Oleh
Nayla Syawallia Putri
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Anak adalah aset berharga yang di harapkan setiap orang tua. Seorang anak diibaratkan seperti layaknya mutiara yang sangat berharga dalam sebuah keluarga, yang dimana kehadiran dari seorang anak dapat memberikan warna baru dan suasana baru serta kehidupan baru pada setiap keluarga.
Menurut seorang ahli filosofi John locke anak yang baru lahir bagaikan kertas putih yang masih kosong ( a blank sheet of paper ) (Sudirjo, 2016). Dan bahkan dari segi agama pun memandang seorang anak yang baru lahir sebagai seorang insan manusia yang masih suci baik dari segi fisik, lahir dan batin. Oleh karena itu, seorang anak hendaknya dapat dibentuk oleh orang tua sehingga nantinya dapat membentuk karakter anak sesuai pendidikan yang diberikan yang nantinya akan berpengaruh pada bagaimana masa depannya sesuai didikan yang orang tua tersebut berikan.
Mendidik anak adalah tugas mulia sepanjang masa. Tak ada tugas mulia bagi seorang ibu terhadap anaknya melainkan menjadikan sekolah baginya. Seorang ibu harus paham bahwa mendidik anak adalah kewajiban besar yang harus dipikul diatas pundaknya.
Dalam mendidik anak perlu pendidikan yang berkembang sesuai zamannya, seperti hadist Ali Bin Abi Thalib RA, diriwayatkan bahwa “didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan dizamanmu” ( Matsyah, 2017 ).
Perempuan sebagai ibu
Kata ibu dalam Al-Qur’an disebut “Umm” yang berasal dari kata yang sama dengan ummat yang artinya “pemimpin” . Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) kata “ibu” bermakna seorang wanita yang telah melahirkan seseorang yang dimana seseorang yang telah dilahirkan ini merupakan anak dari si ibu tersebut. Dari beberapa pengertian yang telah dijabarkan sebelumnya dapat disimpulkan seorang perempuan yang telah menjadi ibu mampu menciptakan pemimpin-pemimpin yang nantinya dapat membina umat melalui perhatian dan keteladannya dalam mendidik anak.
Peran ibu sebagai madrasah bagi anak :
- Peran ibu dalam pendidikan intelektual anak
Dari segi perkembangan intelektual, Ibu berperan terhadap pendidikan anak sebelum memasuki jenjang sekolah, dalam pendidikan intelektual anak seorang ibu dapat melatih intelektual anak dengan membiasakan si anak turut terlibat dalam melakukan aktifitas dan pekerjaan rumah yang sifatnya menjadikan anak berkembang dan melatih motorik serta intelektual si anak. Bentuk kegiatan ini misalnya dengan, menemukan hal baru, menumbuhkan minat dan bakat, serta kemampuan akalnya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan yang sehat. - Peran ibu dalam pendidikan moral
Dari segi pendidikan moral anak seorang ibu mampu menanamkan nilai-nilai pendidikan moral sejak dini pada anak untuk melatih diri agar bisa meresap pada diri anak kelak guna membentuk anak yang memiliki nilai-nilai moral. Pendidikan moral di dalam keluarga dapat diajarkan oleh ibu kepada anaknya cara memberikan contoh perilaku yang baik dan mampu menempatkan diri secara tepat dalam bergaul, berbicara kepada orang tua dengan nada lembut dan dengan kalimat sopan namun maksud dan tujuan tetap tersampaikan secara jelas dan lugas. Demikian pula ketika sedang berada diluar lingkungan keluarga anak dilatih untuk dapat selalu menghargai dan menghormati orang lain. - Peran ibu dalam pendidikan sosial anak
Jika dari segi pendidikan sosial yang dimana pendidikan sosial ini bagi si anak merupakan suatu hal yang sifatnya sangat penting bagi pertumbuhan si anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi keluarga terutama seorang ibu dalam membentuk, menciptakan serta membimbing anak agar mampu memilih lingkungan yang baik bagi diri si anak sendiri. Sebagai patokan utama dalam memulai pendidikan sosial pada si anak sejak dini. Baik memilih teman bagi anak, lingkungan bermain maupun lingkungan belajar.
Peran keluarga terutama ibu sangatlah krusial. Oleh karena itu, keluarga si anak terutama ibu agar dapat terlibat dalam kehidupan sosial si anak secara wajar sehingga dapat memperhatikan anak ketika anak berbaur dengan lingkungan sekitar tanpa dikte dari keluarga terutama ibu. Karena hal ini sangat di butuhkan bagi anak agar si anak bisa bersosialisasi dengan baik. - Peran ibu dalam pendidikan agama anak
Dari segi pendidikan anak, peranan seorang ibu bagi si anak adalah guru pertama dirumah, seorang ibu memiliki peran yang sangat penting dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan agama. Bahkan ketika meninjau jauh kebelakang, ketika seorang anak masih dalam kandungan, seorang ibu seharusnya sudah memulai untuk memperdengarkan beberapa murrotal lantunan ayat suci Al-Qur’an secara konsisten dan berkesinambungan. Hal ini bertujuan untuk memberikan ketenangan bagi si anak sejak dalam janin dikandungan. Serta untuk memberikan penanaman pendidikan agama yang dimulai sejak anak masih berada didalam kandungan. Hal yang dilakukan oleh sang ibu ini akan menjadi landasan dan memiliki arti yang penting bagi proses selanjutnya bagi pendidikan agama anak.

No responses yet