Jangan pernah takut jatuh miskin karena bersedekah. Justru, sedekah bisa melipatgandakan harga dan pahala dari Allah SWT.
Sadarilah bahwa apa yang kita miliki segalanya milik Allah. Kita hanya titipan. Kita hanya perlu berusaha untuk memberikan yang terbaik dan berdo’a agar Allah jauhkan kita dari sifat takut miskin dan di jauhkan dari perbuatan kikir. Pada hakikatnya setelah kita berbagi kepada orang lain, di situlah letak sebenarnya harta kita. Jadi semakin banyak kita mengeluarkan harta, maka harta yang kita keluarkan itulah harta sejati yang kita miliki. Banyak sekali hikmah atau keutamaan sedekah bagi mereka yang mau mengamalkannya. Di dalam Al-Quran sendiri banyak ayat yang menerangkan keutamaan bersedekah.
Keutamaan bagi orang yang bersedekah:
- Menjadi ladang rezeki yang lebih besar.
Sedekah tidaklah membuat harta benda berkurang atau membuat seseorang jatuh miskin. Justru Allah Swt telah berjanji akan melipatgandakannya.
Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir serratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
- Sedekah dapat menghapus dosa.
Rasulullah Saw bersabda: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam shahih At Tirmidzi, 614). Dosa-dosa kita dihapuskan dengan pahala kebaikan yang berlimpah dari amalan sedekah. Dengan sedekah, Allah SWT akan menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Oleh sebab itu, jangan pernah ragu untuk bersedekah karena kita tidak pernah tahu berapa besar dosa yang kita miliki.
- Memberi ketenangan batin.
Ketika kita memberikan dengan ikhlas, ada rasa senang yang kita rasakan karena telah berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang bersedekah merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari No.1443)
- Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang.
“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim No.223).
An-Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karna itu, shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).
- Memperoleh naungan di hari akhir.
Selain mendapatkan ampunan yang besar dari Allah SWT, seseorang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir nanti. Dalam sebuah hadist dinyatakan terdapat tujuh orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah, di mana pada saat tersebut tidak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Di antara tujuh golongan tersebut, salah satunya adalah orang yang suka bersedekah.

No responses yet