Categories:

Oleh: Finna Adhaini, dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka


Penyakit hati dalam perspektif islam, seringkali diidentikkan dengan beberapa sifat buruk
atau tingkah laku tercela (Al-akhlaq al-mazmumah), seperti dengki, iri hati, emosi, marah,
fitnah, berprasangka buruk, sombong dan lain-lain. Sombong di antara mereka, Allah SWT
sangat membenci sifat ini karena merupakan penyebab kekafiran setan. Dalam QS. Al-Isra
ayat 37 kita diminta untuk menjauhi sifat sombong.

“Danاjanganlahاkamuاberjalan di muka bumi ini dengan angkuh, karena sesungguhnya kamu
sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi
gunung,” (QS. Al-Isra:37).
Allah melarang umat muslim berjalan di muka bumi dengan sombong. Berjalan dengan
angkuh di muka bumi bukanlah sikap yang wajar, karena bagaimanapun kerasnya derap kaki
yang dihentakkan di atas bumi, tidak akan menembus permukaannya dan bagaimanapun
juga tingginya ia mengangkat kepalanya, tidaklah dapat melampaui tinggi gunung. Bahkan
ditinjau dari segi ilmu jiwa, orang yang biasa berjalan dengan penuh angkuh, berarti dalam
jiwanya terdapat kelemahan. Ia merasa rendah diri, sehingga untuk menutupi kelemahan
dirinya, ia berjalan dengan angkuh dan berlagak dengan maksud untuk menarik perhatian
orang lain.
Penyebab penyakit hati
KH Ali Mustafa Yaqub dalam buku kalau Istiqamah tidak takut, tidak sedih menjelaskannya,
salah seorang ulama besar dari Mazhab Hanafi mengatakan bahwa penyebab penyakit hati
ada pada dua hal. Pertama adalah syahwat dan kedua adalah syubhat. Syahwat adalah
keinginan atau yang disebut dengan hawa nafsu. Sedangkan syubhat adalah kekeliruan
dalam memahami agama. Menurut Imam Abil Izz Al-Hanafi, KH Ali mengutip, penyakit hati
yang ditimbulkan oleh syubhat itu lebih berbahaya daripada penyakit hati yang ditimbulkan
oleh syahwat.
Dalam Islam, penyakit hati yang ada pada setiap orang dapat mempengaruhi perilaku dan
perbuatannya. Bahkan, Allah SWT berfirman terkait penyakit hati dalam surat At Taubah
ayat 125.

Artinya: “Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surat
itu) akan menambah kekafiran mereka yang sudah ada dan mereka akan mati dalam
keadaan kafir,”

Dalam firman itu dijelaskan kalau penyakit hati yang dimiliki seseorang akan membawanya
pada kekafiran hingga mati dalam keadaan kafir. Tentunya umat islam tidak menginginkan
hal itu. Maka dari itu, sebagai seorang muslim kita harus bisa menjaga hati dari berbagai
kotoran dan penyakit yang dapat merusak keimanan.
Penjelasan tentang beberapa penyakit hati yang harus dihindari umat Islam dan cara
mengatasinya adalah sebagai berikut.

  1. Amarah
    Amarah adalah salah satu penyakit hati yang sering dilakukan. Menurut sejumlah riwayat
    hadis, seseorang yang ingin menjadi orang yang mulia, maka harus mampu mengendalikan
    amarah. Selain itu, apabila ingin menjadi ahli surga, salah satu kuncinya adalah bisa
    mengendalikan amarah.
    Cara mengatasi amarah adalah dengan mengikuti apa yang dilakukan Nabi, yaitu marah
    dengan benar dan santun. Kemudian, harus bersikap tawadhu (rendah hati dan tidak
    sombong) serta jangan banyak keinginan. Orang yang tawadhu adalah orang mengerti
    bahwa segala kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah.
    Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, bahwa sumber utama dari
    penyakit hati adalah setan. Sebab itu, saat marah ucapkanlah kalimat a’udzubillahi minasy
    syaithaanirrajiim yang artinya “aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”.
  2. Riya (Pamer)
    Riya atau pamer, juga merupakan penyakit hati dalam Islam. Riya sendiri memiliki unsur
    penipuan terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain, karena pada hakikatnya
    mengungkapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan.
    Penyakit ini akan merusak hati dan pikiran manusia secara halus dan perlahan. Untuk
    mengatasi riya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikis nafsu syahwat
    sedikit demi sedikit dan selalu bersikap rendah hati.
  3. Iri Hati dan Dengki
    Iri hati dan dengki adalah perasaan yang kerap dialami manusia, di mana timbul perasaan
    tidak suka saat ada orang lain bahagia atas nikmat dari Allah. Penyakit ini memang susah
    dilihat dan yang berbahaya bisa menjadi awal timbulnya penyakit hati yang lain seperti
    marah. Untuk mengatasi penyakit hati ini, umat Islam harus selalu mengingat segala dosa
    yang dilakukan dan selalu bersyukur bahkan hingga hal sekecil apa pun.
    Cara mencegah penyakit hati
    “MenurutاImamاIbnuاQoyim,اadaاcaraاuntukااmengatasiاpenyakit hati yaitu: pertama baca
    Al-Qur’an dan tadabbur (merenungkannya). Kedua, rajinlah mengosongkan perut (shaum).

Ketiga, mendirikan shalat malam (tahajud). Keempat, merendahkan diri di hadapan Allah
(dengan do’a dan dzikir). Kelima, bermajelis (bergaul) dengan orang-orang sholeh atau
mengikuti ajaran islam,”jelasnya.
Referensi:
Sukmal, M., Syamsuwir, S., & Satriadi, I. (2020). Syifadalam Perspektif Alquran. Istinarah:
Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya, 1(2), 87.
DIYANA, D. P. (2021). PENYAKIT HATI DAN TERAPINYA DALAM AL-QUR’ANاPERSPEKTIFاIBNUا
QAYYIM AL-JAUZIYAH (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *