Categories:

Oleh: Ayuni Eka Mulviani

Rumah adalah satu-satunya tempat yang bisa kita tinggalkan dan membuat kita merasa aman dan nyaman. Hubungan orang tua-anak penting dalam membangun kepercayaan anak dengan diri sendiri, dan berkontribusi pada perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Keluarga, kelompok masyarakat terkecil, terdiri dari orang dewasa dari dua jenis kelamin yang berbeda, seorang wanita, seorang pria, dan seorang anak. Fungsi utama keluarga adalah mendidik anak.

Inilah pentingnya terlibat dengan anak-anak, orang tua sibuk dengan pekerjaan tetapi masih harus meluangkan waktu untuk membimbing, mendukung dan berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Jangan biarkan anak merasa sendirian, karena hal ini akan mempengaruhi kehidupan anak saat tumbuh dewasa.

Cerpen karya Tanty Angelina ini memiliki karakter yang unik, dan konfliknya berhubungan dengan keluarga. Masalah yang ada seringkali muncul tanpa disadari. Tak terkecuali masalah tabiat dan pembawaan yang sering dikaitkan dengan keadaan mental tokoh dalam cerita. Adanya sebuah permasalahan dapat membuat tokoh menjadi pribadi yang tidak percaya diri dengan lingkungannya dan merasa tidak ada yang menyayanginya. Apalagi jika hadirnya Senja sebagai tokoh utama, yang tidak hanya mengalami permasalahan psikologi dari sistem pola asuh keluarganya, namun juga permasalahan fisik dan mental yang kerap menjadi sasaran dalam bersosial di lingkungan keluarga. Gambaran tersebut terdapat pada cerpen karya Tanty Angelina yang berjudul “Kenala Senja”.

Ya, cerpen karya Tanty Angelina yang berjudul “Kenala Senja” merupakan suatu cerpen yang berisi tentang seorang anak perempuan yang bernama Kenala Senja, ia merasa bahwa ia dilahirkan dikeluarga yang sibuk dan merasa tidak beruntung ada dikeluarga tersebut. Pembaca dapat mengambil banyak pelajaran dari cerpen “Kenala Senja” agar selalu memperhatikan orang-orang disekeliling kita dan yang terpenting adalah keluarga sendiri.

Disetiap paragraf yang ada dicerpen ini sangat menarik dan mempunyai banyak arti, cerpen yang mengangkat tentang kekeluargaan sangat cocok apabila dibaca ketika luang dan santai. Cerpen ini membawa pesan yaitu dampak dari kurangnya interaksi dalam keluarga khususnya hubungan orang tua dan anak.

Cerpen ini menceritakan bagaimana seorang anak yang dilahirkan di dalam keluarga yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, seorang anak yang merasa kesepian, seorang anak yang merasa bahwa dirinya sendiri dan tidak mempunyai seseorang untuk bercerita, seorang anak yang merasa tidak diperhatikan dan ingin sekedar ditanya “sudah makan?” “ada cerita apa hari ini?”.

Tanty Angelina, menulis cerpen ini seolah ia sedang memberikan pesan kepada pembaca agar selalu menjaga komunikasi dengan keluarga terutama orang tua dan anak. Dengan adanya cerita tersebut, memungkinkan dapat menyadarkan orang tua di luar sana yang masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mengajarkan bahwasanya komunikasi itu penting dalam sebuah hubungan antara orang tua dan anak sehingga pembaca dapat mengambil hikmahnya.

Cerpen ini ditulis dengan bahasa yang modern tetapi sangat mudah dipahami oleh pembaca, diksi yang ringan membuat pembaca lebih mengatahui isi pesan dari cerpen tersebut. Berikut kutipan cerpen “Kenala Senja” Karya Tanty Angelina.

Kenala Senja

“Apa sebenarnya yang lalu lalang di pikiranku sedari tadi? Entah. Aku hanya teringat banyak hal. bersyukur untuk sesuatu hal, lalu mengutuki hal lain yang tak sempat kunikmati. Apakah aku sedih dengan penyakitku? Ya dan tidak. Entah, aku sulit mendeskripsikan apa-apa. Aku bahkan tak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya kupikirkan. Kuakui, ada sedikit rasa takut menelusup masuk. Apa rasanya mati? Bagaimana rasanya mati? Apakah setelah itu semua akan baik-baik saja? Ah, apakah Ibu dan Ayah akan sedih? Hahahaha, Kekanak-kanakan sekali aku”. (Cerpen Kenala Senja, Tanty Angelina, 2021)

Tulisan ini sangat layak menjadi bahan bacaan. Karena mengajak pembaca agar bisa menjalin interaksi yang baik dalam keluarga. Dalam cerpen ini juga terdapat kata-kata yang cukup membawa para pembaca merasakan apa yang dialami oleh tokoh, hal ini diciptakan agar pembaca tidak melakukan hal yang ada di tulisan ini.

Sebagai pembaca cerpen dan mencoba mengkritik cerpen tersebut, cerpen ini membangun sebuah keharmonisan dalam keluarga khususnya orang tua dan anak karena membawa pesan yang tersirat atas cerita yang ada ditulisan tersebut.

Ayuni Eka Mulviani,lahir di Banjarnegara, 28 Juni 2001. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMP. Ia saat ini tinggal di Gemuruh, Banjarnegara. Ia dapat dihubungi melalui ig : ayunikm

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *